Thursday, October 18, 2012

Analisis awal Dzulhijjah 1433H

Semula, saya memang sengaja tidak melakukan analisis awal Dzulhijjah 1433H karena sebetulnya posisi hilal sudah sangat tinggi pada pergantian Dzulkahidah dan Dzulhijjah 1433H ini. Dengan referensi Jakarta misalnya, pada maghrib 16 Oktober, hilal berada pada ketinggian 11.5 derajat, karena konjungsi toposentris telah terjadi pada jam 20:23 (WIB) pada hari sebelumnya (15 Oktober). Dengan referensi Mekah pun, konjungsi toposentris telah terjadi pada jam 16:04 (waktu Mekah) pada 15 Oktober. Sehingga, pada maghrib 16 Oktober di Mekah (jam 17:58), ketinggian hilal juga sudah tinggi, yaitu sekitar 9.6 derajat. Baik di Jakarta maupun di Mekah, posisi hilal pada 15 Oktober 2012 masih negatif (di bawah ufuk).

Dengan demikian, saya anggap tidak mungkin terjadi perselisihan penentuan awal Dzulhijjah 1433H ini karena ketinggian hilal jauh di atas batas imkan rukyat. Karena maghrib 16 Oktober 2012 adalah awal masuknya 1 Dzulhijjah 1433H, maka dalam kalender Umm al Qura University, 1 Dzulhijjah 1433H adalah bertepatan dengan 17 Oktober 2012 (lihat http://www.staff.science.uu.nl/~gent0113/islam/ummalqura.htm).

Namun, seperti telah saya diskusikan pada artikel sebelumnya (lihat http://cis-saksono.blogspot.com/2012/07/mengapa-78-umat-islam-mengawali-ramadan.html), Mahkamah Agung Arab Saudi memang sering menganulir hasil perhitungan hisab karena jika ada orang yang berani bersumpah melihat hilal pada 15 Oktober nya, misalnya, maka Mahkamah Agung Arab Saudi kemudian menetapkan maghrib 15 Oktober 2012 lah sebagai 1 Dzulhijjah. Meskipun kesaksian seperti ini disadari banyak yang salah (bertentangan dengan hasil hisab Umm al Qura Univ. atau bahkan perhitungan hisab umat Islam di dunia), namun Mahkamah Agung Arab Saudi tampaknya tidak berdaya apa-2 karena memang sunnah Rasul mengajarkan demikian. 

Alhamdulillah, tampaknya, kesaksian bersumpah seperti ini tidak ada pada 15 Oktober 2012 lalu. Sehingga, insya Allah, Mahkamah Agung dan selanjutnya Kerajaan Arab Saudi akan menetapkan tanggal 26 Oktober yang akan datang sebagai Hari Iedul Adha 1433H. Dengan kata lain, tanggal 25 Oktober 2012 nanti sebagai Hari Arafah dimana kita di seluruh dunia disunnatkan untuk berpuasa untuk menghromati tamu Allah yang sedang melakukan prosesi puncak haji di Padang Arafah.

Tentang Hari Arafah ini, the Islamic Society of North America (ISNA) dan the Fiqh Council of North America (FCNA) tetap konsisten mengikuti keputusan Mahkamah Agung Arab Saudi dalam merayakan Hari Arafah ini, meskipun keputusan Mahkamah Agung Arab Saudi ini dianggap salah dan bertentangan dengan hasil perhitungan hisab. Alasan meraka, karena puasa Arafah kan memang dimaksudkan untuk menghormati sudara-2 Muslim yang sedang berwuquf di Arafah. 



Posisi hilal pada maghrib 16 Oktober 2012 lalu dapat diperoleh melalui hasil animasi Stellarium seperti dua gambar di atas. Yang pertama adalah posisi Bulan saat Matahari hampir tenggelam sempurna pada 16 Oktober 2012 lalu, sedangkan gambar yang kedua adalah kenampakan hilal saat kita zoom. Dapat dilihat pada informasi astronomis di kedua gambar di sebelah kiri atas, ketinggian hilal adalah sekitar 9 derajat dengan referensi Mekah.

0 comments: