Wednesday, September 25, 2019

Kalender Islam Global, Studi kasus: 1 Syawwal 1440-H


Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada 6 September 2019 lalu, saya diminta untuk mengisi Pengajian Bulanan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta. 

Pengajian ini diliput langsung oleh TVMu (TV Muhammadiyah) dan videonya tersedia di situs TVMu. Namun, bagi yang tidak hadir langsung dalam acara pengajian tersebut, mungkin presentasi saya kurang jelas. Oleh karena itu, kembali saya buatkan video berikut agar dapat diikuti langsung oleh yang berminat.

Video ini menjelaskan firman Allah, Al-Baqarah: 189 yang menghendaki tata-waktu ummat Islam yang dapat digunakan baik untuk keperluan muamalah maupun ibadah. Tata waktu itu ternyata berisi dua komponen besar yaitu: tata-waktu harian dan tata-waktu bulanan. Keduanya memang independen, namun keduanya harus berjalan secara harmonis dan sinkron. Jika salah satunya tidak berjalan, bukan saja akan rusak sistem tata-waktu ummat Islam, tapi mungkin rusak pula sumber kehidupan semua maskhluk.

Secara singkat, video ini menjelaskan bahwa sebagai salah satu tanda hari Kiamat nanti, dikatakan ketika Matahari terbit dari sebelah barat. Rupanya peristiwa itu akan sangat mudah bagi Allah untuk menciptakannya. Tanpa menghancurkan Bumi-pun, in syaa Allah, semua makhluk hidup tidak akan mampu bertahan hidup ketika Matahari dan Bulan telah terbit dari barat.

Silahkan ikuti penjelasan saya melalui: 



0 comments: