Saturday, June 28, 2014

Selamat datang Mr. Thierry Legault dan semoga sukses Rukyatul Hilal Qobla al-Ghurub (RHQG)

Assalamualaikum ww,

Dengan referensi Jakarta, pada jam 17:02, 27 Juni 2007 terjadi ijtimak (konjungsi) perpindahan dari manzilah terahir peredaran Bulan di bulan Sya'ban ke manzilah pertama peredaran Bulan di bulan Ramadan 1435H. Secara matematis, maka perpindahan manzilah seperti ini adalah merupakan titik NOL yang dimensionless. 


Menurut Ya-Sin: 40, pada manzilah terakhir peredaran Bulan, fase Bulan akan tampak berbentuk al-'urjun (tandan kurma yang tua). Dengan demikian, any minutes setelah titik NOL di atas, maka bentuk fase Bulan akan mengalami proses transformasi berubah menjadi "mirror image" dari al-'urjun yang dinamakan hilal.


Saya mendengar bahwa pemegang rekor dunia pemotretan hilal tertitpis di dunia pada saat terjadi konjungsi, Mr. Thierry Legault (Perancis) akan berkunjung ke Indonesia pada 27 Juni ini. Ini adalah sebagai follow-up dari kunjungan beliau beberapa bulan lalu saat memberikan pelatihan2 pemotretan hilal kepada komunitas "Rukyatul Hilal Qobla al-Ghurub (RHQG). Upaya ini dilanjutkan dengan upaya pemotretan hilal pada saat2 yang kritis yaitu pada saat maghrib 27 Juni.


Harus diingat bahwa window untuk memotret hilal pada saat maghrib pada 27 Juni 2014, memang sangat sempit sekali. Yaitu hanya sekitar 3 menit (waktu) karena ketinggian hilal juga sangat rendah yaitu hanya sekitar 0.7 derajat (busur). Tiga menit ini bermakna: ketika Matahari tenggelam pada jam 17:49, tiga menit kemudian, Bulan akan tenggelam pada jam 17:52 WIB. 


Berhasil ataupun tidaknya komunitas RHQB memotret hilal pada window yang hanya 3 menit ini, tidak akan mempengaruhi fakta bahwa sains dan teknologi telah mampu membuktikan kehadiran hilal secara fisik selama selama 23 jam dan 55 menit yang lain dalam manzilah pertama peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi secara semu (akibat rotasi Bumi) selama 24 jam. Artinya sains dan teknologi telah mampu membuktikan kehadiran hilal secara fisik pada 99.7% window yang tersedia pada manzilah pertama peredaran Bulan seperti yang dijelaskan Ya-Sin: 40. Dengan demikian, sudah seharusnya umat Islam Indonesia mengawali puasa pada 28 Juni 2014. 


Untuk mengikuti penjelasan teknisnya, silahkan ikuti dan download screencast file berikut ini (bila perlu, copy paste link berikut ke browser Anda):


https://drive.google.com/file/d/0B7t1e2Z_T0_-VjBiLXlLWFdFUTg/edit?usp=sharing 


Untuk menghormati kehadiran pemegang rekor dunia pemotretan hilal tertipis dan upaya komunitas RHQG, saya memberi judul screnncast file saya dengan judul di atas.


Semoga bermanfaat.


Wassalamualaikum w. w.


0 comments: