Tuesday, February 26, 2008

Affordable Overseas Studies

Kuliah ke Luar Negeri, Tidak Perlu Mahal


Sinopsis:

Tidak banyak kaum muda Indonesia yang tahu bahwa sebetulnya cukup banyak sumber-sumber pendanaan kuliah ke luar negeri yang dapat dimanfaatkan.

Menurut studi IIE (Institute of International Education pada tahun 1995, hanya 81% saja mahasiswa sarjana (undergraduate) dan 48% mahasiswa pasca-sarjana (graduate) asing di Amerika yang tergantung pada sumber keuangan keluarga mereka sendiri untuk membiayai pendidikan mereka di AS. Artinya, sebetulnya ada sekitar 19% mahasiswa undergraduate dan 52% mahasiswa graduate asing di Amerika yang kuliah di Amerika dengan memperoleh bantuan keuangan dari sumber-sumber lain seperti beasiswa, pinjaman lunak, maupun bekerja di Amerika. Inilah yang telah banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa yang justru berasal dari negara-negara yang secara ekonomi sebetulnya sudah kuat (Eropa, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea, dsb). Namun, informasi ini masih kurang diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Buku Kuliah ke Luar Negeri, Tidak Perlu Mahal ini disarikan dari pengalaman pribadi penulis ketika kuliah di luar negeri dan selama menyekolahkan kedua orang anaknya ke luar negeri yang dimulai pada April 1997 dengan memanfaatkan dana bantuan pendidikan yang sebetulnya cukup melimpah tersedia di dunia tersebut. Buku ini diharapkan akan memberi inspirasi pada kaum muda Indonesia untuk berbondong-bondong kuliah ke luar negeri dan berani ”menggadaikan” kecerdasan dan kerja kerasnya untuk belajar di perguruan tinggi terbaik dunia dengan memanfaatkan dana pendidikan yang sebetulnya cukup melimpah tersebut.

Buku ini juga memberikan hasil pemeringkatan perguruan tinggi terbaik dunia dari tahun 2003-2007 dan menunjukkan betapa dominannya perguruan tinggi Amerika Serikat dalam membentuk khazanah pendidikan dan peradaban dunia.

Monday, February 4, 2008

Darwinian Theory: A big lie to humankind

Mengapa Teori Darwin secara saintifik bohong?

Tono Saksono, Ph.D

Kepercayaan pagan

Sebetulnya, teori evolusi telah ada jauh sebelum Darwin memperkenalkannya karena ini adalah kepercayaan kaum pagan di jaman pra moderen di Yunani. Mereka percaya bahwa kehidupan sebetulnya berasal dari air payau yang semula berupa hewan-hewan seperti kodok, tikus, dan binatang melata lainnya. Hewan-hewan ini kemudian berevolusi diantaranya menjadi manusia seperti sekarang.

Konsep teori evolusi pada peradaban moderen diperkenalkan oleh Jean-Baptiste Lamarck, (ahli biologi Perancis) pada tahun 1809, jauh sebelum Darwin. Menurut Lamarck mahluk hidup dapat berubah secara perlahan-lahan menjadi makhluk yang lebih kompleks akibat lingkungan yang memaksanya. Seekor jerapah dapat saja berasal dari binatang nenek moyangnya sebangsa kijang yang berleher pendek. Karena, hilangnya daun-daun pada pohon yang rendah, maka nenek moyang jerapah ini mencari makanan dedaunan yang terletak di dahan-dahan yang lebih tinggi dan lehernya bertambah panjang sehingga lahirlah spesies binatang baru seperti jerapah yang kita kenal sekarang. Teori Evolusi baru memiliki pengaruh yang besar ketika seorang ahli ilmu alam Inggris, Charles Darwin menerbitkan bukunya berjudul The Origin of Species pada 1859. Teorinya agak berbeda dengan teori Lamarck karena Darwin menekankan pada terjadinya proses seleksi alam (natural selection) sehingga terkenallah mottonya yang berbunyi survival of the fittest, hanya yang kuat yang bertahan hidup.

Secara saintifik lemah

Model evolusi Lamarck ini terbantahkan teori Mendel (1865) tentang genetic inheritance (warisan genetika). Tidak ada faktor genetika yang berubah dari nenek moyang jerapah di atas. Meskipun mungkin memang leher nenek moyang jerapah sedikit bertambah panjang, anak hewan ini tetap akan memiliki leher yang pendek karena secara genetika memang berleher pendek. Seorang pria juara dunia sprinter, misalnya, tidak akan otomastis melahirkan seorang anak yang akan mampu berlari sekencang bapaknya. Memang karena faktor genetika, mungkin saja si anak akan memiliki talenta untuk menjadi seorang sprinter. Namun akan diperlukan latihan yang sama keras dengan bapaknya bila si anak ingin juga menjadi seorang sprinter ulung.

Tesis tentang natural selection Darwin juga sangat absurd. Kita lihat contoh tesis yang mengatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari hewan primata (kera). Dalam alam bebas di mana teknologi belum berkembang, manusia secara fisik sebetulnya adalah yang paling lemah di kalangan hewan primata. Dengan hanya memiliki dua kaki dan kemampuan memanjat yang semakin menghilang, sebetulnya spesies manusia justru seharusnya telah menjadi korban kekerasan alam dengan hukum rimbanya yang kejam. Jadi bagaimana mungkin evolusi ini justru menghasilkan suatu spesies yang lebih lemah secara fisik? Kalau tesis seleksi alam ini memang betul-betul terjadi,, maka justru manusialah yang seharusnya telah ber-evolusi menjadi hewan berkaki empat (kera) akibat semakin langkanya makanan di darat dan yang telah memaksanya untuk memiliki kemampuan lari lebih cepat dengan menggunakan empat kaki, dan semakin terampil memanjat untuk menghindari predatornya di darat maupun mencari makanan yang ada di pucuk-pucuk pohon. Akibat lemahnya natural selection sebagai landasan utama Teori Evolusi Darwin, para ilmuwan kemudian memperkenalkan pemodelan baru yang melengkapi natural selection yang dinamakan random mutation (mutasi acak) yang menandai lahirnya Neo-Darwinism melalui tesis The Modern Synthetic Evolution Theory yang dideklarasikan pada akhir 1930-an. Intinya, selain melalui natural selection, hewan-hewan juga melakukan mutasi acak sehingga secara KEBETULAN lahirlah speies baru yang memiliki organ yang fungsinya berbeda dari hewan nenek moyangnya. Kombinasi natural selection dan random mutation inilah yang dipercaya oleh kaum evolutionists telah melahirkan manusia dari hewan primata.

Kopor yang terkunci

Apakah kita pernah frustrasi karena lupa nomor kombinasi kunci kopor yang hanya terdiri atas tiga kombinasi? Kita boleh mencoba-coba ratusan kali secara acak, tapi secara statistik untuk secara kebetulan memperoleh nomor kombinasi yang cocok dengan cara seperti ini adalah hanya 1/1.000. Ini diperoleh karena ada 10 angka pilihan (0 s/d 9) sedangkan ada 3 angka kombinasi angka.

Pernahkah kita frustrasi karena lupa angka PIN (personal identification number) untuk kartu ATM atau handphone yang memiliki enam kombinasi? Bila kartu ATM kita ditemukan oleh orang jahat, dia akan mencoba-coba membongkar tabungan kita melalui gerai ATM yang ada. Maka peluang orang ini untuk dapat membongkar tabungan kita secara statistik adalah 1:1.000.000 (1 dalam sejuta kali karena ada 10 angka pilihan dan 6 kombinasi). Orang jahat ini dapat mencoba-coba semua rangkaian kombinasi ini sebanyak 1 juta kali, namun sebelum dia mampu melakukannya, bank telah memblokir kartu ATM tersebut (lebih3 kali kesalahan).

Aekpsaf aca mmhCuk bPusEl ounggal

Apakah Anda dapat membaca message dari kalimat yang ditulis di atas? Kalimat Aekpsaf aca mmhCuk bPusEl ounggal (ditulis miring hanya agar dapat mudah dibedakan) adalah hasil simulasi dari program mutasi acak yang dibuat oleh Perry Marshal, seorang communication engineer yang menjadi seorang penginjil, pendukung berat creationism dan penentang keras evolutionism. Kalimat asli judul di atas adalah: Alkisah ada mahluk bersel tunggal (ditulis miring agar mudah dibedakan) yang setelah mengalami mutasi acak dalam komputer sebanyak 20 kali seperti terlihat dalam tabel berikut.


Sekarang, bagaimana menghitung chance (kemungkinan) kalimat mahluk bersel tunggal’ secara KEBETULAN menjadi ‘manusia’? Ada 26 huruf dan 10 angka pada papan ketik komputer kita. Bila ditambah dengan karakter-karakter lain seperti: !@#$%^ dan sebagainya, maka terdapat kira-kira 65 karakter pada papan ketik komputer kita. Sementara itu, kalimat mahluk bersel tunggal terdiri atas 21 karakter. Jadi secara statistik, kemungkinan kalimat ‘mahluk bersel tunggal’ dapat secara KEBETULAN (mutasi random) berubah menjadi kalimat ‘manusiaxxxxxxxxxxxxxx’ (x berarti spasi atau kosong) adalah 1:6521 (65 pangkat 21), atau:

1 dalam 117.809.547.936.177.000.000.000.000.000.000.000.000

Itupun bila anak kalimat ‘Alkisah ada’ pada kalimat aslinya tidak ikut berubah akibat mutasi random. Bila kita perhitungkan seluruh kalimat di atas secara sempurna berubah, maka kemungkinan (chance) kalimat ‘Alkisah ada mahluk bersel tunggal’ menjadi ‘Alkisah ada manusiaxxxxxxxxxxxxxx’ adalah 1:65 pangkat 33 (karena ada 33 karakter), atau:

1 dalam 670.101.776.381.364.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000

Jadi jelaslah random mutation yang digagas oleh kaum evolutionists adalah kebohongan saintifik atas peradaban kemanusiaan selama 150 tahun sejak Darwin, atau 500 tahun sejak kepercayaan pagan yang melahirkan ilusi Teori Evolusi ini. Baru kalimat sederhana di atas saja kemungkinan itu adalah NOL, apalagi perubahan genetika hewan primata menjadi manusia. Tidakkah itu jauh…jauh…jauh lebih kompleks?

Allah berfirman:

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجاً يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS 42, Asy-Syuura: 11)

Sungguh Allah Maha Kaya akan segala sesuatu.



Friday, February 1, 2008

Muslim Renaissance: is it feasible?

Renaisans umat Islam: mungkinkah?

Tono Saksono, Ph.D

Menurut Wikipedia, salah satu pemicu gerakan renaisans Eropa yang cukup sahih ternyata adalah timbulnya sebuah black plague theory (teori wabah kelam) yang terjadi pada abad ke 14. Wabah penyakit yang timbul pada saat itu telah menyebabkan lebih dari sepertiga penduduk Eropa mengalami kematian yang melanda semua penduduk di berbagai lapisan strata sosial. Wabah ini menyerang raja, budak, pendeta, petani, orang beriman maupun pendosa. Tak ada seorangpun, baik para pendeta Kristen maupun para pengikutnya, yang dapat melindungi dan memberikan solusi atau penjelasan atas penderitaan orang di segala strata sosial ini. Kemelut sosial inilah yang telah menyebabkan sendi-sendi kepercayaan agama Kristen menjadi sangat goyah yang menyebabkan orang untuk berfikir pragmatis tentang kehidupannya di dunia saat itu daripada memikirkan kehidupan akhirat.

Bersamaan dengan eforia Renaisans, seorang tukang besi berkebangsaan Jerman, Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg menemukan sebuah terobosan teknologi yang sangat penting bagi peradaban manusia berupa penemuan teknologi pencetakan (printing) pada tahun 1447. Gutenberg menggunakan campuran logam untuk pencetakan hurufnya, sedangkan tintanya terbuat dari bahan dasar minyak. Penemuan ini menjadikan Gutenberg sangat terkenal, maka cara-cara penyebaran ajaran filsafat kemanusiaan di era Yunani-Roma (terutama yang diajarkan oleh Aristoteles, Plato, Socrates) telah menemukan wahana yang canggih untuk penyebarannya. Ini semakin mempercepat kebangkitan dan kesadaran akan iklim pengetahuan yang lebih mengedepankan isu-isu humanisme daripada dogma-dogma keimanan dan keagamaan yang dianggap tidak lagi mampu menjawab tantangan zaman. Dampak akibat revolusi kebudayaan pada abad-abad pertengahan itu terus berlangsung sampai sekarang sehingga di sebagian besar penduduk Eropa dan Amerika, peristiwa Natal, misalnya telah kehilangan rohnya sebagai suatu peristiwa prosesi kegamaan yang sakral dan telah menjadi perayaan yang bersifat pesta berbagi hadiah (boxing day) atau malah menjadi pesta mabuk-mabukan.

Dari prinsip spirit spiritualnya, pemisahan kehidupan duniawi dari persiapan kehidupan akhirat ini sebetulnya semakin menghawatirkan. Sebagai contoh, karena semakin lemahnya kedudukan politik akidah Kristen sebagai ajaran dalam politik ketatanegaraan Amerika Serikat, misalnya, pada tahun 1987 (lihat Science and Creationism, a View from The National Academy of Science Edisi-2. hal. 29), Pengadilan Tinggi Amerika Serikat memutuskan bahwa creation science adalah agama dan bukan ilmu pengetahuan dan oleh karenanya tidak boleh diajarkan di sekolah-sekolah umum. Pengkerdilan creation science secara sitematis yang berpangkal dari sebuah pusat adidaya, teknologi, ekonomi dan militer dunia (baca: Amerika Serikat dan kemudian Eropa Barat) ini sungguh sangat dahsyat akibatnya yang selanjutnya dianut pula oleh semua negara maju lain di dunia. Contoh di Amerika Serikat ini adalah contoh yang paling buruk dari upaya-upaya untuk memisahkan agama dari politik ketatanegaraan dan kehidupan sosial masyarakat, dan tampaknya sedikit demi sedikit mulai didesakkan di Indonesia oleh para penganut sekulerisme. Umat Islam harus selalu waspada dan mengawal ini kalau tidak menghendaki seperti apa yang terjadi di Amerika.

Akibat buruknya, kini semua jurnal-jurnal ilmiah astronomi, fisika, matematika, biologi, antropologi dan lainnya (Science, Nature, Scientific American, New Scientist, National Geography, dan lain-lain) selain media elektronik terkenal (Discovery Channel, National Geographic, Animal Planet, dan lain-lain) di dunia saat ini berada sepenuhnya dalam kontrol para penganut materialist dan evolutionist dan mereka tidak akan pernah menerima artikel yang anti madzhab materialisme yang mengakibatkan semua penelitian para ahli astronomi, fisika, biologi, antropologi tersebut terperangkap dalam dominasi teori meterialisme ini. Padahal para profesor dan sarjana memerlukan karya-karya penelitian ilmiahnya dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah ini untuk mempertahankan reputasi professorship-nya. Selanjutnya, para peneliti muda juga berlomba-lomba untuk memperoleh pengakuan akademisnya juga melalui tulisan-tulisan yang harus dapat dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah seperti ini. Maka lengkaplah sudah dominasi pemuja materialisme mencekoki pemikiran umat manusia di segala strata dengan dogma-dogma materialisme yang pada dasarnya adalah penolakan akan kehadiran Sang Pencipta jagat raya dan segala isinya ini. Singkatnya: semua itu adalah skenario besar untuk menolak kehadiran Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Kejayaan peradaban Islam

Sementara itu, sejak abad ke sepuluh (1.000M), Islam telah menjadi agama penting dan dianut oleh sebagian besar penduduk di wilayah yang mencakup lebih dari separuh dunia yang beradab. Itu tersebar di lebih dari tiga benua dari Pyrenees dan Siberia di barat dan utara Eropa sampai ke Asia, China, dan New Guinea di sebelah timur. Meliputi dua pertiga wilayah Adrika dari Maroko di Afrika utara sampai ke ujung Afrika di selatan. Penyebaran Islam seperti ini tercapai hanya dalam tiga abad dengan penyebaran yang paling signifikan terjadi hanya sekitar setengah abad setelah Hijrah dengan menaklukkan seluruh Afrika utara dari Mesir, Maroko dan Transoxiana (mungkin sekarang masuk dalam teritori Afrika Selatan?), semua wilayah timur tengah bagian timur dari Yaman ke Kaukasia. Di saat pemerintahan Khalifah Usman para duta Muslim untuk pertama kali mengunjungi Kaisar China yang menandai dimulai-nya penyebaran Islam ke negeri ini. Maka lahirlah ilmuwan-ilmuwan Muslim dengan berbagai macam keahlian yang sangat menonjol pada zamannya

Yang menarik, sumber utama semua perkembangan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh ilmuwan Muslim pada saat itu adalah Al-Qur’an. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan merupakan derivasi dari naskah-naskah ilmu pengetahuan bangsa Yunani yang telah maju sebelumnya, acuan dasar yang paling penting bagi para sarjana Muslim saat itu tetap adalah kitab suci Al-Qur’an. Itulah sebabnya, ilmu astronomi yang dikembangkan oleh sarjana Muslim tidak sampai menjadikannya terseret ke arah kemusyrikan seperti yang dipraktekkan oleh bangsa Yunani yang mengenal Dewa Matahari dan semacamnya. Astrologi yang menjadi imbas negatif ilmu astronomi yang mempercayai bahwa kedudukan rasi-rasi bintang turut mengendalikan nasib manusia seperti yang dipercaya oleh bangsa Yunani, China, dan India misalnya, sama sekali tidak memiliki tempat untuk berkembang di kalangan ilmuwan Islam. Demikian juga dalam ilmu kedokteran dan biologi, mitologi-mitologi kuno bangsa Yunani (juga Babylonia, Sumeria, dan Mesir kuno) yang menganggap sumber kehidupan muncul dengan sendirinya dari air atau lumpur berupa hewan seperti cacing, katak, tikus yang kemudian ber-evolusi menjadi manusia (jadi sebetulnya ide tentang evolusi adalah kepercayaan pagan, hanya kemudian dikemas seolah-olah ilmiah oleh Charles Darwin), tetap tidak menggoyahkan keimanan para ilmuwan Muslim tentang adanya super power Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan isinya.

Dampak Renaisan Eropa bagi Islam

Kegemilangan peradaban Islam juga mengalami pasang dan surut. Secara umum, kehancuran peradaban Islam terjadi dalam tiga tahap:

1) Jatuhnya kerajaan Islam Toledo (1085), Corsica dan Malta (1090), Provence (1050), Sicily (1091) dan Jerusalem (1099). Beberapa Perang Salib telah menghancurkan sumberdaya, nyawa, harta benda, institusi dan infrastruktur Muslim yang telah terbangun sekitar seratus tahun;

2) Gelombang ke dua kehancuran sumberdaya, nyawa, properti, institusi, dan infrastruktur Muslim yang dibangun sekitar 112 tahun terjadi saat Perang Salib (1217-1291) dan serangan kerajaan Mongol (1219-1329). Perang Salib terjadi di seluruh Mediterania dari Jerusalem ke wilayah Muslim Spanyol. Jatuhnya kerajaan Islam Cordoba (1236), Valencia (1238) dan Seville (1248). Peperangan dengan kerajaan Mongol dengan wilayah pertahanan Islam di ujung Timur, Asia Tengah dan Barat, India, Persia sampai pusat wilayah Arab. Jatuhnya Baghdad (1258) dan berakhirnya Kalifah Abbasid menyebabkan dua juta Muslim dibunuh di Baghdad. Banyak institusi ilmu pengetahuan, laboratorium, dan infrastruktur yang merupakan pusat kebudayaan Muslim dihancurkan;

3) Gelombang ke tiga kehancuran sumberdaya, nyawa, properti, institusi dan ifrastruktur Muslim terjadi saat berakhirnya kerajaan Islam di Spanyol (1492). Lebih dari satu juta karya umat Islam dalam sains, kesenian, filsafat dan kebudayaan dibakar di depan lapangan umum Vivarrambla di Granada. Kolonialisasi dimulai di Afrika, Asia, dan Amerika;

Dengan kehancuran imperium-imperium Islam dalam tiga tahap di atas, maka terputuslah peradaban ilmiah di kalangan Muslim. Sayangnya, imperium Islam berikutnya yang memiliki potensi untuk mengembalikan kejayaan Islam juga malah terjebak dalam akstase kejayaan duniawi yang semu berupa pembangunan monumen-monumen. Kerajaan Mughal di India berlangsung selama 181 tahun dengan rajanya yang paling terkenal adalah Nasaruddin Humayun. Ketika dia meninggal, janda Nasaruddin Humayun yang bernama Hamida Banu Begum membangun makam raja Nasaruddin ini selama 8 tahun sejak 1562 dan dinamakan Humayun’s Tomb. Raja Shahbuddin Mohammed Shah Jahan (1592-1666) mempekerjakan 22.000 pekerja seninya dan menghabiskan waktu hingga 16 tahun (1632-1648) untuk membangun kuburan yang sangat megah, Taj Mahal, untuk mengenang istri yang sangat dicintainya, Mumtaz Mahal. Monumen itu juga merepresentasikan kebangkrutan ekonomi kerajaan karena sumberdaya kerajaan tersedot pada pembangunan monumen ini. Raja Jehangir membangun Hiran Minar yang kini terletak di Lahore, Pakistan (1606) hanya untuk me-ngenang rusa piaraan bernama Mansraj yang menjadi kesayangan sang raja yang kemudian mati. Tidak ada sama sekali upaya imperium ini untuk membangun sumberdaya manusia Muslim yang hancur sebelumnya.

Kemunduran kualitas sumberdaya manusia Muslim juga diperparah oleh imbas renaisans Eropa yang kemudian meracuni para ulama Islam yang semakin alergi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan kauniyah (duniawi: kealaman, sosial, budaya) dan hanya berkutat pada ilmu-ilmu qouliyah (ilmu tentang kehidupan akhirat). Anehnya, ketika bangsa Eropa dan Amerika memisahkan ilmu duniawi dari agama, peradaban duniawi mereka justru semakin melesat jauh meninggalkan umat Islam, sementara dengan meninggalkan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu-ilmu kauniyahnya, umat Islam semakin terpuruk.

Ranaisans dalam Islam

Tidak ada alternatif lain bagi umat Islam untuk merebut kembali kejayaan peradabannya hanya dengan kembali menggali ilmu-ilmu kauniyah dari kitab suci sumber segala sumber yaitu Al-Qur’an. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang ternyata memerlukan interpretasi yang sangat dalam dan tidak hanya dapat diinterpretasikan dengan kaidah-kaidah kebahasaan etimologi (Arab) saja. Lihatlah ayat-ayat berikut:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa ruang angkasa dan bumi adalah (semula) satu kesatuan? Kemudian keduanya Kami pisahkan. Dan dari air Kami ciptakan segala sesuatu yang hidup. Mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS 21, Al-Anbiyaa: 30)

Ayat di atas ternyata sangat cocok dengan pemodelan terbentuknya jagat raya, Big Bang, menurut ilmu astronomi moderen.

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (QS 41, Fussilat: 10)

Ilmu atronomi moderen kemudian membuktikan bahwa akibat posisi poros rotasi Bumi yang miring terhadap bidang ekliptika dengan posisi yang ideal, maka Bumi menjadi habitable dengan memiliki empat musim yang memungkinkan pertukaran udara dan sumber air akibat perubahan iklim dan cuaca.

وَجَعَلْنَا السَّمَاء سَقْفاً مَّحْفُوظاً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang aman dan terlindungi, namun mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya (Al-Anbiya: 32)

Ilmu pengetahuan moderen kemudian membuktikan bahwa lapisan ozon pada atmosfor Bumi memang melindungi mahluk hidup penghuninya dari bahaya sinar ultraviolet dan radiasi Matahari. Sementara itu, planet Yupiter telah menjadi perisai bagi Bumi dari hantaman meteor dan komet yang datang dari arah luar Matahari yang tanpa perisai raksasa ini, Bumi mungkin telah lama hancur.

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya (55, Ar-Rahman: 17)

Karena posisi sumbu rotasi Bumi yang miring terhadap bidang ekliptika pula, maka letak Matahari terbit dan tenggelam memang memiliki titik ekstrim ke sebelah utara dan ke sebelah selatan (dua timur dan dua barat) sebesar sekitar 23,5 derajat. Kondisi inilah yang telah menyebabkan Bumi memiliki empat musim dan telah menunjang habitability bagi mahluk penghuninya.

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِئَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعاً

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS 18, Al-Kahfi: 25)

Ayat ini ternyata sangat cocok juga dengan perhitungan sistem kalender manusia moderen. Tiga ratus tahun Matahari (solar system) ternyata sama dengan 309 tahun Qomariyah (lunar system). Masih banyak lagi contoh-contoh konkordansi Al-Qur’an dengan ilmu kauniyah. Renaisans dalam Islam yang menjadi visi the Center for Islamic Studies (CIS) di sini adalah menyatukan kembali spirit eksplorasi ilmiah umat Islam yang harus kembali pada sumber ilmu Allah yang ada di dalam Al-Qur’an. Hanya dengan cara itu, kejayaan peradaban Islam akan kembali dapat diraih seperti juga yang telah terjadi sebelumnya dan dilakukan oleh para ilmuwan Muslim di abad pertengahan. Umat Islam tidak boleh lagi alergi pada ilmu pengetahaun kauniyah, karena ilmu ini ternyata memilkiki konkordansi yang sangat kuat dengan Al-Qur’an. Sungguh Allah Maha Kaya.

Shipping & Distributorship

ONGKOS KIRIM

Untuk pengiriman buku, the Center for Islamic Studies (CIS) bekerjasama dengan sebuah perusahaan kurir. Biaya pengiriman buku adalah biaya at cost yang dibayar oleh pembeli buku dan harus ditransfer bersama-sama dengan biaya pembelian buku sebelum pengiriman buku. Biaya ini dapat berubah setiap saat dan di luar kewenangan CIS untuk menetapkannya. Untuk informasi lebih jauh, silahkan menghubungi langsung kurir yang bersangkutan di: 021-856-2020 (hunting).

Pembelian buku dan ongkos kirim dapat ditransfer ke rekening BCA No: 7300039311 a/n Tono Saksono. Setelah transfer diterima, buku-buku pesanan segera dikirim pada hari itu juga jika memungkinkan.

CIS memberikan diskon menarik bagi mereka yang berminat menjadi distributor di seluruh Indonesia.