Monday, January 14, 2008

Logika Kartun ala Tom & Jerry di balik Teori Evolusi

Oleh: Tono Saksono, Ph.D

Pendahuluan

Kaum ateis dan materialis selalu berdalih bahwa prinsip-prinsip ilmiah yang mereka dewa-dewakan adalah merupakan logika yang dapat dijelaskan dengan bukti-bukti yang gamblang. Mereka beranggapan, semua yang ada di jagat raya ini sebetulnya adalah materi yang bisa berbentuk massa atau energi. Semua materi di alam raya ini harus bisa dikelompokkan ke dalam salah satu di antara dua komponen ini. Batu, air, dan udara, misalnya, memiliki massa dan oleh karenanya ketiganya adalah materi. Massa dapat berubah bentuk (misal dari padat menjadi cair dan bahkan kemudian menguap, namun tidak dapat hilang), ini sesuai dengan hukum kekekalan materi yang sebetulnya logis. Sebaliknya cahaya, meskipun tidak memiliki massa, tapi cahaya dapat dijelaskan sebagai energi, maka cahayapun adalah materi. Dampak dari prinsip logika ilmiah yang mereka dewa-dewakan ini kemudian mengatakan bahwa segala sesuatu yang tidak dapat dijelaskan dengan materi maka tidak ada, termasuk Tuhan. Apalagi Malaikat, Setan, dan segala macam yang ghaib yang harus diimani oleh seorang Muslim.

Kalau kita teliti dengan seksama pijakan kaum ateis dan materialis ini ternyata bukan juga merupakan logika ilmiah, tapi adalah merupakan dogma postulat yang tidak dapat dibuktikan dengan logika ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Akan kita lihat dua fenomena ilmiah dalam skala makro kosmos dan mikro kosmos berikut ini.


Logika kartun dalam skala makro-kosmos

Sampai saat ini, paradigma pemodelan terbentuknya jagat raya yang dianggap paling sahih oleh para ilmuwan, khususnya para astronomer, adalah bahwa jagat raya ini terbentuk akibat sebuah ledakan besar yang terjadi pada sekitar 13,7 miliar tahun lalu dengan apa yang dipercaya dengan proses Big Bang (Dentuman Besar). Ledakan ini terjadi akibat kepadatan yang tak terperikan atas sebuah partikel yang saking kecilnya mereka namakan sebagai zero volume atau singularity. Secara rinci, proses ini terdiri atas tujuh tahap:

1) Pada ketukan 10-43 detik setelah Big Bang, kosmos mengembang dg sangat cepat dari seukuran atom menjadi sebesar bola pingpong. Kecepatan pengembangan kosmos pada saat itu triliunan kali kecepatan cahaya;

2) Pada ketukan waktu 10-22 detik. temperatur kosmos turun menjadi 1027 C. Jagat raya masih berupa sup panas elektron, quarks dan partikel lain;

3) Pada ketukan waktu 10-6 detik, temperatur kosmos terus turun secara drastis menjadi 1013 C. Quark membeku menjadi proton & neutron;

4) Pada ketukan waktu 3 menit setelah Big Bang, temperatur terus turun menjadi 108 C. Kosmos masih terlalu panas untuk terbentuknya atom. Muatan listrik elektron dan proton masih menghalangi terbentuknya sinar. Jagat raya masih berupa kabut yang sangat panas;

5) 300.000 tahun kemudian setelah Big Bang, temperatur menjadi 10.000 C. Elektron, proton dan neutron membentuk atom, terutama hidrogen dan helium, sehingga sinar mulai tampak;

6) Satu miliar tahun setelah Big Bang, temperatur: menjadi -200 C. Gaya gravitasi memungkinkan hidrogen dan helium bergabung membentuk awan raksasa cikal-bakal galaxi. Gumpalan awan yang kecil pecah sehingga terbentuklah bintang pertama;

7) Belasan miliar tahun kemudian setelah Big Ban, temperatur masih turun lagi menjadi -270 C. Kumpulan galaxi tergabung akibat gravitasi. Bintang pertama mati dan memuntahkan elemen super padat ke angkasa sehingga terbentuklah bintang baru dan planet seperti yang kita lihat sekarang

Sementara itu, Allah berfirman bahwa memang antara Bumi dan Langit sebetulnya semula menjadi satu kesatuan dan kemudian dipisahkan oleh Allah seperti pada surat Al-Anbiya: 30. Bahkan jagat raya yang terus mengembangpun dijelaskan oleh firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat: 47 berikut.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa ruang angkasa dan bumi adalah (semula) satu kesatuan? Kemudian keduanya Kami pisahkan. Dan dari air Kami ciptakan segala sesuatu yang hidup. Mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS 21, Al-Anbiyaa: 30)

وَالسَّمَاء بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Dengan kekuatan kami membangun langit. Sesungguhnya kami mampu mengembangkan keluasan ruang setelahnya (QS 51 Adz-Dzaariyaat: 47)

Memang Allah tidak menjelaskan proses pemisahan ini melalui sebuah dentuman karena pemodelan Big Bang itu sendiri bisa saja suatu saat terbantahkan dengan sebuah pemodelan baru yang lebih sesuai dengan paradigma perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Harus diingat bahwa selama 2000 tahun, para ilmuwan juga menganggap bahwa pusat jagat raya adalah Bumi kita, sampai Nikolai Copernicus (1473-1543) memperkenalkan teori baru yang lebih sahih yang mengatakan bahwa Mataharilah sebagai pusat tatasurya.

Sementara itu, ada tujuh ayat di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa seluruh alam semesta ini diciptakan Allah dalam enam tahap yaitu pada: Al-’Araaf: 54, Yunus: 3, Huud: 7, Al-Furqaan: 59, Sajdah: 4, Qaaf: 38, dan Al-Hadiid: 4.. Salah satunya dikutip sebagai berikut:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِن لُّغُوبٍ

Sesungguhnya telah Kami ciptakan ruang angkasa dan bumi dalam enam tahap dan Kami tidak merasa lelah. (QS 50, Qaaf: 38)

Logika kartun Tom & Jerry muncul ketika kaum ateis dan materisalis ini ditanyakan: dari mana asal-muasal datangnya partikel singularity sebelum Big Bang terjadi? Mereka mengatakan, itu terjadi dengan sendirinya dan telah ada sejak bahkan waktupun belum terdefinisikan. Padahal, dengan hukum kekekalan materi yang sama-sama kita percayai, bila hasil ledakan itu kemudian menjadi jagat raya yang sangat kompleks seperti yang kita saksikan sekarang ini, partikel singularity asal muasal semuanyapun tentunya juga merupakan sebuah benda yang sama kompleknya. Kaum ateis dan materislais tidak mau mengatakan ada sebuah zat omniscient dan omnipotent sebagai pencipta titik singularity ini, karena itulah Allah SWT.


Logika kartun dalam skala mikro-kosmos

Pada sekitar 4,5 miliar tahun lalu, atau sekitar 9 miliar tahun setelah Big Bang, barulah Bumi ini dipercaya mulai terbentuk, meskipun bukti ilmiah yang mengatakan bahwa Bumi ini habitable baru terjadi sekitar 3 miliar tahun lalu sesuai dengan umur fosil organisme yang ditemukan. Para aties dan materialis kemudian berilusi bahwa setelah Bumi menjadi habitable, maka terbentuklah sebuah substance organisme bersel tunggal, yang kemudian ber-evolusi selama miliaran tahun menjadi tumbuhan, binatang bahkan manusia seperti kita sekarang ini. Charles Darwin lebih memerinci lagi proses evolusi ini melalui dua komponen utamanya yaitu natural selection dan random mutation. Darwin mengatakan bahwa karena dua komponen evolusi itulah kemudian yang menjadikan perubahan fisik dan morfologi atas hewan primata yang berjalan dengan kaki empat selama miliaran tahun sehingga menjadi makhluk primata yang berdiri tegak dan sel-sel otaknya terus ber-evolusi menjadi manusia cerdas seperti kita sekarang ini.

Eukaryotic (ki) organisme multi-sel, dan prokaryotic (ka) organisme bersel tunggal.

(sumber: Wikipedia)

Kalaupun semua proses itu memang terjadi, ketika ditanyakan pada kaum ateis dan meterisalis ini: dari mana substans organisme bersel tunggal sebagai asal-muasal makhluk hidup (tumbuhan, binatang, dan manusia) ini berasal? Persis sama seperti logika kartun yang menjelaskan zero volume pada skala makro-kosmos, mereka mengatakan substance organisme hidup itu terjadi dengan sendirinya akibat badai, angin topan, hujan, angin, salju, perubahan cuaca yang ektrim atas primordial earth (periode Bumi dari saat mulai terbentuk sampai menjadi habitable) selama miliaran tahun. Ini sekali lagi adalah logika kartun ala Tom & Jerry, dengan memperhatikan kaidah-kaidah saintifik berikut:

1) Ilmu mikro biologi molekuler moderen menjelaskan bahwa makhluk bersel tunggal ini bila diperbesar jutaan kali ternyata bahkan lebih kompleks dari infrastruktur kota New York sekalipun. Bila DNA-nya dikode, maka akan merupakan sebuah ensiklopedi setebal 450.000 halaman. Logika awam sekalipun tidak mungkin akan dapat menerima bahwa hujan, badai, halilintar, panas, salju dan perubahan iklim selama miliaran tahun akan mampu merubah unsur-unsur silikat, besi, aluminium, karet, dan sebagainya di atas permukaan Bumi ini bahkan menjadikannya sebuah metro mini rongsok! Jadi bagaimana mungkin malah menghasilkan substance bersel tunggal yang sekompleks kota New York?

2) Perry Marshal, seorang communication engineer yang kemudian menjadi penginjil mengembangkan pemodelan sederhana untuk proses mutasi random atas kalimat-kalimat sederhana secara on-line melalui internet dan mendapatkan bahwa sebuah kalimat dengan struktur yang baik akan mengalami chaos hanya setelah terjadi 5 kali mutasi random (sebetulnya prinsip kerjanya persis sama seperti penggunaan random number generator dalam statistik). Kalimat ini kemudian menjadi sebuah kalimat yang messegeless yang menunjukkan tidak adanya intelligent design pada kalimat output. Sementara kalimat aslinya yang terstruktur baik adalah bukti adanya intelligent design manusia sebagai pembuat kalimat sederhana ini. Kesimpulannya, mutasi random secara saintifik dapat dibuktikan sebagai sebuah proses yang merusak dan tidak mungkin menghasilkan makhluk yang berkualitas lebih baik (misal: monyet menjadi manusia). Contoh proses perusakan akibat mutasi acak adalah tumbuhnya sel-sel kanker.

3) Survival of the fittest adalah manifestasi dari natural selection-nya Teori Evolusi Darwin. Artinya, agar selamat dan tidak dimangsa oleh makhluk lainnya, seekor hewan kemudian berubah bentuk, morfologi, dan sifatnya agar tetap survive. Seekor antelop lehernya menjadi panjang (berubah menjadi jerapah) karena ranting-ranting pohon di bagian bawah pohon yang menjadi makanannya semakin langka sehingga dia harus menjangkau dahan pohon yang lebih tinggi. Inipun logika kartun Tom & Jerry karena seorang juara dunia sprint 100 m tidak akan otomaris menghasilkan seorang anak yang mampu berlari sekencang bapaknya bila dia tidak berlatih keras untuk menjadi seorang sprinter. Seorang yang diamputasi kakinya tidak akan otomatis menghasilkan keturunan yang tanpa kaki.

4) Bayangkanlah seekor makhluk primata yang secara perlahan kehilangan keterampilannya memanjat dengan empat kaki, sementara kemapuan otaknya belum berkembang cukup baik untuk membuat senjata? Makhluk seperti ini tentu akan cepat punah karena akan semakin mudah menjadi mangsa binatang lainnya. Jadi sebetulnya kalau memang terjadi, Teori Evolusi itu lebih cocok mengatakan bahwa manusia ber-evolusi menjadi monyet karena di zaman itu dia harus secara perlahan merubah morfologinya akibat perkembangan keterampilannya untuk berlari lebih kencang dan memanjat lebih terampil dalam menghindari predatornya.


Proses penciptaan Allah yang Maha Kuasa

Bayangkanlah sebuah peristiwa yang absurd. Gabungkanlah semua kecerdasan enam miliar manusia di muka Bumi. Bila perlu gabungkan juga kecerdasan para jenius yang telah meninggal seperti Newton, Einstein, Hubble dan sebagainya, untuk membuat miniatur ledakan Big Bang. Ledakkanlah sebuah gunung yang hasil ledakannya tidak hanya akan berupa onggokan puing yang tak berarti, tapi menjadi sebuah (sekali lagi: hanya satu saja) rumah sederhana tipe 21. Logika awam yang sederhanapun tidak akan percaya gabungan kecerdasan manusia ini akan mampu melakukannya meskipun semua unsur-unsur material untuk membangun sebuah kota sekompleks Jakartapun ada pada gunung tersebut. Apa sebabnya tidak mungkin? Karena ledakkan gabungan kecerdasan 6 miliar manusia ini adalah proses perusakan (katastrofi), sedangkan Big Bang adalah hasil sebuah maha karya dari sebuah omnipotent yang dilandasi dengan sebuah proses perencanaan yang sempurna (creation) oleh sebuah zat Yang Maha Agung, Allah SWT. Allah befirman:

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS 40, Ghaafir: 57).

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَا وَلَئِن زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّن بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيماً غَفُوراً

Sesungguhnya Allah memegang (mengatur) ruang angkasa dan bumi agar tidak hancur berantakan. Dan jika keduanya hancur berantakan, tidaklah ada seorang juapun yang dapat menahan (mengaturnya) selain Allah. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS 35, Faathir: 41)

Pada tulisan lalu (Bagaimana sains menjelaskan Hari Kebangkitan?), saya telah sampaikan bahwa Rasulullah Adam diciptakan Allah langsung menjadi manusia cerdas seperti yang dijelaskan dalam firman Allah Al-Baqarah: 33.

قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّا أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?" (QS 2, Al-Baqarah: 33).

Dalam firman Allah di atas, Rasulullah Adam AS menjelaskan visi dan misi kekhalifahan beliau pada makhluk cerdas Malaikat, seperti layaknya seorang calon CEO yang menjelaskan proposal corporate profilenya dengan segala macam power point presentation yang sangat canggih, karena itu dilakukan ketika Nabi Adam masih di surga. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


7 comments:

Ferry said...

Pertamax..
jumpa lagi Pak Tono..
Tulisan yang bagus..
Cara ngedapetin buku Pak Tono Bagaimana..?

Tono Saksono said...

Sebetulnya ada di toko buku Gramedia dan Walisongo. Tapi ada alamat pemesanan di pojok BOOK AVAILABLE melalui saya: tsaksono@gmail.com.

Terima kasih atas perhatian Pa Ferry.

ludfi said...

Salam kenal,
Tulisannya sangat bagus, tapi mohon ditambahkan bagaimana membuktikan bahwa Alloh itu yang dibelakang semua penciptaan tersebut, maaf tidak dari Al-Quran.Maksud saya agar lebih dalam pembahasannya hingga tidak hanya akan menjadi alternatif pemikiran (seperti sekarang ini), namun sudah mampu menguak kebenaran.
Terima kasih.

Tono Saksono said...

Pa Ludfi,
Salam kenal juga. Pertanyaan Bapak adalah pertanyaan yang wajar. Dalam buku saya: MENGUNGKAP RAHASIA SIMFONI DZIKIR JAGAT RAYA, saya memberikan 3 buah contoh dalam kehidupan sehari-hari yang membuktikan bahwa building blocks dari semua apa yg kita usahakan di dunia ini dimulai dg sebuah dogma postulat (keimanan). Salah satu contohnya adalah: pernahkah kita juga berusaha membuktikan siapa Ibu & Ayah kita? Ternyata tidak, karena kita juga TIDAK AKAN MAMPU membuktikannya. Padahal kalau semua orang di dunia ini mempertanyakan ini, maka runtuhlah semua infrastruktur sosial peradaban manusia yg telah kita bangun dan percayai selama ini. Jadi, jangankan untuk membuktikan adanya Allah, untuk yg sehari-hari seharusnya sangat gamblangpun, kita tidak bisa membuktikan. Inilah menurut saya, kelemahan manusia. Memahami bahwa semuanya itu adalah dari Allah, justru harus kembali ke Al-Qur'an yang ternyata banyak sekali menjelaskan hal-hal yang tidak dapat dijelaskan dengan pedoman lain. Intinya: ya memang harus dimulai dengan dogma postulat (keimanan). Salam.

siraj al-soloni said...

Assalammu'alaikum wr wb,

Menurut hemat saya, Allah swt telah mewahyukan ayat-ayat penciptaan alam semesta ini kepada alam semesta langsung yang di dalam vocabulary Al-Quran dinamakan sebagai ayat-ayat Al-Kauniyah. Dan jika kita, manusia baik Muslim atau bukan Muslim, ingin tahu arti sebenarnya dari teks ayat-ayat Al-Quran, maka oleh Allah swt kita diperintahkan memperhatikan dan mengkaji al-kaun atau alam semesta.

Wassalam,

Anonymous said...

salam ..
Sekedar intermezzo ... new monkey here
Pak yang pandai, susah juga logika tom-jerry dari satu sisi evolusi praktis, gak kena logika dan kartunnya, (biar bagaimana 'logika tom-jerry' nya disini, signifikasi dari kartunnya malah teggelam ya feelnya, jadi ill feel ni pak)

Sebab, konon dari awal saja metodenya diragukan, salah satu teorema logika saja malah masih dipertanyakan ulang, misal : benar + benar > benar, benar + salah > salah, tapi kalau salah + salah > benar malah? Nah karena masyaalah ...urusan muasal evolusi alam versi kalamulah disetting dalam false figure yang salah (sebab tidak semua kartun itu bisa diterima logikanya, lha wong namanya kartun bukan reality show)jadi kalau pakai logika yaa tetep mungkin ya asumsi empiris kartunnya salah kuadrat dan malah > mendekati kebenaran seperti kesalahan evolusi atheis paganis Darwin??? benar gak sih...loh kok ???
Bagaimana kalau sisi kartunnya bukan false figure dari evolusi darwinnya, saya rasa lebih mendidik anak loh biar gak nakal-nakal amat he he he... makin blurred ya ceplosan saya

Walahu alam, maaf bila tersinggung, tapi insyaalah mungkin ada...saya lupa pernah membaca Kalamulah tentang teori evolusi...maklum saya bukan da'i dan hanya mengandalkan ingatan yang pas-pasan mengingat intinya : suatu generasi yang dicintai Alloh mengganti generasi sebelumnya, entah ya, ini pendapat saya, apa mengganti DNA-nya dulu atau kiamatkah seperti penalti punahnya dabbah /binatang melata dibumi/ kadal prehistoric?

NB.
Kalau saya cenderung mengartikulasikan logika sinema 'jurrassic park' dinasaurus lebih pas loh sebab fosilnya lebih lengkap he he ...maaf saya lagi 'chaos'

Anonymous said...

Asswrwb.
Salam kenal pak Tono ..
Saya mengenal nama bapak karena saya membaca buku bapak yang berjudul "Mengungkap Rahasia Simfoni Dzikir Jagat Raya " sekitar setahun lalu. Bagus bukunya pak, sangat bermanfaat .. bahkan buku tersebut saya jadikan salah satu referensi buku saya berjudul " Perjalanan Sang Khalifah".
Malam ini saya mencari data tentang bapak dalam rangka tulisan saya tentang hubungan waktu shalat dan perjalanan matahari. Maka ketemulah saya dengan blog ini... Subhanallah ..

Salam hormat saya untuk bapak dan keluarga.

Wass.
Sylvia Nurhadi
http://vienmuhadi.com