Friday, June 26, 2020

Potensi penggunaan drone untuk penelitian fajar


Lockdown selama pandemik Covid-19 telah memberikan kesempatan pada ISRN untuk melakukan inovasi penggunaan drone untuk penelitian fajar. Mungkin, ini adalah drone pertama di dunia yang digunakan untuk penelitian fajar. Sebagai percobaan pertama, kami menggunakan drone terkecil dengan bobot 249 gram (termasuk batere). FAA memberikan batas berat minimum adalah 250 gram. Dengan demikian, in syaa Allah, jika ISRN akan melakukan pengambilan data subuh di luar negeri, kami akan terbebas dari persyaratan minimum harus memiliki lisensi menerbangkan drone.

Data pertama yang kami sampaikan dalam video ini diambil pada subuh 24 Juni 2020 lalu, di daerah Kali Angke, Jakarta Barat. Hasilnya cukup bagus. Karenanya, penggunaan drone untuk penelitian fajar tampaknya memiliki potensi yang cukup cerah. Kami juga sudah mengkomunikasikan hasil ini dengan teman-teman peneliti yang tergabung dalam the Global Twilight Project. Mereka menyambut inovasi ISRN ini dengan sangat antusias.

Yang tertarik melihat hasil penggunaan drone dalam penelitian fajar, silahkan ikuti video berikut: