Monday, July 13, 2009

Pentingnya Kalender Islam

Kalender Islam adalah kalender lunar yang setiap tahun bergerak lebih cepat sekitar 11,53 hari (sekitar 3,2%) terhadap kelender Masehi (Gregorian). Jadi dalam setiap 30 tahun kiprah profesinya, seorang profesional Muslim akan kehilangan kewajiban membayar zakatnya sekitar satu tahun bila perhitungan zakat kita menggunakan kalender Masehi. Kita dapat beralibi bahwa: ya ini kita lakukan karena sebagai pegawai kita juga dibayar berdasarkan kelender Masehi, maka kita membayar zakat juga berdasarkan kelender Masehi. Baik, tapi bagaimana dengan hasil kebun mangga, ternak ayam, saham, atau emas yang tersimpan di safety box yang kita miliki? Apakah kita telah menghitung zakatnya juga berdasarkan kalender Islam? Bagaimana pula dengan pengusaha Islam yang membayar karyawannya berdasarkan kalender Masehi sehingga menyebabkan karyawannya mengabaikan pembayaan zakat yang benar menurut kalender Islam? Dengan ketidakpedulian umum umat Islam pada kelender Islam, hampir dapat dipastikan bahwa umat Islam telah mengabaikan perbedaan ini. Jika Islam telah ada sekitar 1,400 tahun di dunia ini, maka setidak-tidaknya umat Islam secara menyeluruh berhutang pada Allah sekitar 40 tahun membayar zakat yang harus diberikan pada kaum fakir. Pada World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-5 pada 2-4 Maret 2009 di Jakarta, ternyata aset industri perbankan syariah dunia telah mencapai sekitar US$ 1 triliun. Jika aset umat Islam (termasuk yang disimpan di bank non-syariah) sebetulnya adalah sepuluh kalinya, maka angka agregat hutang umat Islam dengan mengabaikan perhitungan zakat berdasarkan kalender Islam yang selama 40 tahun juga adalah sekitar US$ 10 tirilun. Ini adalah hutang kumulatif umat Islam selama 1.400 tahun peradabannya pada Allah yang harus dibayarkan pada kaum fakir! Baca artikel selengkapnya……

0 comments: