Friday, October 28, 2011

Program animasi hilal


Assalamu’alaykum WW,

Ada sedikit kemajuan atas hasil penelitian saya mengenai pentingnya kalender Islam bukan saja untuk kehidupan spiritual tapi juga untuk keperluan bisnis umat Islam. Seorang mahasiswa Surabaya yg sedang menyelesaikan tesis S1 dalam Computer Science di universitas kami (UTHM) di Malaysia ini telah menolong saya membuat program simulasi hilal (terlampir). Lihat di "about this program". Program ini sudah merupakan file exe. Jadi silahkan di download, diekstrak, dan langsung dapat di-run. Kalau masih problem, tolong beri informasi, insya Allah akan kita perbaiki. Yg jelas di dua komputer saya di rumah dan kantor, berjalan OK.



Gambar simulasi terbagi atas tiga bagian. Bagian tengah adalah bagian utama simulasi yg menunjukan posisi terbentuknya fase2 Bulan. Bagian kanan ada dua. Yg atas adl gambaran kenampakan Bulan yg tersinari yg menghadap kita di Bumi. Yg bagian bawah (bagian ini dapat diputar2 dengan mendrag bola langit dengan mouse) menunjukkan posisi Bulan dan Matahari yg diproyeksikan pada bola langit, sehingga keduanya tampak dalam satu lintasan. Menurut saya, ini persis seperti yg diisyaratkan Allah dalam Ya-Sin 38-40. Jadi kalau katanya ada seorang professor yang mengatakan interpretasi Ya-Sin seperti yg saya gambarkan ini salah (maksudnya Ya-Sin 38-40 itu hanya menjelaskan bahwa Matahari dan Bulan itu berada pada lintasan yg berbeda sehingga tidak mungkin ketemu), menurut saya, dia justru malah salah besar. Karena dalam perhitungan Astronomi Geodesi (gemoteris), untuk memperoleh akurasi yg paling tinggi, perhitungan gerakan Matahari dan Bulan harus diproyeksikan ke bola langit yg jejarinya tak terhingga. Jadi firman Allah itu benar2 mengakomodasi pengertian astronomi geometris dan astronomi umum. Ini sangat luar biasa dan menunjukkan kualitas firman dari pencipta alam semesta Yang Maha Agung. Bagian kanan bawah ini juga dapat menunjukkan keadaan siang dan malam jika Matahari memang telah terbit atau tenggelam.

Bagian bawah, ada dua juga. Keduanya unt mengontrol mode simulasi (otomatis atau manual) dan kecepatan simulasi (menit, jam, hari jika simulasinya manual).

Silahkan dimulai simulasi pada kedudukan Matahari telah tenggelam (disk bagian atas telah menyentuh horizon), sedangkan untuk Bulan, tempatkan bagian disk bawah Bulan yg baru menyentuh horizon. Ini dapat diperoleh dengan menggerakkan (drag) orang dan Bulan di kotak utama, dg melihat posisi Bulan dan Matahari di kotak kanan bawah unt mengontrol ini secara manual. Dalam kedudukan sept ini, ketinggian hilal adl sekitar 0.5 derajat saja, jauh di bawah 2 derajat syarat imkan-rukyat yang dipersyaratkan oleh pemerintah Indonesia. Sementara itu, di kotak sebelah kanan atas, tampak hilal yg sangat tipis. Definisikanlah ini adalah posisi maghrib di Jakarta yg mengawali bulan Qomariyah.

Kemudian gerakkan secara manual dg tombol perubahan jam di kotak bawah (kanan). Setelah 9-10 jam (menjelang subuh di Jakarta), hilal akan tampak semakin besar. Memang di Jakarta, hilal yg sudah membesar ini tidak akan tampak karena kita berada berseberangan pada bola langit yg berbeda dg Bulan. Putar bola langit di kotak kiri bawah dengan men-drag untuk melihat langit bagian barat jika diperlukan. Tapi kalau kita di Santiago (Chile) yg saat itu telah maghrib, hilal akan cukup tinggi. Dalam kasus Iedul Fitri lalu, pada tanggal 29/8/2011 lalu, saat maghrib di Santiago, hilal berada pd ketinggian 11 derajat. Apakah hilal yg tampak di Santiago ini berbeda dg yg di Jakarta? Ya jelas sama, cuma kita enggak bisa melihatnya di Jakarta meskipun saat itu di Jakarta telah masuk tanggal 30/8/2011 sekitar jam 4:24 menjelang subuh. Ketinggian hilal saat itu terhadap horizon Jakarta bagian timur adalah -37 derajat (di bawah ufuk).

Lanjutkan gerakan manual per jam sehingga pada posisi jam 9 pagi Jakarta. Pada saat itu seharusnya di Jakartapun kita dapat melihat hilal yg semakin besar lagi. Tapi ya enggak kelihatan wong Matahari bersinar terang benderang. Bagaimana agar dapat melihat hilal? Pergilah ke San Diego (California) yg saat itu maghrib. Pada saat maghrib di San Diego 29/8/2011 lalu, tinggi hilal hampir 3 derajat, dan hilal itu jugalah sebetulnya yg ada di wilayah udara Jakarta meskipun masih di bagian timurnya. Ketinggian hilal pada saat itu adalah sekitar +34 derajat dari horizon timur Jakarta.

Jadi konsep imkan-rukyat tentang tinggi hilal minimum 2 derajat itu, enggak masuk akal sama sekali. Secara syar'i maupun saintifik. Persyaratan untuk merukyat hilal pun menurut saya sesuai dg hadis Rasul, ya unt kaum yg tak bisa menghitung. Kalau unt yg bisa menghitung, daripada mengirim ratusan orang ke 90 titik di wilayah Indonesia, ya kirimlah beberapa orang saja dan rukyatlah di Santiago atau San Diego, kemudian umat di Jakarta diperintahkan untuk membatalkan saum pada hari itu, karena haram hukumnya. Hilal sudah membesar saat pagi tg 1 Syawwal 1432-H itu atau pada 30/8/2011, meskipun ENGGAK KELIHATAN! Enggak kelihatan oleh mata, tapi dapat dilihat oleh orang yang enggak malas berfikir.

Memang simulasi di atas tidak menggunakan hitungan yg robust krn tujuannya hanya menunjukkan secara grafis posisi Bulan, Matahari, dan kenampakan hilal. Kami sedang mendevelop software lain yg sangat robust dg basis Stellarium (opensource), dan insya Allah akan kami bagikan gratis juga bersamaan terbitnya buku saya (sebagai bonus) berjudul sementara "Pseudo Shariah Economy and Muslims' Civilization Debt". Insya Allah, 9-10 bulan yad. Software yg ke dua nanti akan memiliki kualitas grafis yg jauh lebih baik (karena basisnya Stellarium), dan hitungan yg sangat robust. Insya Allah, perhitungan al-ayymi al-biydh akan kami tampilkan di sana unt memverifikasi konsep "wujudul hilal" yg memenuhi kriteria syar'i dan saintifik sekaligus.

Semoga Allah memberikan kekuatan dan panjang umur pada saya untuk menyelesaikan tugas ini. Saya juga berterima kasih pada rakyat Malaysia yg telah membiayai proyek riset ini melalui uang pajak mereka. Semoga Allah melimpahkan pahala unt mereka. Sebetulnya, dua modul astronomi ini tidak masuk dalam kontrak riset saya. Namun, krn alhamdulillah saya telah merampungkan riset saya lebih cepat dari rencana, energi dan biaya saya gunakan unt modul2 yg sebetulnya hanya penunjang bagi riset ini, termasuk menulis buku.

Semoga bermanfaat, dan dimohon masukannya unt perbaikan selanjutnya.


Wassal’amualaykum WW,
Tono Saksono

Saturday, October 8, 2011

Digital Property Price Modeling

Salah satu potensi sumbangan surevyor dalam industri real estate dan valuation (penilaian) dapat dilihat dari hasil penelitian awal yg saya lakukan untuk ASIAN CONFERENCE ON REAL ESTATE 2011 (ACRE-2011) yang lalu di Johor Bahru, Malaysia. Yang tertarik, silahkan download paper dalam pdf format berikut:

DOWNLOAD FILE

Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan tugas mengiringi mahasiswa UTHM ke Kuching, Sarawak pada Maret 2011 lalu. Hasil sementara cukup menggembirakan. Insya Allah, segera disusun proposal riset pada Kementerian Pengajian Tinggi atau institusi lain di Malaysia ini.

Semoga bermanfaat dan wassalam,
Tono Saksono