Tuesday, August 11, 2009

Seharusnya tidak ada dua Iedul Fitri 1430H

Tono Saksono, Ph.D[1]

Tulisan di Kompas tanggal 2 Agustus lalu yang berjudul “Muhammadiyah Akan Berlebaran Lebih Awalsangat menarik karena mengupas kemungkinan terjadinya perbedaan penetapan Iedul Fitri 1430H menurut tanggalan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar nomor dua di tanah air. Dalam beberapa ceramah dan konferensi yang saya lakukan dan ikuti tentang Kalender Islam, saya selalu optimis bahwa pada tahun 2009 ini, insya Allah tidak akan terjadi perbedaan penentuan awal puasa, Iedul Fitri maupun Iedul Adha karena posisi hilal pada perpindahan menjelang hari besar umat Islam tersebut pada tahun 2009 ini cukup tinggi. Pada pergantian Sya’ban dan Ramadan 1430H (21 Agustus 2009) misalnya, ketinggian hilal berdasarkan perhitungan astronomis akan sekitar 12,1 derajat, sedangkan pada pergantian Ramadan dan Syawal 1430H (19 September 2009) ketinggian hilal akan sekitar 6,3 derajat. Keduanya jauh di atas batas threshold yang ditetapkan oleh Departamen Agama sebesar dua (2) derajat. Baru pada pergantian Sya’ban dan Ramadan 1431H tahun depan (10 Agustus 2010), ketinggian hilal akan hanya sekitar 2,8 derajat, sebuah posisi yang sangat kritis hanya sedikit di atas ambang batas dua derajat. Dengan demikian, bila pada Iedul Fitri 1430H yang akan datang memang terjadi perbedaan antara penetapan Departemen Agama dan Muhammadiyah, ini akan merupakan peristiwa yang luar biasa.

Download ulasan selengkapnya.....


[1] Guru Besar Madya, Faculty of Technology Management, University Tun Hussein Onn Malaysia, Johor.

0 comments: