Thursday, July 28, 2011

Analisa Sya'ban dan Ramadan 1432-H

Beberapa waktu lalu, ada seorang ustadz di masjid kami di Kemang Pratama, Bekasi, mengirim email menanyakan tentang kemungkinan Sya'ban dan Ramadan tahun ini berturut-turut berumur 29 hari. Pada email jawaban pertana, tanpa hitungan detil karena enggak bawa laptop, saya katakan jumlah bulan dalam kalender Islam itu memang tidak beraturan. Jadi bisa saja, terjadi 29 hari berturut-2.

Berikut, jawaban saya yg detil setelah melihat fenomena karakteristik Bulan, Bumi dan Matahari pada bulan-2 Juli 2011. Semoga bermanfaat.

Saya sudah coba liat hal2 yang Pak Rikza tanyakan. Berikut ulasan saya (semua hitungan adl dengan basis Jakarta):

  1. 31/Juli/2011. Konjungsi akan terjadi pada jam 01:40. Matahari tenggelam pada jam 17:55 sedangkan Bulan tenggelam pada jam 18:26 (beda waktu tenggelam Matahari dan Bulan 31 menit). Saat Matahari tenggelam, ketinggian Bulan adalah 7.3 derajat. Dengan demikian dua syarat manjingnya awal bulan Ramadan terpenuhi yaitu: telah terjadi konjungsi, dan Matahari telah tenggelam melampaui Bulan. Jadi rasanya semua akan sepakat bahwa puasa akan dimulai pada 1/Agustus/2011.
  2. 29/Agustus/2011. Konjungsi terjadi pada jam 10:04. Matahari tenggelam jam 17:53 sedangkan Bulan tenngelam jam 18:02 (beda waktu hanya 9 menit). Akibatnya, ketika Matahari tenggelam, tinggi Bulan hanya 2.1 derajat. Meskipun hanya tipis di atas batas threshold dari Dept Agama (ketinggian Bulan 2.0 derajat), tapi rasanya (inya Allah) Dept Agama juga akan menetapkan 29/Agustus/2011 maghrib sebagai awal Syawwal sehingga Iedul Fitri akan ditetapkan pada 30/Agustus/2011. Jadi Ramadan hanya 29 hari.
  3. Yang bapak tanyakan mengapa bula Syaban juga 29 hari? Mari kita lihat data untuk bulan Sya'ban.
  4. 1/Juli/2011. Konjugsi terjadi pada jam 15:54. Matahari tenggelam pada 17:50, dan istimewanya Bulan juga tenggelam pada jam sama yaitu 17:50. Jadi beda waktu adalah NOL menit, Secara matematik, ketinggian Bulan saat maghrib adalah hanya 0.1 derajat. Nah karena ketinggian Bulan kurang jauh dari batas threshold Dept Agama yg minimal harus 2 derajat, maka ada kemungkinan Dept Agama menetapkan syarat minimum 2 derajat itu pada hari berikutnya yaitu 2/Juli/2011 maghrib, sehingga 1 Sya'ban jatuh pada 3/Juli/2011. Kalau memang demikian, maka memang Sya'ban menjadi 29 hari juga.
  5. Namun, menurut keyakinan saya, sebetulnya 1 Sya'ban tetap terjadi pada 2/Juli/2011. Artinya meskipun ketinggian Bulan sangat rendah (0.1 derajat) pada 1/Juli/2011, tapi dua syarat astronomis telah terpenuhi (konjunggsi dan Matahari telah melampaui Bulan saat tenggelam, meskipun nyaris bersamaan tenggelamnya). Dg demikian, jika keyakinan saya yang benar, maka Sya'ban jadinya 30 hari.
  6. Sekarang mari kita liat bukti astronomis dan syar'i yang lain. Rasulullah SAW menetapkan sunnah puasa pada "hari2 putih" (al-ayymi al biydh) yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 hijriyah. Saya lampirkan data Excel waktu tenggelam Matahari dan waktu terbitnya Bulan sepanjang bulan Juli 2011. Rupanya Rasulullah menamakan hari2 putih ini disebabkan pada 3 hari tersebut, Bumi (dlm hal ini Jakarta) tidak mengalami gelap karena ketika Matahari tenggelam, sinar purnama telah muncul. dari data tsb, saya beri highlight, maka tampaklah bahwa jika 1 Sya'ban dimulai pada 2/Juli/2011 maghrib, maka tanggal 15 Sya'ban terjadi pada 16/Juli/2011. Padahal pada hari itu, ketika Bulan terbit (purnama), Matahari telah terbenam hampir 1 jam sebelumnya. Jadi tanggal 15 Syaban seharusnya tepat dimulai pada 15/Juli/2011.
  7. Ini semakin meyakinkan saya bahwa hadis puasa hari putih sebetulnya merupakan isyarat astronmis yang sangat canggih dari Rasul untuk melakukan double check kemungkinan kehilafan saat penentuan awal bulan Qomariyah. Sekaligus lebih meyakinkan saya, bahwa ketentuan 2 derajat tinggi hilal dari Dep Agama itu sebetulnya tidak tepat. Dengan kata lain, ketinggian berapapun Bulan pada saat Matahari tenggelam, jika dua syaratnya telah terpenuhi, maka telah syah awal bulan Qomariyah. Termasuk jika ketinggian Bulan NOL sekalipun (Bulan dan Matahari tenggelam bersama2). Nah, unt menceknya, Rasulullah meninggalkan kita hadis hari2 Putih sebagai pesan astronomis yg sangat canggih.
Wallahu a'lam bis showab.

Semoga bermanfaat, wassalam

Tono Saksono

Data astronomis Bulan dan Matahari pada Juli 2011
Date Maghrib Moonrise
1/7/2011 17:50 5:44
2/7/2011 17:50 6:38
3/7/2011 17:50 7:30
4/7/2011 17:51 8:20
5/7/2011 17:51 9:08
6/7/2011 17:51 9:56
7/7/2011 17:51 10:43
8/7/2011 17:51 11:31
9/7/2011 17:52 12:22
10/7/2011 17:52 13:15
11/7/2011 17:52 14:10
12/7/2011 17:52 15:08
13/07/2011 17:52 16:06
14/07/2011 17:53 17:03
15/07/2011 17:53 17:57
16/07/2011 17:53 18:49
17/07/2011 17:53 19:37
18/07/2011 17:53 20:23
19/07/2011 17:53 21:08
20/07/2011 17:54 21:51
21/07/2011 17:54 22:35
22/07/2011 17:54 23:19
23/07/2011 17:54 23:42
24/07/2011 17:54 0:05
25/07/2011 17:54 0:54
26/07/2011 17:54 1:45
27/07/2011 17:54 2:37
28/07/2011 17:55 3:31
29/07/2011 17:55 4:26
30/07/2011 17:55 5:19
31/07/2011 17:55 6:11