Saturday, February 27, 2021

PREMATURE DAWN: Mengapa teknologi itu sangat penting?

 

Salah satu problem besar yang dihadapi oleh umat Islam adalah adanya anggapan bahwa ulama terdahulu itu dianggap ma'shum. Ma'shum adalah terbebas dari kesalahan dan karenanya tidak boleh dikoreksi. Ini bukan saja terjadi di Indonesia, tapi juga terjadi di Mesir. Padahal, MUI pada 2017 lalu telah mengeluarkan fatwa bahwa menganggap ulama terdahulu itu ma'shum merupakan keyakinan yang bathil.

Banyak juga yang beranggapan bahwa 'ishmatul imam (kema'shuman imam) itu juga berlaku bagi para sarjana Muslim abad pertengahan (abad 4-9M) yang memang sangat cemerlang di zamannya karena merekalah para pelopor pembangunan sains Islam yang memang terus berkembang sampai saat ini.

Ketika kami mempresentasikan hasil penelitian ISRN yang sangat jauh dari hasil sarjana Muslim abad pertengahan ini, seorang peneliti berkomentar: "ISRN kan melakukan penelitian awal waktu subuh ini baru 3-4 tahun saja. Para sarjana Muslim abad pertengahan itu melakukannya berabad-abad, dan dilakukan oleh puluhan ulama." 

Tentu saja mengukur hasil penelitian dari lamanya penelitian tersebut dilakukan (berabad-abad) tidak dapat dijadikan satu-satunya benchmark untuk mengukur reliabilitas sebuah hasil penelitian. Karena, ada faktor lain yang jauh lebih penting, yaitu tingkat kemajuan teknologi yang digunakan dalam melakukan penelitian tersebut. 

Video berikut ini menjelaskan perbedaan kemajuan teknologi masa kini dengan 35-40 tahun lalu. Perbedaanya sudah bagaikan bumi dan langit. Apalagi jika kita harus menarik mundur dengan membandingkannya dengan teknologi abad 4-9M.

Silahkan ikuti video berikut:


Beberapa video tentang riset kami dapat dilihat di:


Friday, February 19, 2021

Telah terbit buku: PREMATURE DAWN: The Global Twilight Pattern

 


Telah terbit buku berjudul: PREMATURE DAWN: The Global Twilight Pattern. In syaa Allah, buku ini merupakan groundbreaking penelitian awal waktu subuh dan isya di dunia dengan melihat beberapa parameternya. Di antaranya:

  • Data merupakan sampel data twilight yang diambil di empat benua (Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika).
  • Sampel untuk Indonesia (354 hari untuk fajar, 162 hari untuk isya) telah membentuk populasi.
  • Sampel untuk Yorkshire (442 hari untuk fajar) telah membentuk populasi.
  • Menggunakan belasan sensor moderen pendeteksi fajar, di antaranya: Sky Quality meter (SQM), kamera panoramik (All-Sky Camera), kamera DSLR, kamera gadget, drone.
  • Algoritma pemrosesan data genuine dikembangkan oleh ISRN.
Features of the book dapat dilihat dari komponennya sebagai berikut:


Buku ini diterbitkan secara terbatas, khusus untuk pembaca Indonesia dengan harga lokal. Penerbitan aslinya akan dilakukan untuk pembaca internasional melalui amazon.com dengan harga dalam US$. 


PEMESANAN
Pemesanan buku di Indonesia dapat dilakukan melalui Sekretaris ISRN, Sdr. Rizki Amrillah (0813-1659-5241 dan +6011-3926-1598). Harga Rp 200,000/copy ditambah ongkos kirim yang bervariasi ke seluruh Indonesia.

Kami mencari partner yang bersedia menjadi reseller dengan diskon menarik.

Beberapa video tentang riset kami dapat dilihat di:



Friday, February 12, 2021

Premature Dawn: The Global Twilight Pattern (1)


Alhamdulillah,
buku kami yang berjudul: Premature Dawn: The Global Twilight Pattern akhirnya terbit juga pada 9 Februari 2021 lalu. Berarti tidak sia-sia kami mengeram di rumah berbulan-bulan selama pandemik ini. Segala puji bagi Allah, ini juga merupakan hadiah ulang tahun ke 70 bagi saya.

Penelitian tentang awal waktu subuh dan isya yang kami mulai sejak Februari 2017 ini semula bersifat lokal saja. Namun perkembangan intermediate results yang kami peroleh kemudian menantang kami untuk mengembangkan penelitian ini dalam skala nasional. Sampai pada sekitar pertengahan 2019, sekelompok Muslim di London minta tolong untuk memproseskan data foto panoramik (All-Sky Camera) yang mereka ambil sepanjang 2017-2018 di Yorkshire. Ada sekitar 544 hari data morning twilight, dengan jumlah foto lebih dari 56,400 buah. Ini memang kami lakukan voluntarily, namun keputusan kami tersebut telah merubah nasib kami yang semula sebagai pemain lokal, tiba-tiba menjadi global player

Apalagi kemudian UHAMKA membiayai ISRN untuk mengambil data twilight di Tacoma (USA), Cairo, Istanbul, dan Johor Bahru. Total data twilight kami saat ini hampir 1,000 hari yang tersebar di empat benua (kecuali Australia). Ini merupakan intangible assets yang jarang dimiliki institusi lain di dunia. Mungkin, kami lah satu-satunya di dunia pemilik aset ini, apalagi jika ditambah dengan aset ikutan yang kami miliki berupa software dan brainware. Sementara saudara-saudara kami masih berkutat dengan data SQM, ISRN justru telah meninggalkannya karena data SQM sukar diverifikasi. ISRN sekarang bermain menggunakan sensor moderen lain termasuk drone untuk penyusunan global twilight. Ada sebuah sensor moderen lain yang sedang kami pertimbangkan yang belum dapat diungkap di sini.

Dengan status kami sebagai pemain global, maka target penerbitan buku kami adalah memberi masukan pada:

  • Islamic Society of North America (ISNA).
  • European Council for Fatwa and Research (ECFR).
  • Umm al-Qura University.
  • Dan lembaga-lembaga Muslim lainnya di dunia.

Yang tertarik mengikuti overview hasil riset kami yang berangkat sebagai pemain lokal dan sekarang menjadi pemain global, silahkan ikuti video berikut:


Video lain yang relevan: