Monday, September 11, 2017

Tanggapan balik untuk Pak Thomas Djamaluddin

Melalui tiga orang kolega, di hari yang sama, saya menerima tanggapan atas tulisan saya di Suara Publika pada 31/8/2017, dari Pak Thomas Djamaluddin (versi WA). Pada ketiga kolega ini, langsung saya sampaikan bahwa saya segera tulis jawabannya, tapi akan saya kirim ke Republika setelah tulisan Pak Thomas tersebut diterbitkan oleh Republika. Sampai hari ini, 11/9/2017, saya belum lihat tulisan Pak Thomas dimuat (mungkin saya terlewat?), maka saya publikasikan saja balasan saya berikut.


Silahkan baca tanggapan saya selengkapnya melalui link berikut:


Semoga bermanfaat, salam.


Tanggapan atas komentar Prof. Thomas Djamaludin

Pada 24 Agustus lalu, dalam rubrik Khasanah (halaman 12), Republika memuat laporan berjudul Kemenag akan Bahas Hasil Riset ISRN Uhamka. Dalam laporan tersebut dimuat juga komentar Prof. Thomas Djamaludin tentang kehadiran awan tipis yang mungkin menghalangi munculnya sinar fajar sehingga kehadiran sinar fajar jadi terekam lebih lambat dari yang seharusnya. Komentar ini sama sekali tidak betul

Jawaban saya kemudian dimuat oleh Republika, namun banyakj yang dipotong. Jika tertarik pada jawaban saya selengkapnya, silahkan klik link berikut:

https://drive.google.com/open?id=0B7t1e2Z_T0_-UU02VnZLUGtPS2c 

Semoga bermanfaat, salam