Wednesday, December 12, 2018

Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (7)

Pada video ke 6 dari rangkaian Mengapa subuh di Indonesia terlalu Awal? telah saya tunjukkan bahwa data astronomi hasil perekaman SQM untuk evaluasi subuh daerah Labuanbajo NTT milik BHR (Badan Hisab Rukyat) Kemenag memiliki cacat yang sangat mendasar:

1) Datanya prematurely aborted (dihentikan sebelum masanya, sehingga secara matematik data tersebut cacat;

2) Lebih parah lagi, cara pemrosesannya juga highly manipulative, sehingga secara saintifik juga cacat.

Padahal, Labuanbajo adalah daerah yang sangat penting untuk memperoleh statistik angka dip awal subuh secara nasional.

Untuk itu, pada 12-13 Mei 2018, ISRN mengirimkan seorang saja (tidak perlu puluhan orang seperti BHR-Kemenag): Sdr. Adi Damanhuri, Sekretaris ISRN mengambil data astronomi di Labuanbajo. Berikut adalah analisisnya dalam: Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (7)

Artikel lain:
1) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (1)
2) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (2)
3) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (3)
4) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (4)
5) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (5)
6) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (6)
7) Analisis Iedul Adha (1)

8) Analisis Iedul Adha (2)
9) Analisis Iedul Adha (3)
10) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
11) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
12) Kalender Islam Global, imkan-rukyat lokal vs imkan-rukyat global
13) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
14) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
15) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2)
16) Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar
17) Jadwal sholat beberapa kota tahun 2018 dengan sun depression angle baru

0 comments: