Wednesday, August 22, 2018

Analisis Iedul Adha 1439-H (2)

Dalam dua minggu terakhir telah terjadi "perang dalil" para ulama atas apa yang harus dilakukan oleh umat Islam dalam menghadapai perbedaan Iedul Adha 1439-H antara Indonesia dan Arab Saudi. Melalui Mahkamah Agungnya, Arab Saudi telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1439-H jatuh pada tanggal 12 Agustus 2018, sehingga tanggal 10 Dzulhijjah 1439-H bertepatan dengan Selasa, 21 Agustus 2018. Sementara Kementerian Agama dan sebagaian organisasi besar Islam Indonesia telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1439-H jatuh pada 13 Agustus 2018, sehingga tanggal 10 Dzulhijjah 1439-H bertepatan dengan Rabu, 22 Agustus 2018.

Perbedaan ini menjadi sangat krusial karena pada 9 Dzulhijjah, umat Islam disunnatkan melaksanakan Puasa Arafah saat jamaah haji di Mekkah sedang melaksanakan ritual wukuf di Padang Arafah. Problemnya, karena perbedaan penetapan awal Dzulhijjah di atas, Puasa Arafah di Indonesia akibatnya jatuh pada 10 Dzulhijjah menurut perhitungan Arab Saudi. Padahal, pada 10 Dzulhijjah, umat Islam justru diharamkan berpuasa.

Dalam tulisan ini, saya berikan salah satu contoh penggunaan sains dan teknologi untuk memverifikasi kehadiran fenomena astronomis yang sangat jelas dan dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik penetapan 1 Dzulhijjah 1439-H di atas. Silahkan unduh PDF file Analisis Iedul Adha (2) berikut ini.

0 comments: