Thursday, June 30, 2011

Pseudo shariah economy & Muslims' civilization debt

AssWW,

Alhamdulillah, riset saya tentang konsep pembaharuan sistem ekonomi syariah yang saya anggap masih cacat telah hampir selesai.

Intinya, karena sistem ekonomi syariah sekarang ini sistem akuntansinya masih menggunakan kalender Masehi, maka akan terjadi potensi kekurangan pembayaran zakat yang menumpuk dari waktu ke waktu dan bertambah besar. Penyebabnya karena kalender Masehi adalah 11.53 hari lebih panjang dari kalender Hijriyah, padahal perhitungan haul zakat seharusnya menggunakan kalender Islam Hijriyah. Kira2, ini sama dengan kasus penyewa rumah yang seharusnya membayar sewa pada setiap akhir bulan, tapi dia membayar uang sewanya selalu mundur dua hari dari tanggal pembayaran sewa sebelumnya. Maka dalam satu tahun, si penyewa ini akan overstay selama 24 hari.

Ekonomi syariah yang seperti inilah yang saya namakan pseudo shariah economy yang akan mengakibatkan hutang peradaban Islam yang akan diwarisi oleh generasi anak-cucu kita.

Di universitas kami, semua Profesor Madya diwajibkan memberikan kuliah umum dalam bentuk "UTHM Lecture Series. Saya dapat giliran pada 15 Juni 2011 lalu. Dalam makalah tsb, saya menjelaskan mengapa sistem ekonomi syariah kita selama ini hanyalah "pseudo shariah economy". Makalah tsb dapat di download dari URL berikut:

http://www.mediafire.com/?ltuifbfws5d5ezf

Namun, hasil2 riset yg lebih up to date, belum saya masukkan dalam makalah di atas. Insya Allah akan saya jelaskan pada makalah2 berikutnya yg saya siapkan unt beberapa jurnal ilmiah. Namun konsepnya dapat diikuti pada file pps berikut:

http://www.mediafire.com/?82htnab8c44abs5

Dengan algoritma econometric modeling yang sudah saya kembangkan ini, dengan demikian, bank syariah atau bisnis Muslim yang sudah terlanjur melakukan laporan keuangannya selama berpuluh tahun menggunakan kalender Masehi, sekarang memiliki opsi unt memperbaikinya:

1. Meng-hire konsultan keuangan untuk mengulang laporan keuangnnya yg telah berpuluh tahun tsb ke dalam sistem kalender Islam dimana tutup bukunya mungkin pada 1 Muharram (atau 1 Ramadan, jika ingin disatukan dengan saat membayar zakat fitrah). Kemudian hitung dan bayarkan kekurangan zakatnya;
2. Menggunakan algoritma yg telah saya kembangkan untuk menghitung kekurangan pembayaran zakatnya, dan kemudian bayar kekurangannya tsb. Ongkosnya jelas jauh lebih murah dari fee konsultan keuangan;
3. Enggak usah dibayarkan kekurangan zakatnya, tapi harus bisa menjawab ketika Allah menanyakan ini di akhirat nanti.

Scientific evidences tentang pseudo shariah economy, dan akurasi algoritma yg saya kembangkan dapat dilihat pada dua file di atas, dan mungkin beberapa makalah lain yang akan saya terbitkan nanti.

Alhamdulilah, universitas (UTHM) juga telah menyetujui pembiayaan sebesar RM 5,000 (hampir Rp 15 juta) untuk biaya artwork untuk menerbitkan buku saya nantinya yang berjudul: "Pseudo Shariah Economy and Muslims' Civilization Debt". Biaya di atas adalah diluar biaya cetak dan penerbitan tentu saja.

Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan pertolongan.

Wassalam,

3 comments:

Anonymous said...

Bagus sekali pak Tono, saya kira ini suatu ilmu yang sangat baru, membuat saya menjadi sadar bahwa selama ini ekonomi syariah kita sedikit kurang pas.
Semoga Allah membalas amal baik ini, jazakallah.
Salam

Anonymous said...

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran bagi Dr. Tono untuk dapat merampungkan risetnya dan ini bernilai ibadah.. amiin

salam Tiara yang juga sempat melihat presentasi langung Dr. Tono di international zakat conference.
I hope that Dr. Tono's findings can provide valuable contribution to the Islamic world

Tono Saksono said...

Thanks for your interest and support