Tuesday, February 26, 2008

Affordable Overseas Studies

Kuliah ke Luar Negeri, Tidak Perlu Mahal


Sinopsis:

Tidak banyak kaum muda Indonesia yang tahu bahwa sebetulnya cukup banyak sumber-sumber pendanaan kuliah ke luar negeri yang dapat dimanfaatkan.

Menurut studi IIE (Institute of International Education pada tahun 1995, hanya 81% saja mahasiswa sarjana (undergraduate) dan 48% mahasiswa pasca-sarjana (graduate) asing di Amerika yang tergantung pada sumber keuangan keluarga mereka sendiri untuk membiayai pendidikan mereka di AS. Artinya, sebetulnya ada sekitar 19% mahasiswa undergraduate dan 52% mahasiswa graduate asing di Amerika yang kuliah di Amerika dengan memperoleh bantuan keuangan dari sumber-sumber lain seperti beasiswa, pinjaman lunak, maupun bekerja di Amerika. Inilah yang telah banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa yang justru berasal dari negara-negara yang secara ekonomi sebetulnya sudah kuat (Eropa, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea, dsb). Namun, informasi ini masih kurang diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Buku Kuliah ke Luar Negeri, Tidak Perlu Mahal ini disarikan dari pengalaman pribadi penulis ketika kuliah di luar negeri dan selama menyekolahkan kedua orang anaknya ke luar negeri yang dimulai pada April 1997 dengan memanfaatkan dana bantuan pendidikan yang sebetulnya cukup melimpah tersedia di dunia tersebut. Buku ini diharapkan akan memberi inspirasi pada kaum muda Indonesia untuk berbondong-bondong kuliah ke luar negeri dan berani ”menggadaikan” kecerdasan dan kerja kerasnya untuk belajar di perguruan tinggi terbaik dunia dengan memanfaatkan dana pendidikan yang sebetulnya cukup melimpah tersebut.

Buku ini juga memberikan hasil pemeringkatan perguruan tinggi terbaik dunia dari tahun 2003-2007 dan menunjukkan betapa dominannya perguruan tinggi Amerika Serikat dalam membentuk khazanah pendidikan dan peradaban dunia.

4 comments:

Masrazie said...

Pak Tono, terlambat saya memperoleh informasi tentang buku anda, 'meyekolahkan keluar negri tidak perlu mahal' kok tidak dari dulu saya bertanya sama sampeyan. Tapi saat ini anak saya yang nomer 2 saya sekolahkan ke Cina, di kota Suzhou, kuliah di Kedokteran. Ya agak ngos2..an, hee...heee....heee

Saksono said...

Pa Andreas,
Iya sayang kita enggak ngobrol sejak dulu. Saya juga berani tulis buku setelah 2 anak sy berhasil. Tadinya takut2 barangkali gagal. Anak saya pertama kerja di Singapur sejak lulus th 2002. Anak kedua lulus dari Elektro Univ of Washington, Seattle Juni 2007. Sekarang juga kerja di sana.
Anak ketiga masih kelas 2 SMP, tapi insya Allah akan kami kirim juga ke Singapur.

Anonymous said...

Pak Tono, maaf, saya sudah telat sekali ingin tahu tentang program2 sekolah ke luar negeri. Saya masih di bangku SMA kelas 1. Ingin tahu e-mail bapak agar bisa berinteraksi secara langsung di e-mail. Mohon maaf atas ketrlambatannya.
Terimakasih

iman said...

Salamualaikum pak, gi mana ni ingin mendapatkan buku-bukunya?