Friday, February 14, 2020

Polusi cahaya tidak menghambat kehadiran fajar


Video berikut juga merupakan jawaban atas salah satu isu yang dilontarkan pada Halaqah Pra-Munas Tarjih PP. Muhammadiyah pada 1 Februari 2020 lalu. Halaqah ini bertempat di Hotel @HOM Yogyakarta dengan tema: Kriteria waktu subuh dan model Kalender Islam Global. Isu yang dilontarkan oleh peserta halaqah adalah bahwa polusi cahaya akan menghambat kehadiran fajar. Namun sekali lagi, isu seperti ini selalu saja terlalu normatif. Tidak ada yang dapat memberikan fakta dan data. Misalnya, polusi cahaya tingkat satu akan menghambat kehadiran fajar sekian detik. Polusi cahaya tingkat dua akan menghambat fajar sekian menit . . . dsb.

Sementara itu, saya berpendapat berdasarkan fakta dan kenyataan lapangan. Gelombang energi Matahari itu bergelombang semakin besar setiap saat. Begitu fajar dapat terdeteksi, maka gelombang energi Matahari akan meningkat mengikuti fungsi eksponensial. Jadi, mungkin saja polusi menghambat kehadiran fajar satu detik; namun, pada detik berikutnya energinya akan jauh lebih dahsyat untuk dapat dihambat oleh polusi cahaya. Persoalannya, terhambat satu detik itu, untuk perhitungan waktu solat adalah sangat trivial karena waktu sholat itu disusun paling dalam akurasi menit saja.

Silahkan ikuti video berikut ini:



Video menarik lainnya:




0 comments: