Thursday, May 17, 2018

Kesalahan Mendasar Cara Menganalisis Data Subuh Labuanbajo (2)

Pada 8 Mei 2018 lalu, saya meluncurkan tulisan berjudul Kesalahan Mendasar Cara Menganalisis Data Subuh Labuanbajo (1) yang menjelaskan ketidakcermatan analisis data SQM yang dilakukan oleh Pak TD (lihat tulisan 8 Mei 2018). Untuk mengklarifikasi tulisan tersebut, pada Senin 14 Mei 2018 lalu, UHAMKA mengundang Pak TD untuk berdiskusi di Kampus FEB-UHAMKA. Dalam acara diskusi tersebut, saya sampaikan kembali keberatan saya dalam tulisan sebelumnya.
Secara umum, seperti dugaan saya sebelumnya, Pak TD bersikukuh bahwa dia sudah melakukannya dengan profesional sebagai seorang profesor riset, bukan sebagai Ketua LAPAN.
Alhamdulillah, pagi ini, saya memperoleh data SQM yang kami persoalkan di atas melalui Sdr. Adi Damanhuri (Sekretaris ISRN). Data tersebut langsung saya proses. Analisis data SQM yang saya lakukan kembali membuktikan bahwa Pak TD telah bertindak tidak cermat dalam analisisnya. Laporan selengkapnya silahkan ikuti dalam tulisan berjudul: Kesalahan Mendasar Cara Menganalisis Data Subuh Labuanbajo (2).

Lampiran data dapat dilihat pada:
Window-3
Window-5
Window-7


Artikel Lain:

1) Analisis Iedul Adha (1)
2) Analisis Iedul Adha (2)
3) Analisis Iedul Adha (3)
4) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
5) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
6) Kalender Islam Global, imkan-rukyat lokal vs imkan-rukyat global
7) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
8) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
9) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2)

10) Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar
11) Jadwal sholat beberapa kota tahun 2018 dengan sun depression angle baru


0 comments: