Friday, February 1, 2008

Muslim Renaissance: is it feasible?

Renaisans umat Islam: mungkinkah?

Tono Saksono, Ph.D

Menurut Wikipedia, salah satu pemicu gerakan renaisans Eropa yang cukup sahih ternyata adalah timbulnya sebuah black plague theory (teori wabah kelam) yang terjadi pada abad ke 14. Wabah penyakit yang timbul pada saat itu telah menyebabkan lebih dari sepertiga penduduk Eropa mengalami kematian yang melanda semua penduduk di berbagai lapisan strata sosial. Wabah ini menyerang raja, budak, pendeta, petani, orang beriman maupun pendosa. Tak ada seorangpun, baik para pendeta Kristen maupun para pengikutnya, yang dapat melindungi dan memberikan solusi atau penjelasan atas penderitaan orang di segala strata sosial ini. Kemelut sosial inilah yang telah menyebabkan sendi-sendi kepercayaan agama Kristen menjadi sangat goyah yang menyebabkan orang untuk berfikir pragmatis tentang kehidupannya di dunia saat itu daripada memikirkan kehidupan akhirat.

Bersamaan dengan eforia Renaisans, seorang tukang besi berkebangsaan Jerman, Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg menemukan sebuah terobosan teknologi yang sangat penting bagi peradaban manusia berupa penemuan teknologi pencetakan (printing) pada tahun 1447. Gutenberg menggunakan campuran logam untuk pencetakan hurufnya, sedangkan tintanya terbuat dari bahan dasar minyak. Penemuan ini menjadikan Gutenberg sangat terkenal, maka cara-cara penyebaran ajaran filsafat kemanusiaan di era Yunani-Roma (terutama yang diajarkan oleh Aristoteles, Plato, Socrates) telah menemukan wahana yang canggih untuk penyebarannya. Ini semakin mempercepat kebangkitan dan kesadaran akan iklim pengetahuan yang lebih mengedepankan isu-isu humanisme daripada dogma-dogma keimanan dan keagamaan yang dianggap tidak lagi mampu menjawab tantangan zaman. Dampak akibat revolusi kebudayaan pada abad-abad pertengahan itu terus berlangsung sampai sekarang sehingga di sebagian besar penduduk Eropa dan Amerika, peristiwa Natal, misalnya telah kehilangan rohnya sebagai suatu peristiwa prosesi kegamaan yang sakral dan telah menjadi perayaan yang bersifat pesta berbagi hadiah (boxing day) atau malah menjadi pesta mabuk-mabukan.

Dari prinsip spirit spiritualnya, pemisahan kehidupan duniawi dari persiapan kehidupan akhirat ini sebetulnya semakin menghawatirkan. Sebagai contoh, karena semakin lemahnya kedudukan politik akidah Kristen sebagai ajaran dalam politik ketatanegaraan Amerika Serikat, misalnya, pada tahun 1987 (lihat Science and Creationism, a View from The National Academy of Science Edisi-2. hal. 29), Pengadilan Tinggi Amerika Serikat memutuskan bahwa creation science adalah agama dan bukan ilmu pengetahuan dan oleh karenanya tidak boleh diajarkan di sekolah-sekolah umum. Pengkerdilan creation science secara sitematis yang berpangkal dari sebuah pusat adidaya, teknologi, ekonomi dan militer dunia (baca: Amerika Serikat dan kemudian Eropa Barat) ini sungguh sangat dahsyat akibatnya yang selanjutnya dianut pula oleh semua negara maju lain di dunia. Contoh di Amerika Serikat ini adalah contoh yang paling buruk dari upaya-upaya untuk memisahkan agama dari politik ketatanegaraan dan kehidupan sosial masyarakat, dan tampaknya sedikit demi sedikit mulai didesakkan di Indonesia oleh para penganut sekulerisme. Umat Islam harus selalu waspada dan mengawal ini kalau tidak menghendaki seperti apa yang terjadi di Amerika.

Akibat buruknya, kini semua jurnal-jurnal ilmiah astronomi, fisika, matematika, biologi, antropologi dan lainnya (Science, Nature, Scientific American, New Scientist, National Geography, dan lain-lain) selain media elektronik terkenal (Discovery Channel, National Geographic, Animal Planet, dan lain-lain) di dunia saat ini berada sepenuhnya dalam kontrol para penganut materialist dan evolutionist dan mereka tidak akan pernah menerima artikel yang anti madzhab materialisme yang mengakibatkan semua penelitian para ahli astronomi, fisika, biologi, antropologi tersebut terperangkap dalam dominasi teori meterialisme ini. Padahal para profesor dan sarjana memerlukan karya-karya penelitian ilmiahnya dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah ini untuk mempertahankan reputasi professorship-nya. Selanjutnya, para peneliti muda juga berlomba-lomba untuk memperoleh pengakuan akademisnya juga melalui tulisan-tulisan yang harus dapat dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah seperti ini. Maka lengkaplah sudah dominasi pemuja materialisme mencekoki pemikiran umat manusia di segala strata dengan dogma-dogma materialisme yang pada dasarnya adalah penolakan akan kehadiran Sang Pencipta jagat raya dan segala isinya ini. Singkatnya: semua itu adalah skenario besar untuk menolak kehadiran Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Kejayaan peradaban Islam

Sementara itu, sejak abad ke sepuluh (1.000M), Islam telah menjadi agama penting dan dianut oleh sebagian besar penduduk di wilayah yang mencakup lebih dari separuh dunia yang beradab. Itu tersebar di lebih dari tiga benua dari Pyrenees dan Siberia di barat dan utara Eropa sampai ke Asia, China, dan New Guinea di sebelah timur. Meliputi dua pertiga wilayah Adrika dari Maroko di Afrika utara sampai ke ujung Afrika di selatan. Penyebaran Islam seperti ini tercapai hanya dalam tiga abad dengan penyebaran yang paling signifikan terjadi hanya sekitar setengah abad setelah Hijrah dengan menaklukkan seluruh Afrika utara dari Mesir, Maroko dan Transoxiana (mungkin sekarang masuk dalam teritori Afrika Selatan?), semua wilayah timur tengah bagian timur dari Yaman ke Kaukasia. Di saat pemerintahan Khalifah Usman para duta Muslim untuk pertama kali mengunjungi Kaisar China yang menandai dimulai-nya penyebaran Islam ke negeri ini. Maka lahirlah ilmuwan-ilmuwan Muslim dengan berbagai macam keahlian yang sangat menonjol pada zamannya

Yang menarik, sumber utama semua perkembangan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh ilmuwan Muslim pada saat itu adalah Al-Qur’an. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan merupakan derivasi dari naskah-naskah ilmu pengetahuan bangsa Yunani yang telah maju sebelumnya, acuan dasar yang paling penting bagi para sarjana Muslim saat itu tetap adalah kitab suci Al-Qur’an. Itulah sebabnya, ilmu astronomi yang dikembangkan oleh sarjana Muslim tidak sampai menjadikannya terseret ke arah kemusyrikan seperti yang dipraktekkan oleh bangsa Yunani yang mengenal Dewa Matahari dan semacamnya. Astrologi yang menjadi imbas negatif ilmu astronomi yang mempercayai bahwa kedudukan rasi-rasi bintang turut mengendalikan nasib manusia seperti yang dipercaya oleh bangsa Yunani, China, dan India misalnya, sama sekali tidak memiliki tempat untuk berkembang di kalangan ilmuwan Islam. Demikian juga dalam ilmu kedokteran dan biologi, mitologi-mitologi kuno bangsa Yunani (juga Babylonia, Sumeria, dan Mesir kuno) yang menganggap sumber kehidupan muncul dengan sendirinya dari air atau lumpur berupa hewan seperti cacing, katak, tikus yang kemudian ber-evolusi menjadi manusia (jadi sebetulnya ide tentang evolusi adalah kepercayaan pagan, hanya kemudian dikemas seolah-olah ilmiah oleh Charles Darwin), tetap tidak menggoyahkan keimanan para ilmuwan Muslim tentang adanya super power Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan isinya.

Dampak Renaisan Eropa bagi Islam

Kegemilangan peradaban Islam juga mengalami pasang dan surut. Secara umum, kehancuran peradaban Islam terjadi dalam tiga tahap:

1) Jatuhnya kerajaan Islam Toledo (1085), Corsica dan Malta (1090), Provence (1050), Sicily (1091) dan Jerusalem (1099). Beberapa Perang Salib telah menghancurkan sumberdaya, nyawa, harta benda, institusi dan infrastruktur Muslim yang telah terbangun sekitar seratus tahun;

2) Gelombang ke dua kehancuran sumberdaya, nyawa, properti, institusi, dan infrastruktur Muslim yang dibangun sekitar 112 tahun terjadi saat Perang Salib (1217-1291) dan serangan kerajaan Mongol (1219-1329). Perang Salib terjadi di seluruh Mediterania dari Jerusalem ke wilayah Muslim Spanyol. Jatuhnya kerajaan Islam Cordoba (1236), Valencia (1238) dan Seville (1248). Peperangan dengan kerajaan Mongol dengan wilayah pertahanan Islam di ujung Timur, Asia Tengah dan Barat, India, Persia sampai pusat wilayah Arab. Jatuhnya Baghdad (1258) dan berakhirnya Kalifah Abbasid menyebabkan dua juta Muslim dibunuh di Baghdad. Banyak institusi ilmu pengetahuan, laboratorium, dan infrastruktur yang merupakan pusat kebudayaan Muslim dihancurkan;

3) Gelombang ke tiga kehancuran sumberdaya, nyawa, properti, institusi dan ifrastruktur Muslim terjadi saat berakhirnya kerajaan Islam di Spanyol (1492). Lebih dari satu juta karya umat Islam dalam sains, kesenian, filsafat dan kebudayaan dibakar di depan lapangan umum Vivarrambla di Granada. Kolonialisasi dimulai di Afrika, Asia, dan Amerika;

Dengan kehancuran imperium-imperium Islam dalam tiga tahap di atas, maka terputuslah peradaban ilmiah di kalangan Muslim. Sayangnya, imperium Islam berikutnya yang memiliki potensi untuk mengembalikan kejayaan Islam juga malah terjebak dalam akstase kejayaan duniawi yang semu berupa pembangunan monumen-monumen. Kerajaan Mughal di India berlangsung selama 181 tahun dengan rajanya yang paling terkenal adalah Nasaruddin Humayun. Ketika dia meninggal, janda Nasaruddin Humayun yang bernama Hamida Banu Begum membangun makam raja Nasaruddin ini selama 8 tahun sejak 1562 dan dinamakan Humayun’s Tomb. Raja Shahbuddin Mohammed Shah Jahan (1592-1666) mempekerjakan 22.000 pekerja seninya dan menghabiskan waktu hingga 16 tahun (1632-1648) untuk membangun kuburan yang sangat megah, Taj Mahal, untuk mengenang istri yang sangat dicintainya, Mumtaz Mahal. Monumen itu juga merepresentasikan kebangkrutan ekonomi kerajaan karena sumberdaya kerajaan tersedot pada pembangunan monumen ini. Raja Jehangir membangun Hiran Minar yang kini terletak di Lahore, Pakistan (1606) hanya untuk me-ngenang rusa piaraan bernama Mansraj yang menjadi kesayangan sang raja yang kemudian mati. Tidak ada sama sekali upaya imperium ini untuk membangun sumberdaya manusia Muslim yang hancur sebelumnya.

Kemunduran kualitas sumberdaya manusia Muslim juga diperparah oleh imbas renaisans Eropa yang kemudian meracuni para ulama Islam yang semakin alergi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan kauniyah (duniawi: kealaman, sosial, budaya) dan hanya berkutat pada ilmu-ilmu qouliyah (ilmu tentang kehidupan akhirat). Anehnya, ketika bangsa Eropa dan Amerika memisahkan ilmu duniawi dari agama, peradaban duniawi mereka justru semakin melesat jauh meninggalkan umat Islam, sementara dengan meninggalkan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu-ilmu kauniyahnya, umat Islam semakin terpuruk.

Ranaisans dalam Islam

Tidak ada alternatif lain bagi umat Islam untuk merebut kembali kejayaan peradabannya hanya dengan kembali menggali ilmu-ilmu kauniyah dari kitab suci sumber segala sumber yaitu Al-Qur’an. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang ternyata memerlukan interpretasi yang sangat dalam dan tidak hanya dapat diinterpretasikan dengan kaidah-kaidah kebahasaan etimologi (Arab) saja. Lihatlah ayat-ayat berikut:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa ruang angkasa dan bumi adalah (semula) satu kesatuan? Kemudian keduanya Kami pisahkan. Dan dari air Kami ciptakan segala sesuatu yang hidup. Mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS 21, Al-Anbiyaa: 30)

Ayat di atas ternyata sangat cocok dengan pemodelan terbentuknya jagat raya, Big Bang, menurut ilmu astronomi moderen.

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (QS 41, Fussilat: 10)

Ilmu atronomi moderen kemudian membuktikan bahwa akibat posisi poros rotasi Bumi yang miring terhadap bidang ekliptika dengan posisi yang ideal, maka Bumi menjadi habitable dengan memiliki empat musim yang memungkinkan pertukaran udara dan sumber air akibat perubahan iklim dan cuaca.

وَجَعَلْنَا السَّمَاء سَقْفاً مَّحْفُوظاً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang aman dan terlindungi, namun mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya (Al-Anbiya: 32)

Ilmu pengetahuan moderen kemudian membuktikan bahwa lapisan ozon pada atmosfor Bumi memang melindungi mahluk hidup penghuninya dari bahaya sinar ultraviolet dan radiasi Matahari. Sementara itu, planet Yupiter telah menjadi perisai bagi Bumi dari hantaman meteor dan komet yang datang dari arah luar Matahari yang tanpa perisai raksasa ini, Bumi mungkin telah lama hancur.

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya (55, Ar-Rahman: 17)

Karena posisi sumbu rotasi Bumi yang miring terhadap bidang ekliptika pula, maka letak Matahari terbit dan tenggelam memang memiliki titik ekstrim ke sebelah utara dan ke sebelah selatan (dua timur dan dua barat) sebesar sekitar 23,5 derajat. Kondisi inilah yang telah menyebabkan Bumi memiliki empat musim dan telah menunjang habitability bagi mahluk penghuninya.

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِئَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعاً

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS 18, Al-Kahfi: 25)

Ayat ini ternyata sangat cocok juga dengan perhitungan sistem kalender manusia moderen. Tiga ratus tahun Matahari (solar system) ternyata sama dengan 309 tahun Qomariyah (lunar system). Masih banyak lagi contoh-contoh konkordansi Al-Qur’an dengan ilmu kauniyah. Renaisans dalam Islam yang menjadi visi the Center for Islamic Studies (CIS) di sini adalah menyatukan kembali spirit eksplorasi ilmiah umat Islam yang harus kembali pada sumber ilmu Allah yang ada di dalam Al-Qur’an. Hanya dengan cara itu, kejayaan peradaban Islam akan kembali dapat diraih seperti juga yang telah terjadi sebelumnya dan dilakukan oleh para ilmuwan Muslim di abad pertengahan. Umat Islam tidak boleh lagi alergi pada ilmu pengetahaun kauniyah, karena ilmu ini ternyata memilkiki konkordansi yang sangat kuat dengan Al-Qur’an. Sungguh Allah Maha Kaya.

1 comments:

Anonymous said...

Easy Get Money :
1. go to the following link; http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=tutekx Join this site. It is also free.
2. You get paid for completing surveys over there 6$ to 4$ dollars per survey and 1.25$ per referral
3. Create a paypal PREMIUM Account at this address. It is free; https://www.paypal.com/row/mrb/pal=DRV7BMWZB45NWWhen asked for credit card details simply say cancel. You do not need to fill it.
4. You can also use paypal money to buy stuff on ebay and other shopping sites.
5. Thats is it. So Simple and I swear it works.I learnt this from another friend and i thought it will be good for my friends here. So I thought of helping
6. Try Now Click Here

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. go to the following link; http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=tutekx Join this site. It is also free.
2. You get paid for completing surveys over there 6$ to 4$ dollars per survey and 1.25$ per referral
3. Create a paypal PREMIUM Account at this address. It is free; https://www.paypal.com/row/mrb/pal=DRV7BMWZB45NWWhen asked for credit card details simply say cancel. You do not need to fill it.
4. You can also use paypal money to buy stuff on ebay and other shopping sites.
5. Thats is it. So Simple and I swear it works.I learnt this from another friend and i thought it will be good for my friends here. So I thought of helping
6. Try Now Click Here