Wednesday, January 9, 2008

Bagaimana Sains Menjelaskan Hari Kebangkitan?

Oleh: Tono Saksono, Ph.D

Pendahuluan

Masih banyak orang yang masih ragu-ragu, bahkan di antara umat yang menyatakan beriman, tentang apakah betul Hari Kebangkitan itu nyata dan akan terjadi? Keraguan ini dikuatkan lagi dengan berkembangnya suatu hipotesis yang seolah-olah ilmiah tentang Teori Evolusi yang digagas oleh Charles Darwin pada tahun 1859. Teori ini mengatakan bahwa manusia dengan ujudnya yang sempurna seperti kita sekarang ini berasal dari sebuah jasad renik yang mengalami proses evolusi secara terus menerus selama miliaran tahun dengan dua komponen dasarnya yaitu: natural selection (seleksi alam) dan random mutation (mutasi acak). Padahal sudah banyak sekali tulisan ilmiah yang membuktikan bahwa Teori Darwin adalah sebuah ilusi dan kebohongan yang meracuni pemikiran umat manusia selama sekitar 150 tahun terakhir, tapi telah berhasil menguasai media masa, baik elektronik maupun percetakan dunia moderen saat ini (lihat buku-buku karangan Harun Yahya, ilmuwan Muslim berkebangsaan Turki yang sangat terkenal).

Saya pernah diundang oleh sebuah pesantren di sekitar Bekasi Timur yang cukup maju yang memampangkan dengan bangga di aulanya poster-poster proses evolusi makhluk primata yang semula berjalan dengan empat kaki dan setelah miliaran tahun berubah bentuk menjadi makhluk yang berjalan tegak dan akhirnya menjadi manusia sempurna seperti kita. Astagfirullah al adzim. Saya kemudian melakukan protes pada pimpinan pesantren ini yang ternyata tidak sadar dengan message yang ada di balik poster yang berwarna warni indah ini. Teori Evolusi Darwin adalah suatu pengingkaran atas kemahakuasaan Allah yang menciptakan Rasulullah Adam AS sebagai manusia pertama langsung menjadi makhluk sempurna seperti yang tercantum di dalam ayat Al-Baqarah: 30. Pada ayat 33 nya Nabi Adam menjelaskan visi dan misinya pada para Malaikat yang merupakan makhluk yang sangat cerdas. Tidaklah mungkin Nabi Adam mampu menjelaskan sebuah misi kekhalifahan di muka Bumi yang sangat kompleks di depan makhluk cerdas seperti Malaikat, bila Adam sendiri bukan makhluk yang sangat cerdas.

قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّا أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?" (QS 2, Al-Baqarah: 33)

Penolakan atas Hari Kebangkitan

Pengingkaran atas adanya Hari Kebangkitan telah dilakukan sejak dulu oleh kaum musyrik Arab di jaman Rasulullah SAW, dan itu terus berlangsung sampai sekarang. Apakah mungkin para penyebab kerusakan di muka Bumi (termasuk para koruptor kekayaan rakyat dan negara) tetap akan mau melakukan perbuatannya bila mereka sunguh-sungguh percaya bahwa akan ada hari pembalasan kelak setelah mereka dibangkitkan kembali dari kubur? Mereka terus melakukan perbuatan-perbuatan busuk ini karena mereka tidak terlalu yakin akan betapa pedihnya siksaan yang akan mereka terima sebagai balasan atas perbuatannya yang menimbulkan kerusakan di muka Bumi. Motto mereka adalah: hidup hanya satu kali, maka harus dimanfaatkan merengkuh kenikmatan dunia dengan menumpuk kekayaan untuk anak-cucunya sampai turunannya yang ke tujuh, dengan cara apapun. Ini hanya mungkin dilakukan karena mereka tidak percaya pada Hari Pembalasan.

Ternyata cukup banyak firman Allah yang menjelaskan keraguan dan penolakan atas adanya Hari Kebangkitan ini di dalam kitab suci Al-Qur’an yang tersebar dalam: Al-Isra’:49 dan 98, Al-Mu’minun: 82, Ya Sin: 78, As-Saffat: 16-17 dan 53, Al-Waqi’ah: 47-48, dan An-Nazi’at: 11). Salah satu ayat tersebut dikutip di bawah ini:

ذَلِكَ جَزَآؤُهُم بِأَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا وَقَالُواْ أَئِذَا كُنَّا عِظَاماً وَرُفَاتاً أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقاً جَدِيداً

Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?" (QS 17, Al-Isra’: 98)

Jawaban Allah atas keraguan tentang Hari Kebangkitan

Jawaban Allah atas keraguan adanya Hari Kebangkitan ini sangat jelas dan gamblang seperti dalam firman-Nya dalam Ya Sin 79, As-Saffat: 19, Al-Waqi’ah: 49-50, dan Al-Qiyamah: 3-4. Dua di antaranya dikutip sebagai berikut:

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (QS 36, Ya Sin: 79).

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنظُرُونَ

Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka melihatnya. (QS 37, As-Saffat: 19).

Surat Ya Sin: 79 di atas adalah sebuah bantahan yang gamblang dari Allah SWT bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna dan akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang sempurna pula. Manusia bukan berasal dari jasad renik yang ber-evolusi selama miliaran tahun menjadi hewan primata, dan kemudian ber-evolusi miliaran tahun lagi menjadi manusia. Perlu dicatat bahwa cukup banyak para ulama Islam dan agama lain yang mengambil sikap moderat dengan menerima Teori Evolusi, meskipun dengan catatan bahwa semua proses itu masih dalam kontrol Allah SWT. Padahal jawaban Allah pada Ya Sin: 79 di atas cukup jelas. Teori Evolusi memang disebarluaskan hanya untuk menyangkal proses penciptaan Allah Yang Maha Agung.

Bagaimana Sains menjelaskan proses kebangkitan ini?

Dalam buku-buku yang saya tulis, telah saya jelaskan bahwa makhluk ciptaan Allah itu selalu unik, tidak ada yang sama. Ada sekitar 200-300 miliar galaxi di jagat raya yang telah Allah ciptakan. Galaxi yang berukuran besar dihuni oleh sekitar 2 triliun bintang, sedangkan galaxi Bima Sakti yang berukuran sedang di mana tatasurya kita berada memiliki sekitar 200-300 miliar bintang (termasuk Matahari kita). Jika kita menghitung juga jumlah planet-planet yang mengelilingi bintang-bintang tersebut, maka jumlah benda langit tersebut tidak terhitung jumlahnya. Manusia tidak akan mampu membayangkan bahkan berapa jumlah benda-benda langit tersebut. Sama tidak mampunya ketika manusia diminta untuk menghitung jumlah buliran pasir yang ada di pantai. Namun, di antara jumlah benda langit yang tak terhitung jumlahnya tersebut, ternyata semuanya unik, tidak ada yang sama baik ukuran, sifat fisik, geomorfologis, geologis, kimia, maupun sifat-sifat lainnya. Keunikan tersebut juga terjadi pada miliaran triliun rumput yang tumbuh di muka Bumi. Semuanya tidak ada yang sama. Demikian pula pada sekitar 6 miliar manusia yang saat ini menghuni planet Bumi (bahkan jika ditambahkan juga dengan yang telah meninggal), ternyata alis, kuku, mata, hidung, cuping telinga bahkan semua bagian organ tubuh manusia yang terkecilpun tidak ada yang sama. Semuanya unik.

Ilmuwan Inggris, William Herschel sejak tahun 1858 bahkan telah membuktikan bahwa sidik jari manusia juga unik dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi manusia, dan itu digunakan dan sangat berguna dalam ilmu forensik moderen sampai saat ini.

Sidik jari manusia yang unik

(sumber: Dr. Sharif Kaf Al Ghazal)

Tentang sidik jari ini, Allah juga menjelaskan dalam firman-Nya seperti yang dijelaskan pada surat Al-Qiyamah: 3-4.

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَلَّن نَجْمَعَ عِظَامَهُ

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (QS 75, Al-Qiyamah: 3).

بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُ

Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) ujung jari jemarinya dengan sempurna. (QS 75, Al-Qiyamah: 4).

Lebih jauh, penelitianpenelitian yang lebih dalam di bidang biologi molekuler sejak tahun 1950-an telah mampu menentukan struktur gen, kromosom dan struktur molekul DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang menyimpan informasi genetika. Maka DNA pun telah digunakan untuk mengidentifikasi keunikan sifat biologis manusia yang lebih canggih DNA adalah senyawa asam nuklik yang membawa informasi genetik dalam sel dan mampu mereplikasi dirinya dan melakukan sintesa atas RNA (Ribonucleic Acid). DNA mengandung dua rangkaian panjang gelombang saraf yang saling tali-temali membentuk struktur spiral ganda yang dihubungkan oleh larutan hidrogen perekat antara adenin dasar dan thymenin. Rangkaian jaringan saraf ini menentukan sifat-sifat keturunan. Dengan mengetahui struktur DNA-nya, seorang ahli mikrobiologi dapat menentukan wanita/pria manakah yang secara genetik yang menjadi ibu atau ayah untuk seorang bayi (bio-logical mother/father).

Selanjutnya, dimulai pada tahun 1990-an awal, para peneliti biologi mulekuler Amerika Serikat mulai melakukan penelitian tentang Human Genome Project yang dikoordinasi oleh Department of Energy dan the National Institutes of Health, dengan tujuan mengidentifikasi sekitar 30,000 gen dalam DNA manusia dan menentukan urutan sekitar 3 milyar pasangan dasar kimia yang membentuk DNA manusia. Proyek ini bernilai milyaran dolar Amerika, yang melibatkan industri bioteknologi dan merangsang pengembangan aplikasi medis, termasuk, untuk menemukan gen yang terkait dengan kondisi genetik seperti kanker payudara dan kangker usus yang menurun. Draft kerja proyek ini diumumkan pada Juni 2000.

Allah telah menyusun database manusia

Banyak orang yang belum menyadari bahwa apa yang Allah janjikan sebenarnya adalah sebuah penyusunan dan penyajian database bagi setiap individu manusia. Bukan saja database biologi molekuler manusia yang unik seperti dijelaskan di atas, bahkan juga termasuk database semua perbuatan baik yang buruk maupun yang jahat selama hidup kita di muka Bumi. Perhatikanlah firman-firman Allah sebagai berikut yang dengan jelas menggambarkan proses pencatatan amal manusia dalam sebuah database yang maha kompleks.

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِراً وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَداً

Dan diletakkan kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang juapun. (QS 18, Al-Kahfi: 49)

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS 36, Yaa-Siin: 65)

وَمَا كُنتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَكِن ظَنَنتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيراً مِّمَّا تَعْمَلُونَ

Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan. (QS 41, Fussilat: 22)


Dan yang paling dahsyat, perhatikanlah surat Qaaf: 4 dan 44 di bawah ini, yang menjelaskan database yang telah disusun oleh Allah SWT:

قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ وَعِندَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ

Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat). (QS 50, Qaaf: 4)

يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعاً ذَلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka keluar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami. (QS 50, Qaaf: 44)


Jadi jelaslah bahwa meskipun tubuh manusia telah hancur dimakan belatung di dalam kubur, dan belatung inipun kemudian hancur dimakan jasad renik yang lain, dan semua sel tersebut telah tersebar tidak tentu arah di seluruh permukaan Bumi, bahkan Bumi pun kemudian telah hancur, semua sel dan komponen tubuh manusia tersebut telah tercatat secara unik dan dapat dikenali melalui sifat-sifat DNA-nya yang unik. Jadi satu teriakan seperti yang digambarkan Allah dalam surat As-Saffat: 19 di atas, itu layaknya satu ketukan tuts komputer dalam mengoperasikan aplikasi mesin pencari Google Search Engine yang mampu mengumpulkan semua sel dan komponen tubuh manusia yang memang memiliki identitas yang unik. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Bekasi, 9 Januari 2008.

2 comments:

Siraj Al-Soloni said...

Assalammu'alaikum wr wb,

Menurut hemat saya problematika pemahaman manusia Muslim hususnya dan manusia secara umum atas adanya hari kebangkitan terletak pada tafsir terhadap ayat Qurani atau pemahaman atas ayat Qurani.
1 - Apa yang dimaksud dengan kata "kebangkitan" (dalam konteks menghidupkan mahluk yang sudah mati, termasuk manusia)yang digunakan di dalam wahyu.
2 - Bagaimana sains memperkirakan kemungkinan yang terbuka bagi "kebangkitan" semacam itu.
3 - Dan bagaimana Kemahakuasaan dari Yang Maha Pencipta kehidupan melaksanakan kehendak-NYA secara nyata hingga logika, rasionalitas dan dialektika pemikiran manusia Muslim dan manusia umumnya dapat mengakomodasinya secara wajar.

Semoga dapat dipertimbangkan oleh Bapak Tono Saksono Ph.D

Wassalam,
A.M

Anonymous said...

yang pasti...
terima kasih banyak artikelnya, saya mengambil sedikit bahasan ttg hari akhir dan kajian2 dan hubungannya dengan islam. alhamdulillah saya dapatkan di blog anda.

terima kasih banyak :)