Friday, July 10, 2020

Drone merekam fajar di Cimanggis




Video ini merupakan salah satu contoh terbaik yang membuktikan bahwa polusi cahaya, polusi udara, bahkan awan tebal tidak dapat menghambat kehadiran fajar. 

Data yang diambil menggunakan drone ini akan menjadi Proyek Tugas Akhir (TA) tiga mahasiswa Departemen Teknik Elektro, UHAMKA di Jakarta. Setiap mahasiswa akan menggunakan 15 data subuh yang diambil menggunakan drone. Ada tambahan, juga 5 data untuk mengevaluasi waktu isya. Mereka harus menganalisis data tersebut menggunakan teknik image processing, termasuk kemudian melakukan kajian statistik atas hasil hitungan yang mereka peroleh.

Dari lebih dari 730 hari data subuh milik ISRN-UHAMKA yang tersebar di dunia termasuk Indonesia (~ 290 hari), Malaysia, Mesir, Turki, Saudi Arabia, Amerika Serikat, dan Inggris (422 hari), fajar shadiq rata-rata muncul saat Matahari berada pada sudut kedalaman (dip) -13 derajat.

Bagi yang tertarik, silahkan ikuti laporan kami melalui YouTube ini: 

0 comments: