Thursday, December 5, 2019

Fajar belum muncul saat Astronomical Dawn


Banyak umat Islam yang sukar menerima kenyataan bahwa subuh kita selama ini ternyata jauh terlalu awal dari seharusnya. Ada sebagian yang percaya, namun, masih terpaku pada astronomical dawn (fajar astronomi) yaitu saat kedudukan Matahari berada pada posisi -18 derajat di bawah ufuk. Sikap seperti ini bias. Padahal sama sekali tidak didukung oleh fakta dan data. 

ISRN sampai saat ini telah memiliki data subuh sebanyak 228 hari, sehingga telah menjadi sebuah populasi sendiri. Dip rerata yang kami peroleh dari 228 data tersebut adalah -13.27 derajat dengan standard deviation -1.85 derajat. Dalam 99.9% confidence interval, maka dip subuh di Indonesia berada pada rentang antara -12.87 derajat dan -13.67 derajat. 


Video berikut ini menjelaskan juga probabilitas kemunculan fajar pada berbagai dip (dari 15 sampai dengan 20 derajat). Yang tertarik, silahkan ikuti video di atas. 

0 comments: