Thursday, August 23, 2018

Korelasi antara polusi dengan kehadiran fajar


Sejak ISRN menerbitkan buku hasil penelitian berjudul Evaluasi Awal Waktu Subuh dan Isya: Perspektif Sains, Teknologi dan Syariah, muncullah opini dan isu untuk mengecilkan hasil penelitian ini. Kelihatannya, tujuannya sama yaitu untuk membuktikan bahwa hasil penelitian ISRN itu salah, dan penetapan dip subuh sebesar -20 derajat (sekitar 80 menit sebelum syuruq) dan dip isya sebesar -18 derajat (72 menit setelah maghrib) yang selama ini dianut oleh Kemenag telah benar adanya. Maka muncullah sebuah diagram teoritis hasil rekaan untuk menggambarkan terbiasnya sinar fajar dan menyebabkan terlambatnya kemunculan fajar.

Anehnya, seharusnya grafik seperti ini adalah hasil sebuah pemodelan ribuan data fisik hasil pengamatan yang cukup kompleks yang dikoleksi dan diteliti di berbagai lokasi dengan tingkat polusi cahaya dan udara yang berbeda. Tapi nyatanya, grafik di atas malah hanya dibuat sebagai hasil hayalan tanpa menggunakan satupun data. Jelas ini merupakan diagram hasil rekaan yang penuh bias. 

Tulisan ini membuktikan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara polusi dengan kemunculan fajar. Silahkan ikuti melalui Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar.


Artikel Lain:
1) Analisis Iedul Adha 1439-H (1)
2) Analisis Iedul Adha 1439-H (2)
3) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
4) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
5) Kalender Hijriah Global: imkan-rukyat global vs imkan-rukyat lokal
6) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
7) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
8) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2) 

4 comments:

Raja Muda Lologau said...

Lanjutkan Prof. semoga Ana berkesempatan membuat penelitian subuh di pulau Selayar.

Tono Saksono said...

Terima kasih, Pak Raja Muda. Bapak adalah salah satu mitra yang paling penting dalam penelitian ini. In sya Allah, kita terus berkarya untuk pembangunan peradaban umat Islam, Pak.

Sutrisno Muchtar said...

Tdk mudah merubah keyakinan umat. Semoga, pada saatnya ada titik temu yg terbaik utk umat manusia...Prof...

Sutrisno Muchtar said...

Tdk mudah merubah keyakinan umat. Semoga, pada saatnya ada titik temu yg terbaik utk umat manusia...Prof...