Monday, February 10, 2020

Mendung dan polusi udara tidak menghambat kehadiran fajar


Alhamdulillah, Majelis Tarjih dan Tajdid PP. Muhammadiyah, tampaknya berketetapan hati untuk membawa isu awal waktu subuh dan Kalender Islam Global (KIG) ke Munas Tarjih yang akan diselenggarakan pada 14-17 April 2020 mendatang.

Untuk menyiapkan itu, pada 1-Februari-2020 lalu, diadakan Halaqah Pra-Munas bertema: Kriteria Waktu Subuh dan Model Kalender Islam Global. Dalam diskusi tersebut, masih saja muncul pendapat bahwa polusi (udara maupun cahaya) memang menghambat kehadiran fajar. Hanya saja, yang berpendapat seperti ini juga tampaknya hanya berdasarkan dugaan, tanpa data. Buktinya, tidak ada yang dapat menunjukkan, misalnya: 
1) Jika polusi tingkat 1, maka akan menimbulkan fajar terhambat sekian sekian detik;
2) Jika polusi tingkat 2, maka akan menimbulkan fajar terhambat sekian menit  . . . dsb.

Sudah ada beberapa viseo yang kami terbitkan bahwa polusi cahaya tidak menghambat kehadiran fajar. Dalam video kali ini, kami memberikan kasus mendung tebal pada 5 Novemver 2018, ternyata tidak menghambat kehadiran fajar. Contoh kasusnya terjadi di Birmingham, Inggris. Silahkan ikuti video berikut


Video menarik lainnya:
1) Tiga sensor pendeteksi fajar di Balikpapan;
2) Catatan dari Birmingham, menuju penyusunan pola twilight global;
3) Kalender Islam Global, studi kasus: 1 Syawwal 1440-H;
4) Data subuh Labuanbajo milik ISRN dan THR Kemenag;
5) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo.


0 comments: