Sunday, November 1, 2009

Hutang peradaban Islam akibat mengabaikan Kalender Islam

Pada 28-29 Oktober lalu, Universiti Sains Malaysia (USM, salah satu ivy league di Malaysia) menylenggarakan konferensi ke 3 tentang Islamic Capital Market. Tidak tampak akademisi maupun praktisi ekonomi syariah Indonesia yang datang. Hanya dua orang Indonesia yang hadir (Dr. Miftah dan saya), itupun mewakili institusi pendidikan tinggi Malaysia. Tampaknya kita masih belum memberikan perhatian pada pembangunan pasar modal Islam (dan ekonomi syariah secara umum) seintens seperti apa yang telah dilakukan Malaysia. Malaysia, bahkan mengklaim bahwa yang sedang mereka lakukan telah jauh lebih maju daripada yang dikembangkan di negara-negara Timur Tengah. Itulah sebabnya, Malaysia juga mengklain sebagai international hub bagi pembangunan ekonomi syariah di dunia. Kapankah para ilmuwan Islam Indonesia turut bagian dalam pengembangan ekonomi syariah yang sangat penting ini?

Makalah saya sendiri mengupas masalah hutang peradaban Islam sebesar US$ 10 triliun akibat infrastruktur ekonomi Islam mengabaikan penggunaan kalender Islam sebagai time base managementnya. Saya mengatakan bahwa ekonomi syariah yang selama ini kita kembangkan adalah hanya "Quasi Shariah Economy". Dalam penelitian yang saya lakukan, saya melakukan simulasi kepemilikan saham General Electric, Microsoft, dan emas dengan menggunakan data harga sahamnya yang tersedia selama dua puluh tahun. Hasilnya ternyata sangat mencengangkan, dan menurut saya umat Islam harus melihat "zakat embezzlement" ini bahkan lebih serius daripada isu krisis keuangan global, atau bahkan isu pemanasan global sekalipun. Banyak peserta konferensi yang mengatakan: "We didn't realize until you present your paper, and this is really very very serious". Seorang peserta lain mengatakan: "I wish I haven't done with my Ph.D, because this must be a very challenging research topic". Bagi yang tertarik (versi bahasa Indonesia, insya Allah akan saya siapkan dalam beberapa hari lagi), silahkan...


Sunday, September 13, 2009

Astronomical Analysis of Iedl Fitr 1430H

Astronomically, insya Allah, Ramadan 1430H will end when the Sun sets on the early eve of 19 September 2009. Conducted checks using astronomical software independently developed by three independent organizations reveal that the conjunction that marks the transition of monthly cycle of the moon orbiting the earth will occur at about 1:43 AM Jakarta time, or 2:43 AM Kuala Lumpur time on 19 September 2009. Conjunction refers to the very near approach of one celestial object (e.g. the sun) to another (e.g. the moon), as seen in the sky from a third heavenly body (the earth). In this position, the unlit part of the moon surface is perfectly facing to the observer on the earth; therefore, the moon will be totally black and invisible to our eyes. This condition marks the ‘new moon' in astronomy.

Thursday, August 27, 2009

Rasa Sayang, Tari Pendet, Reyog Ponorogo: dari Persepektif Lain

Sekali lagi, masyarakat Indonesia heboh dengan isu yang entah mengapa dilontarkan seolah-olah Malaysia telah membajak kebudayaan Indonesia. Saya takut, jangan-jangan memang ada sebuah invisible hand yang memang selalu ingin membuat dua bangsa serumpun ini selalu berselisih. Padahal betapa indahnya bila dunia ini aman dan damai. Seorang teman mengirimkan email tentang bagaimana isu-isu tentang lagu Rasa Sayang, reyog Ponorogo, tari Pendet, dan sebagainya di Malaysia. Tulisan ini bermaksud mengulas dari kacamata dan persepektif berbeda dari saya sebagai orang Indonesia yang saat ini bekerja di Malaysia.

Thursday, August 13, 2009

Jadwal puasa untuk beberapa kota

Assalamualaykum WW,

Berikut ini saya sampaikan jadwal ibadah puasa beberapa kota di Indonesia dan Malaysia. Perhitungan ini dilakukan dengan akurasi yang tinggi menggunakan beberapa software astronomi sebagai cek. Dari upaya tersebut, diperoleh harga root mean square error (RMSE) sebesar 25-30 detik (waktu). Namun demikian, kesalahan masih mungkin saja terjadi, terutama bila masukan harga lintang (latitude) dan bujur (longitude) kota yang bersangkutan salah (misal: salah tanda yang seharusnya lintang positif (di atas equator) dimasukkan negatif (di bawah equator). Para pengguna dimohon untuk melaporkan terjadinya keraguan semacam ini, sehingga secepatnya dapat dikoreksi. Untuk kerjasama yang diberikan diucapkan terima kasih.

Khusus untuk Jakarta dan Kuala Lumpur, saya lampirkan juga perhitungan ayyami al-biydh (hari-hari putih) yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Islam. Pada hari-hari itu, Bulan Purnama akan terbit sebelum Matahari tenggelam. Ini dilakukan untuk mencek bahwa 1-Syawal-1430H memang bertepatan dengan tanggal 20-September-2009 di wilayah-wilayah sekitarnya.

Untuk men-download, silahkan klik nama kota yang diminati:

Untuk Indonesia:

Tuesday, August 11, 2009

Seharusnya tidak ada dua Iedul Fitri 1430H

Tono Saksono, Ph.D[1]

Tulisan di Kompas tanggal 2 Agustus lalu yang berjudul “Muhammadiyah Akan Berlebaran Lebih Awalsangat menarik karena mengupas kemungkinan terjadinya perbedaan penetapan Iedul Fitri 1430H menurut tanggalan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar nomor dua di tanah air. Dalam beberapa ceramah dan konferensi yang saya lakukan dan ikuti tentang Kalender Islam, saya selalu optimis bahwa pada tahun 2009 ini, insya Allah tidak akan terjadi perbedaan penentuan awal puasa, Iedul Fitri maupun Iedul Adha karena posisi hilal pada perpindahan menjelang hari besar umat Islam tersebut pada tahun 2009 ini cukup tinggi. Pada pergantian Sya’ban dan Ramadan 1430H (21 Agustus 2009) misalnya, ketinggian hilal berdasarkan perhitungan astronomis akan sekitar 12,1 derajat, sedangkan pada pergantian Ramadan dan Syawal 1430H (19 September 2009) ketinggian hilal akan sekitar 6,3 derajat. Keduanya jauh di atas batas threshold yang ditetapkan oleh Departamen Agama sebesar dua (2) derajat. Baru pada pergantian Sya’ban dan Ramadan 1431H tahun depan (10 Agustus 2010), ketinggian hilal akan hanya sekitar 2,8 derajat, sebuah posisi yang sangat kritis hanya sedikit di atas ambang batas dua derajat. Dengan demikian, bila pada Iedul Fitri 1430H yang akan datang memang terjadi perbedaan antara penetapan Departemen Agama dan Muhammadiyah, ini akan merupakan peristiwa yang luar biasa.

Download ulasan selengkapnya.....


[1] Guru Besar Madya, Faculty of Technology Management, University Tun Hussein Onn Malaysia, Johor.

Thursday, July 30, 2009

Ekonomi syariah yang kita bangun ternyata cacat

Tanpa menggunakan kalender Islam, ekonomi syariah yang kita bangun ternyata cacat. Tahun qomariyah Islam lebih pendek sekitar 11,5 hari (3,2%) daripada kalender Gregorian. Sehingga, jika perbankan syariah yang selama ini kita bangun tetap menggunakan kalender Gregorian dalam perhitungan accounting year-nya, maka dalam setiap 30 tahun, akan ada satu tahun zakat korporasi yang harus dibayar oleh perusahaan milik umat Islam yang tidak terbayar zakatnya. Jika peradaban Islam telah ada sekitar 1,400 tahun, dan selama itu pula pembayaran zakat korporasi perusahaan milik umat Islam selalu menggunakan kalender Gregorian, maka hutang zakat yang belum terbayar oleh umat Islam selama peradabannya adalah lebih dari 40 tahun, yang angkanya diperkirakan sekitar US$ 10 triliun. Ini adalah makalah yang saya sampaikan dalam Islamic Economic Conference 2009 lalu di Universiti Sains Islam Malaysia.
Baca selanjutnya..... Untuk powerpoint presentation-nya: Download di sini...

Monday, July 13, 2009

Pentingnya Kalender Islam

Kalender Islam adalah kalender lunar yang setiap tahun bergerak lebih cepat sekitar 11,53 hari (sekitar 3,2%) terhadap kelender Masehi (Gregorian). Jadi dalam setiap 30 tahun kiprah profesinya, seorang profesional Muslim akan kehilangan kewajiban membayar zakatnya sekitar satu tahun bila perhitungan zakat kita menggunakan kalender Masehi. Kita dapat beralibi bahwa: ya ini kita lakukan karena sebagai pegawai kita juga dibayar berdasarkan kelender Masehi, maka kita membayar zakat juga berdasarkan kelender Masehi. Baik, tapi bagaimana dengan hasil kebun mangga, ternak ayam, saham, atau emas yang tersimpan di safety box yang kita miliki? Apakah kita telah menghitung zakatnya juga berdasarkan kalender Islam? Bagaimana pula dengan pengusaha Islam yang membayar karyawannya berdasarkan kalender Masehi sehingga menyebabkan karyawannya mengabaikan pembayaan zakat yang benar menurut kalender Islam? Dengan ketidakpedulian umum umat Islam pada kelender Islam, hampir dapat dipastikan bahwa umat Islam telah mengabaikan perbedaan ini. Jika Islam telah ada sekitar 1,400 tahun di dunia ini, maka setidak-tidaknya umat Islam secara menyeluruh berhutang pada Allah sekitar 40 tahun membayar zakat yang harus diberikan pada kaum fakir. Pada World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-5 pada 2-4 Maret 2009 di Jakarta, ternyata aset industri perbankan syariah dunia telah mencapai sekitar US$ 1 triliun. Jika aset umat Islam (termasuk yang disimpan di bank non-syariah) sebetulnya adalah sepuluh kalinya, maka angka agregat hutang umat Islam dengan mengabaikan perhitungan zakat berdasarkan kalender Islam yang selama 40 tahun juga adalah sekitar US$ 10 tirilun. Ini adalah hutang kumulatif umat Islam selama 1.400 tahun peradabannya pada Allah yang harus dibayarkan pada kaum fakir! Baca artikel selengkapnya……

Wednesday, April 22, 2009

Introduction to "A Proleptic Islamic Calendar"


File slide show buku "Mengkompromikan Rukyat & Hisab" dapat di-download dengan mengklik poster yang tersedia DI ATAS atau DI SAMPING KIRI. Ada dua belas file dengan ukuran total sekitar 16.4 MB. Anda harus men-download semua file tersebut.

Setelah Anda mengklik URL di atas, Anda akan dibawa ke website host (MediaFire) di mana saya menempatkan ke-12 file tersebut. Klik masing-2 URL unt setiap file dan simpanlah dalam satu folder tersendiri (sayangnya Anda tidak dapat men-download ke 12 file tersebut sekaligus...harus satu per satu). Tempatkanlah kesemua 12 file tersebut dalam satu folder. Sebelum Anda menjalankan slide show, bacalah dulu file PDF yang saya namakan "ReadMe", karena ini memuat bagaimana cara menjalankan slide show di atas. Namun demikian masing-masing file slideshow juga independen dan dapat dijalankan sendiri-sendiri.

Slide show ini akan bekerja optimum bila Anda menggunakan MS-Office 2007 (Power Point 2007) karena ada satu file yang tidak dapat bekerja bila digunakan MS-Office 2003. Bila Anda mengalami kesulitan, silahkan kirim email, insya Allah akan saya bantu. Wassalam.