Thursday, July 14, 2016

Mengapa Mekah seharusnya Iedul Fitri pada 5 Juli 2016?

Hasil Kongres Penyatuan Kalender Islam di Istanbul, Turki 28-30 Mei 2016 sebetulnya sudah memberikan sebuah solusi penyatuan kalender umat Islam yang sangat cantik. Kongres tersebut memutuskan Iedul Fitri 1437H jatuh pada 5 Juli 2016 untuk seluruh wilayah di Bumi. 

Namun, Arab Saudi secara tradisi selalu menggunakan metoda rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan Ramadan, Syawwal, dan DzulHijjah. Pada maghrib 4 Juli 2016 lalu, ternyata tidak ada laporan bersumpah yang menyaksikan kehadiran hilal, sehingga Mahkamah Agung Arab Saudi menetapkan Iedul Fitri 1437H jatuh pada 6 Juli 2016. 

Namun, fakta astronomis menunjukkan bahwa sejak sekitar jam 15:05 tanggal 4 Juli 2016, selama 28 jam, hilal sebetulya telah lahir dan membesar di Arab Saudi. Itulah fase Bulan yang menandai telah masuknya 1 Syawwal 1437H pada 5 Juli 2016. Selengkapnya, silahkan download dari:

https://drive.google.com/open?id=0B7t1e2Z_T0_-TjBSdDRfUHFxb3c

Selamat membaca

Monday, July 11, 2016

Kekacauan akibat dogma visibilitas hilal

Peristiwa penetapan awal bulan Syawwal 1437H semakin menunjukkan kekacauan visibilitas hilal sebagai kriteria saintifik untuk menentukan awal bulan Islam. Umat Islam Indonesia yang seharusnya melakukan ibadah 12 jam lebih awal daripada ibadah yang sama yang dilakukan oleh umat Islam di Amerika Tengah, dalam Iedul Fitri lalu, malah HARUS melakukannya 12 jam lebih lambat. Ini adalah gambaran sistem waktu yang kacau-balau. 

Silahkan download file PDF nya dari link berikut untuk versi bahasa Indonesia di:
https://drive.google.com/open?id=0B7t1e2Z_T0_-TmtWc0FWWWk4VDA

Edisi bahasa Inggris dapat didownload dari:
https://drive.google.com/open?id=0B7t1e2Z_T0_-RkdPV0hvVmpERTA

Selamat membaca.

Sunday, July 3, 2016

Analisis 1 Syawal 1437H

Berikut adalah detil teknis untuk menjelaskan mengapa Kongres Penyatuan Kalender Hijriah di Turki pada akhir Mei 2016 lalu memutuskan bahwa sholat Iedul Fitri seharusnya dilakukan pada pagi 5 Juli 2016. Padahal di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, hilal pada maghrib 4 Juli 2016 akan berada di bawah ufuk.

Contoh basis hitungan yang diberikan adalah untuk kota Yogyakarta, Indonesia. Pembaca dapat melakukan simulasi dengan menggunakan data astronomis kota lain di Asia Tenggara yang dapat diperoleh dari software astronomi yang biasa digunakan.

Ada dua versi, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Insya Allah, versi bahasa Arabnya akan menyusul, meskipun tidak akan dalam waktu yang singkat.

Yang versi bahasa Inggris silahkan download melalui:

https://drive.google.com/open?id=0B7t1e2Z_T0_-YUIwUEhXR01md3c

Sedangkan yang versi bahasa Indonesia silahkan download melalui:

https://drive.google.com/open?id=0B7t1e2Z_T0_-N0R4UTh0SXpqbms

Selamat membaca.