Wednesday, July 1, 2020

Mengkaji ulang munculnya fajar di dunia


Untuk penelitian waktu subuh, sampai dengan 19 Juni 2020 lalu, ISRN-UHAMKA telah memiliki sekitar 730 hari data subuh dunia. Data tersebut tersebar di Indonesia, Malaysia, Mesir, Turki, Saudi Arabia, Amerika Serikat dan Inggris. 

Memang, yang telah membentuk populasi baru Indonesia dan Yorkshire (Inggris) yang masing-masing memiliki 277 dan 422 hari data fajar.

Sementara itu, ISRN-UHAMKA telah menggunakan belasan sensor yang meliputi non-imaging dan imaging sensors, termasuk drone. 

Video ini menganalisis semua hasil perhitungan kemunculan fajar berdasarkan data fajar dunia tersebut. Dalam grup penelitian internasional kami the Global Twilight Project, kami semakin yakin bahwa penetapan awal waktu subuh oleh organisasi-organisasi besar dunia tampaknya harus dikaji ulang.

Silahkan ikuti video berikut ini:


Jika tertarik dengan hasil penelitian kami yang lain, silahkan ikuti video-video berikut juga. Semoga bermanfaat. 

 

0 comments: