Wednesday, August 13, 2008

Lunar Eclipse, August 17, 2008

Tono Saksono, Ph.D


Pada tanggal 17 Agustus 2008 yang akan datang, wilayah-wilayah Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia (termasuk Indonesia), dan Australia akan menyaksikan gejala alam yang menarik berupa gerhana Bulan yang menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Pada peristiwa gerhana Bulan, bagian Bulan yang tidak tampak (gelap) adalah betul-betul akibat tertutup oleh bayangan Bumi. Sedangkan pada kejadian harian yang kita alami, bagian Bulan yang tidak tampak/gelap adalah akibat posisi geometris permukaan Bulan yang tersinari Matahari hanya sebagian kecil saja yang tampak oleh kita di Bumi (fase Bulan). Jadi kedua peristiwa ini berbeda. Pada peristiwa gerhana Bulan, posisi Matahari, Bumi dan Bulan hampir berada pada posisi garis lurus sedemikian rupa sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.

Dalam posisi ini, bayangan Bumi yang terkena sinar Matahari akan membentuk sebuah kerucut raksasa di langit sana. Bayangan kerucut ini memiliki dua bagian utama yaitu umbra yaitu bagian tengah kerucut yang sangat gelap dan penumbra yaitu bagian pinggiran kerucut yang tidak terlalu gelap. Dengan demikian, gerhana Bulanpun terbagi atas tiga macam yaitu gerhana penumbral, gerhana sebagian, dan gerhana total. Gerhana total terjadi bila semua bagian Bulan masuk ke dalam bagian umbra sehingga Bulan pada kurun waktu tertentu akan tidak nampak sama sekali. Gerhana sebagian terjadi bila hanya sebagian permukaan Bulan saja yang masuk ke wilayah umbra, sebagian lain masuk dalam wilayah penumbra. Sedangkan Gerhana penumbral terjadi bila Bulan tidak memasuki wilayah umbra dan hanya memasuki wilayah penumbra.

Selama abad ke 21 ini, penduduk Bumi akan mengalami 230 kali gerhana Bulan dengan rincian 87 kali gerhana penumbral (37,8%), 58 kali gerhana sebagian (25,2%), dan 85 kali gerhana total (37,0%). Bila gerhana Bulan pada 21 Februari 2008 lalu adalah merupakan gerhana total, pada tanggal 17 Agustus 2008 nanti kita akan menyaksikan gerhana Bulan sebagian. F. Espenak dalam situs NASA menggambarkan secara grafis posisi dan waktu Bulan mulai masuk dan keluar kembali wilayah-wilayah penumbra dan umbra seperti pada Gambar-1 berikut, dengan terminologi teknis sebagai berikut:

P1: saat persinggungan luar pertama Bulan dengan penumbra (permulaan gerhana penumbral). Ini terjadi pada 16 Agustus jam 18:23:07 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 01:23:07 WIB.

U1: saat persinggungan luar pertama Bulan dengan umbra (permulaan gerhana umbral sebagian). Ini terjadi pada 16 Agustus jam 19:35:45 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 02:35:45 WIB.

Greatest eclipse: saat ketika Bulan melintasi wilayah yang paling dekat dengan sumbu utama bayangan Bumi (sumbu kerucut bayangan Bumi).

U4: saat persinggungan luar terakhir Bulan dengan umbra (gerhana umbral sebagian berakhir). Ini terjadi pada 16 Agustus jam 22:44:38 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 05:44:38 WIB.

P4: saat persinggungan luar terakhir Bulan dengan penumbra (gerhana penumbral berakhir) yang terjadi pada 16 Agustus jam 23:57:06 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 06:57:06 WIB.

Adapun cakupan wilayah Indonesia yang masuk ke dalam zona P1, U1, U4, dan P4 dapat dilihat pada Gambar-2 berikut. Wilayah Indonesia timur yang meliputi Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya hanya masuk wilayah-wilayah antara U1 dan U4. Sedangkan wilayah Indonesia barat yang meliputi Jawa dan Sumatera masuk dalam wilayah U4 dan P4. Dengan demikian, waktu sholat gerhana bagi dua wilayah Indonesia barat dan timur ini dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2008 dengan waktu yang diberikan seperti berikut:


Indonesia timur: 02:35:45 WIB sampai dengan 05:44:38 WIB.

Indonesia barat: 05:44:38 WIB sampai dengan 06:57:06 WIB.


Tidak ada yang mistis dalam peristiwa gerhana Bulan maupun Matahari karena Rasulullah SAW pun menolak ketika sahabat menghubung-hubungkan peristiwa gerhana yang kebetulan terjadi bertepatan dengan saat meninggal salah seorang putera beliau. Sholat gerhana hanya disunnatkan agar manusia selalu mengingat Allah SWT sebagai Sang Maha Pengatur dan Pemilik atas semua isi alam ini.


0 comments: