Monday, August 3, 2020

Drone memantau hilangnya syafaq


Awal waktu isya tidak terlalu menjadi perhatian para peneliti. Sebetulnya untuk waktu isya-nya sendiri memang tidak terlalu bermasalah. Namun, statistik dengan menggunakan 171 hari data isya, ISRN memperoleh harga rerata dip isya yang -13 derajat. Bukan -18 derajat seperti ketetapan resmi pemerintah saat ini.

Jadi, potensi problemnya justru pada waktu maghribnya. Umat mungkin mengira masih waktu maghrib, padahal waktu maghrib telah habis.

Video ini menjelaskan penggunaan drone untuk pemantauan hilangnya sinar syafaq sebagai tanda masuknya waktu isya pada 22 dan 24 Juli 2020 lalu. Selain itu, dibahas juga statistik dari 171 hari data isya yang telah dikumpulkan di Indonesia.

Yang tertarik, silahkan ikuti video berikut:

0 comments: