Thursday, December 20, 2018

Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (8)


Pada video ke-8 serial Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? ini, ISRN menjelaskan dua data subuh di Manokwari dan Balikpapan untuk melengkapi cakupan teritori nasional Indonesia. Berarti total, kami sudah menggunakan sebanyak 206 data (baca: 206 hari) dari seluruh wilayah Indonesia untuk menyimpulkan awal waktu subuh secara nasional.

Data Manokwari diambil pada 9 dan 10 Desember 2018, sedangkan Balikpapan diambil pada 14 dan 15 Desember 2018.

Silahkan ikuti video berikut:




Artikel terkait:
1) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (1)
2) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (2)
3) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (3)
4) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (4)
5) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (5)
6) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (6)

7) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (7)
8) Analisis Iedul Adha (1)
9) Analisis Iedul Adha (2)
10) Analisis Iedul Adha (3)
11) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
12) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
13) Kalender Islam Global, imkan-rukyat lokal vs imkan-rukyat global
14) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
15) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
16) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2)
17) Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar
18) Jadwal sholat beberapa kota tahun 2018 dengan sun depression angle baru


0 comments: