Friday, September 12, 2008

Ya-Sin: Robust definition of the beginning of Islamic month


Tono Saksono, Ph.D

Tahun 2008 (1429H) ini secara umum umat Islam di seluruh dunia insya Allah tidak mengalami perbedaan dalam penentuan awal Ramadan, awal Syawal maupun awal bulan Dzulhijjah. Ini terjadi karena posisi hilal pada maghrib awal bulan-bulan tersebut cukup tinggi yang berkisar sekitar 6 s/d 10,4 derajat busur. Begitu juga, pada tahun 2009 (1430H) yang akan datang, posisi hilal juga akan cukup tinggi pada kisaran 6,3 s/d 12,1 derajat busur. Keduanya jauh di atas batasan minimal Departemen Agama RI yang hanya 2 derajat.

Namun demikian, awal Ramadan pada tahun 2010 (1431H) yang akan datang, posisi hilal tidak akan setinggi dua tahun sebelumnya, yaitu hanya akan ada pada kisaran 2,8 derajat. Meskipun masih lebih tinggi dari ketentuan Departemen Agama RI, namun, posisi hilal sangat berpotensi untuk tidak akan tampak oleh para perukyat. Akhir Ramadan 1431H akan cukup aman karena hilal akan ada pada ketinggian 11,5 derajat. Namun, sekali lagi, posisi hilal akan sangat rendah pada awal bulan Dzulhijjah yang akan hanya di kisaran 1,6 derajat. Dengan demikian, awal bulan Ramadan dan Iedul Adha 1431H yang akan datang, umat Islam di dunia berpotensi lagi akan mengalami pebedaan penentuan harinya.

Bila kita cermati dengan seksama, ternyata pendefinisian awal bulan Qomariyah Islam sebetulnya sudah sangat jelas diberikan dalam surat Ya-Sin ayat 39-40. Simulasi komputer untuk menjelaskan posisi hilal dan matahari pada akhir bulan dan awal bulan Qomariyah berikutnya diberikan pada file berikut. Silahkan di download dari alamat berikut atau dengan mengklik gambar di samping kiri, di bawah tanda FREE DOWNLOAD.

http://www.mediafire.com/?sharekey=85ebca82a474366bd2db6fb9a8902bda

Seorang ulama besar Islam berkebangsaan India, Dr. Zakir Naik, mengatakan: QUR'AN IS NOT A BOOK OF SCIENCE, IT IS A BOOK OF SIGNS. Memang untuk memahami pesan dalam Al-Qur'an, kita harus merenungkannya dengan penuh perhatian, karena Allah berfirman: dzalika la ayatun liqoumin ya'kilun. Sungguh Allah Maha Besar.

Friday, August 22, 2008

How much gold do you have in your coffer

Tono Saksono, Ph.D

Sejak dulu kala, bahkan sejak peradaban kuno seperti zaman Pharaoh (raja-raja Mesir kuno), bangsa Inca, bangsa Indian sub-kontinen, Persia, bahkan kisah-kisah seribu satu malam dan perjalanan Jalan Sutera (silk route), emas telah menyihir umat manusia sebagai simbol kemewahan duniawi. Di dalam Al-Qur’an pun, Nabi Sulaiman AS, yang diperkirakan hidup pada sekitar 978-920 tahun sebelum Masehi, juga digambarkan sebagai nabi yang sangat kaya di mana istana kerajaan beliau selalu digambarkan dengan sangat mewah dan penuh dengan emas dan permata. Di sisi lain, emas juga telah lama menjadi sumber ketamakan dan simbol kerakusan manusia.

Ketika tentara kerajaan Spanyol pimpinan Francisco Pizarro menundukkan kerajaan Inca dan menahan rajanya, Atahualpa, pada tahun 1529-M, dikisahkan Atahualpa berjanji akan memberikan tebusan emas sepenuh kamar tahanannya ditambah dengan perak sebanyak dua kalinya, untuk pembebasannya. Dengan janji emas ini, tentara Spanyol kemudian membunuh rival Atahualpa, Huascar, meskipun akhirnya Atahualpapun dibunuh oleh Pizarro pada tahun 1533.

Di jaman moderen, kita mengenal gold fever (demam emas) yang melanda peradaban manusia. Kita mengenal Klondike Gold Rush di Amerika pada tahun 1896 ketika George Carmack menemukan deposit emas yang cukup besar di Bonanza Creek, yang kemudian menyebar secara cepat ke seluruh Amerika Utara. Sebelumnya pada tahun 1848, dunia juga mengenal California Gold Rush yang pertama kali ditemukan oleh James Marshall. Berita penemuan ini dengan cepat menyebar yang kemudian mengundang para pemburu emas bahkan dari seluruh dunia. Gold rush seperti ini dalam skala tertentu memang berdampak positif. San Francisco yang semula merupakan desa kecil kemudian berkembang menjadi kota besar. Jalan, sekolah, gereja dan beberapa kota satelit kemudian dibangun, sistem hukum dan pemerintahan juga dikembangkan yang berujung diterimanya California sebagai salah satu negara bagian dari Amerika Serikat pada tahun 1850. Namun demikian, dampak negatifnya juga sangat luar biasa karena penduduk asli Amerika diserang, dibunuh atau setidak-tidaknya terusir dari tanah leluhurnya yang menimbulkan ketegangan etnis dan ras, bahkan genosida. Sementara lingkungan hidup telah menjadi rusak akibat aktifitas penambangannya.

Allah telah berfirman:


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali-Imran: 14).

Emas telah lama dijadikan ukuran seberapa kaya seseorang. Dengan demikian, berapakah emas yang telah Anda berhasil kumpulkan selama hidup Anda dan telah menyita waktu Anda untuk menghitung-hitung nilai koleksi Anda itu? Marilah kita lihat peristiwa yang maha dahsyat berikut.

Pada sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu, sebagai cikal-bakal seluruh alam semesta ini, para ahli astrofisika mempercayai bahwa terdapat sebuah massa yang sangat kecil yang saking kecilnya dianggap tidak memiliki dimensi (dimensionless atau zero volume) sebagai upaya penolakan bahwa sebetulnya semula tidak ada apa-apa. Penolakan ini dilakukan karena bila dikatakan tidak ada apa-apa dan kemudian menjadi ada maka konsekuensinya adalah adanya pengakuan pada proses penciptaan oleh Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Namun demikian, para ahli astrofisika percaya bahwa partikel zero volume ini memiliki kepadatan yang sangat luar biasa sehingga kemudian menimbulkan sebuah ledakan yang sangat besar, kemudian dikenal dengan Big Bang, dan kini telah menghasilkan benda-benda langit (bintang, planet, satelit, komet, asteroid, dll). Sekumpulan benda langit tersebut tergabung dalam galaxi, sementara galaxi-galaxi ini terkumpul menjadi kelompok galaxi (clusters of galaxies), dan kemudian menjadi super bahkan super-super clusters of galaxies. Ukuran dan bentuk galaxi juga bermacam-macam. Sebuah galaxi kecil hanya terdiri atas beberapa puluh miliar bintang, galaxi berukuran sedang merupakan himpunan atas ratusan miliar bintang, sementara galaxi besar dapat memuat dua triliun bintang. Untuk melengkapi keheranan kita semua akan betapa luasnya alam semesta ini, ternyata diperkirakan ada 100-200 miliar galaxi di alam raya ini.

Gugusan bintang sendiri baru terbentuk pada sekitar satu miliar tahun kemudian setelah Big Bang. Bumi tempat kita berhuni, misalnya, baru terbentuk sekitar 4-5 miliar tahun yang lalu, sementara kehidupan di Bumi ini baru terditeksi pada sekitar satu miliar tahun lalu dimana Bumi pada saat itu, mulai dianggap habitable.

Dari tiliunan-triliun jumlah benda langit (secara aritmatik mungkin jumlahnya adalah sekitar 1 dengan 23 nol di belakangnya), ukuran Bumi kita ini sangat kecil sekali. Akan diperlukan sekitar 1,3 juta Bumi untuk mengisi seluruh ruang Matahari yang kita lihat karena radius Matahari adalah 103 kali radius Bumi. Padahal dalam galaxi Bima Sakti di mana tatasurya kita berada terdapat sekitar 100 miliar bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari Matahari. Bintang Antares yang letaknya sekitar 600 ribu tahun cahaya dari Bumi kita, misalnya, memiliki radius sekitar 700 kali radius Matahari kita. Lihat perbandingan dimensi Matahari yang berupa satu titik, bintang Orange Star, dan Red Giant Antares pada gambar berikut yang bersumber dari Wikipedia.
Dengan demikian, bisakah kita membayangkan betapa tidak berartinya Bumi kita yang sudah sangat luas ini jika dibandingkan dengan ukuran seluruh jagat raya ciptaan Allah. Pantas Allah berfirman seperti berikut ini.


إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الأرْضِ ذَهَباً وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Ali-Imran: 91).

Jadi, jika cuplikan ayat Kursi berikut mengatakan:

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. (Al-Baqarah: 255).

Ini bermakna bahwa bila wujud Allah dapat divisualisasikan secara materi, maka Allah itu memang sangat besar dan sangat tinggi, persis seperti ungkapan pada potongan ayat Kursi di atas. Ini sekaligus menjelaskan bahwa emas sebesar Bumi inipun tidak ada artinya apa-apa di depan Allah. Sungguh Allah Maha Besar.

Wednesday, August 13, 2008

Lunar Eclipse, August 17, 2008

Tono Saksono, Ph.D


Pada tanggal 17 Agustus 2008 yang akan datang, wilayah-wilayah Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia (termasuk Indonesia), dan Australia akan menyaksikan gejala alam yang menarik berupa gerhana Bulan yang menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Pada peristiwa gerhana Bulan, bagian Bulan yang tidak tampak (gelap) adalah betul-betul akibat tertutup oleh bayangan Bumi. Sedangkan pada kejadian harian yang kita alami, bagian Bulan yang tidak tampak/gelap adalah akibat posisi geometris permukaan Bulan yang tersinari Matahari hanya sebagian kecil saja yang tampak oleh kita di Bumi (fase Bulan). Jadi kedua peristiwa ini berbeda. Pada peristiwa gerhana Bulan, posisi Matahari, Bumi dan Bulan hampir berada pada posisi garis lurus sedemikian rupa sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.

Dalam posisi ini, bayangan Bumi yang terkena sinar Matahari akan membentuk sebuah kerucut raksasa di langit sana. Bayangan kerucut ini memiliki dua bagian utama yaitu umbra yaitu bagian tengah kerucut yang sangat gelap dan penumbra yaitu bagian pinggiran kerucut yang tidak terlalu gelap. Dengan demikian, gerhana Bulanpun terbagi atas tiga macam yaitu gerhana penumbral, gerhana sebagian, dan gerhana total. Gerhana total terjadi bila semua bagian Bulan masuk ke dalam bagian umbra sehingga Bulan pada kurun waktu tertentu akan tidak nampak sama sekali. Gerhana sebagian terjadi bila hanya sebagian permukaan Bulan saja yang masuk ke wilayah umbra, sebagian lain masuk dalam wilayah penumbra. Sedangkan Gerhana penumbral terjadi bila Bulan tidak memasuki wilayah umbra dan hanya memasuki wilayah penumbra.

Selama abad ke 21 ini, penduduk Bumi akan mengalami 230 kali gerhana Bulan dengan rincian 87 kali gerhana penumbral (37,8%), 58 kali gerhana sebagian (25,2%), dan 85 kali gerhana total (37,0%). Bila gerhana Bulan pada 21 Februari 2008 lalu adalah merupakan gerhana total, pada tanggal 17 Agustus 2008 nanti kita akan menyaksikan gerhana Bulan sebagian. F. Espenak dalam situs NASA menggambarkan secara grafis posisi dan waktu Bulan mulai masuk dan keluar kembali wilayah-wilayah penumbra dan umbra seperti pada Gambar-1 berikut, dengan terminologi teknis sebagai berikut:

P1: saat persinggungan luar pertama Bulan dengan penumbra (permulaan gerhana penumbral). Ini terjadi pada 16 Agustus jam 18:23:07 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 01:23:07 WIB.

U1: saat persinggungan luar pertama Bulan dengan umbra (permulaan gerhana umbral sebagian). Ini terjadi pada 16 Agustus jam 19:35:45 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 02:35:45 WIB.

Greatest eclipse: saat ketika Bulan melintasi wilayah yang paling dekat dengan sumbu utama bayangan Bumi (sumbu kerucut bayangan Bumi).

U4: saat persinggungan luar terakhir Bulan dengan umbra (gerhana umbral sebagian berakhir). Ini terjadi pada 16 Agustus jam 22:44:38 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 05:44:38 WIB.

P4: saat persinggungan luar terakhir Bulan dengan penumbra (gerhana penumbral berakhir) yang terjadi pada 16 Agustus jam 23:57:06 universal time (UT) atau 17 Agustus jam 06:57:06 WIB.

Adapun cakupan wilayah Indonesia yang masuk ke dalam zona P1, U1, U4, dan P4 dapat dilihat pada Gambar-2 berikut. Wilayah Indonesia timur yang meliputi Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya hanya masuk wilayah-wilayah antara U1 dan U4. Sedangkan wilayah Indonesia barat yang meliputi Jawa dan Sumatera masuk dalam wilayah U4 dan P4. Dengan demikian, waktu sholat gerhana bagi dua wilayah Indonesia barat dan timur ini dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2008 dengan waktu yang diberikan seperti berikut:


Indonesia timur: 02:35:45 WIB sampai dengan 05:44:38 WIB.

Indonesia barat: 05:44:38 WIB sampai dengan 06:57:06 WIB.


Tidak ada yang mistis dalam peristiwa gerhana Bulan maupun Matahari karena Rasulullah SAW pun menolak ketika sahabat menghubung-hubungkan peristiwa gerhana yang kebetulan terjadi bertepatan dengan saat meninggal salah seorang putera beliau. Sholat gerhana hanya disunnatkan agar manusia selalu mengingat Allah SWT sebagai Sang Maha Pengatur dan Pemilik atas semua isi alam ini.


Friday, July 18, 2008

Analisis awal Ramadan & Syawal 1429H

Tono Saksono, Ph.D

Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut dan memasuki bulan suci Ramadan 1429H. Berdasarkan perhitungan astronomi, akhir Sya’ban 1429H akan jatuh bertepatan dengan maghrib pada tanggal 31 Agustus 2008. Dengan demikian 1 Ramadan 1429H akan jatuh pada hari Minggu malam tanggal 31 Agustus 2008 tersebut, dan mulai berpuasa pada Senin, 1 September 2008. Insya Allah tidak akan terjadi perbedaan antara umat penganut madzhab rukyat dan hisab dalam mengawali Ramadan ini karena pada maghrib 31 Agustus 2008 nanti, hilal akan berada pada posisi 6 derajat di atas ufuk (Jakarta), jauh di atas batas 2 derajat yang biasa digunakan oleh Departemen Agama RI. Dalam posisi seperti ini hilal akan tenggelam sekitar 24 menit kemudian setelah maghrib (Matahari terbenam). Sementara itu di kota Mekah, pada maghrib 31 Agustus 2008, posisi hilal akan ada pada ketinggian 4,6 derajat dan akan tenggelam sekitar 20 menit setelah maghrib. Posisi inipun cukup tinggi sehingga, insya Allah, para perukyatpun akan cukup mudah dapat melihat hilal di langit barat kota Mekah yang pada umumnya lebih jernih daripada Jakarta.

Sementara itu, akhir Ramadan yang berdasarkan perhitungan astronomi akan jatuh pada 30 September 2008. Pada maghrib hari itu, posisi hilal malah akan jauh lebih tinggi lagi yaitu pada ketinggian 10,4 derajat di atas ufuk Jakarta. Dalam posisi seperti ini, hilal akan tenggelam sekitar 43 menit kemudian setelah waktu maghrib Jakarta. Sedangkan di Mekah, posisinya akan ada di ketinggian 6,8 derajat di atas ufuk setempat, yang berarti akan tenggelam sekitar 30 menit setelah maghrib waktu lokal. Dengan demikian, potensi perbedaan antara madzhab rukyat dan hisab juga akan lebih tipis lagi (lihat tanda panah pada tabel).

Selanjutnya, seperti terlihat pada tabel terlampir, umat Islam di dunia tampaknya tidak akan mengalami perbedaan pada pendefinisian awal waktu Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah pada tahun 2009 (1430H) yang akan datang karena posisi hilal pada maghrib di waktu-waktu yang krusial tersebut akan cukup tinggi, sekitar 6,3 – 12,1 derajat di atas ufuk Jakarta (lihat tanda awan pada tabel). Potensi terjadi perbedaan baru akan kita alami pada tahun 2010 (1431H) karena posisi hilal pada awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah akan sangat rendah (hanya 1,6 – 2,8 derajat) di atas ufuk Jakarta (lihat tanda oval pada tabel terlampir).

Mudah-mudahan semakin terjadi konvergensi antara penganut madzhab rukyat dan hisab setelah kita semakin memahami tanda-tanda kekuasaan Allah berupa karakteristik pergerakan Bulan, Bumi, dan Matahari ini. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Monday, March 31, 2008

Globalization, Ethical Code and Professionalism: What We Can Learn from A Junior High School Student


Globalisasi, Etika Profesi dan Profesionalisme:
Pelajaran dari Murid SMP


Tono Saksono, Ph.D


Dalam acara televisi Star World ada sebuah acara yang berjudul Are You Smarter than a 5th Grader? (Apakah Anda Lebih Pandai daripada Anak SD Kelas V?). Acara yang sangat menarik ini ternyata memberi pelajaran yang sangat berharga: dalam banyak hal kita sebagai orang tua ternyata harus banyak belajar dari anak-anak kelas V SD (5th grader), dalam hal kematangan berfikir, membangun tatalaku profesi, dan membina profesionalisme.

Sejak kecil, anak saya yang nomor tiga (sekarang kelas II SMP) ternyata memiliki minat yang cukup besar pada dunia seni (art). Sejak kelas IV SD dia rajin mengikuti acara ‘ART ATTACK’ melalui Disney Channel yang dipandu oleh seorang seniman Inggris dengan aksen Skotlandianya yang sangat kental. Si Pemandu memberi pelajaran kreatifitas dalam menghasilkan karya-karya seni dengan menggunakan bahan-bahan yang digali dari lingkungan, bahkan sampah di sekitar kita. Acara ini memang sangat menarik. Selanjutnya, ketika dia duduk di kelas VI SD, minatnya pada bidang seni mulai lebih terarah karena pengetahuannya tentang pengoperasian program desain grafis semacam Adobe Photoshop dan pembuatan blog pribadi semakin membaik. Dalam saat yang bersamaan, dia mulai masuk ke komunitas deviant art (http://www.defiantart.com/) peminat disain grafis remaja. Pada dasarnya deviant art adalah situs yang menyediakan galeri bagi para peminat disain grafis anggotanya dalam berbagi pengalaman. Maka mulailah dia masuk ke dalam komunitas berskala global.

Yang menarik, komunitas anak-anak remaja ini ternyata merupakan komunitas pembinaan profesi yang sangat moderen, dengan tanda-tandanya sebagai berikut:



  • Anggotanya adalah jutaan remaja di seluruh dunia. Tidak semuanya merupakan anggota aktif yang memang memiliki minat meningkatkan keterampilan disain grafisnya. Lebih banyak lagi di antara anggotanya adalah anggota pasif yang hanya menjadi penikmat hasil karya anggota komunitas maya yang lain;

  • Mereka saling berbagi segala sesuatu tentang disain grafis yang meliputi hardware, software maupun teknik-teknik pembuatan disain grafis yang detil;

  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, etika profesi dan saling kontrol. Bila ada sebuah gambar yang dipublikasikan oleh anggotanya, seluruh anggotanya di seluruh dunia akan memantau apakah ini merupakan sebuah karya asli atau hanya jiplakan. Plagiarism betul-betul diperangi oleh komunitas ini, sehingga anggota yang melakukan plagiat, langsung akan dikucilkan atau bahkan dikeluarkan dari komunitas ini;

  • Pembinaan kesetiakawanan yang tulus telah mulai dibangun. Pernah ada seorang anggotanya di Spanyol kebetulan sakit. Maka sekelompok anggota ini kemudian berinisiatif untuk mendisain sebuah poskar (postcard) sebagai tanda simpati dan mendoakan agar cepat sembuh. Anak saya kebetulan yang menjadi salah seorang kontributor yang diminta untuk menyumbangkan gambarnya. Sungguh sangat menyentuh ketulusan dan kesetiakawanan anak-anak globalisasi ini.

Gambar-gambar para remaja ini umumnya adalah gaya Manga School, gaya komik Jepang yang sangat populer di kalangan remaja dengan tokoh sentralnya yang terkenal seperti Naruto. Karena pengaruh budaya Jepang inilah, maka komunikasi juga dilakukan bukan saja dengan bahasa Inggris tapi juga, to a lesser extent, dalam bahasa Jepang. Yang menakjubkan adalah: anak-anak ini mempelajari bahasa Jepang ini justru dengan menggunakan buku teks yang berbagasa Inggris. Mereka juga saling berbagi buku-buku teks semacam ini. Pernah suatu ketika saya mengkritik teks blog anak saya yang saya pikir salah secara gramatikal bahasa Inggris. Anak saya menjawab: Papah sih enggak gaul, ini kan bahasa slang di Amerika. Semua kegiatan di atas dilakukan sepenuhnya dalam dunia maya. Beberapa kelompok yang tinggal di kota yang berdekatan mungkin saja melakukan copy darat (jumpa secara fisik para anggota komunitas maya), namun sebagian besar anggota komunitas ini tidak pernah berjumpa sama sekali.

Pada minggu lalu, bertempat di Sekolah Insan Cendekia (sekolah menengah unggulan yang didirikan oleh Presiden Habibie dalam mempersiapkan tunas-tunas muda Indonesia masa depan), diselenggarakanlah beberapa lomba ilmiah antara murid-murid SMP dan SMA se Jabodetabek. Anak saya terpilih mewakili sekolahnya sebagai peserta lomba disain grafis. Alhamdulillah dia terpilih menjadi Juara-1 lomba dengan peserta murid SMP & SMA se Jabodetabek ini. Karyanya menampilkan tiga buah poster yang bertemakan: Love & Prosperity, Freedom & Justice, dan Faith & Obedience. Selain gambarnya memang bagus, ternyata salah satu nilai penting yang dia peroleh adalah karena dia menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika profesi dalam karyanya. Pada poster yang pertama dalam gambar terlampir, dia menjelaskan bahwa gambar padi dan kapas yang dipegang oleh si anak gadis dia ambil dari wikipedia. Banyak peserta lain yang ternyata dalam ujian wawancara baru ketahuan bahwa beberapa gambarnya adalah hasil comot sana-sini dari gambar yang tersedia di internet, tanpa memberikan acknowledgement. Jadi prinsip-prinsip kejujuran akademis dalam komunitas ilmiah telah diterapkan oleh anak saya, karena dia telah terdidik dalam komunitas deviantart yang telah membangun profesionalisme anggotanya.

Sebagai follow up dari prestasinya ini, ada sebuah majalah terkenal dan sebuah perusahaan games yang kemudian mengontak anak saya untuk menjadi ilustratornya. Katanya, dimulai dengan status non commercial. Namun, saya sangat yakin, inilah pintu masuknya menuju sebuah dunia pembelajaran sesuai dengan minat dan profesinya di masa yang akan datang. Penghargaan berupa pengakuan profesionalisme dalam indutri ini tentunya akan otomatis mengikuti sesuai dengan perjalanan waktu. Semoga Allah menuntunnya meniti jalan yang lurus dalam menuntut ilmu dan memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya nanti.


Jadi, para orang tua, ternyata kita juga harus banyak belajar dari anak-anak kita.

Tuesday, February 26, 2008

Affordable Overseas Studies

Kuliah ke Luar Negeri, Tidak Perlu Mahal


Sinopsis:

Tidak banyak kaum muda Indonesia yang tahu bahwa sebetulnya cukup banyak sumber-sumber pendanaan kuliah ke luar negeri yang dapat dimanfaatkan.

Menurut studi IIE (Institute of International Education pada tahun 1995, hanya 81% saja mahasiswa sarjana (undergraduate) dan 48% mahasiswa pasca-sarjana (graduate) asing di Amerika yang tergantung pada sumber keuangan keluarga mereka sendiri untuk membiayai pendidikan mereka di AS. Artinya, sebetulnya ada sekitar 19% mahasiswa undergraduate dan 52% mahasiswa graduate asing di Amerika yang kuliah di Amerika dengan memperoleh bantuan keuangan dari sumber-sumber lain seperti beasiswa, pinjaman lunak, maupun bekerja di Amerika. Inilah yang telah banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa yang justru berasal dari negara-negara yang secara ekonomi sebetulnya sudah kuat (Eropa, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea, dsb). Namun, informasi ini masih kurang diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Buku Kuliah ke Luar Negeri, Tidak Perlu Mahal ini disarikan dari pengalaman pribadi penulis ketika kuliah di luar negeri dan selama menyekolahkan kedua orang anaknya ke luar negeri yang dimulai pada April 1997 dengan memanfaatkan dana bantuan pendidikan yang sebetulnya cukup melimpah tersedia di dunia tersebut. Buku ini diharapkan akan memberi inspirasi pada kaum muda Indonesia untuk berbondong-bondong kuliah ke luar negeri dan berani ”menggadaikan” kecerdasan dan kerja kerasnya untuk belajar di perguruan tinggi terbaik dunia dengan memanfaatkan dana pendidikan yang sebetulnya cukup melimpah tersebut.

Buku ini juga memberikan hasil pemeringkatan perguruan tinggi terbaik dunia dari tahun 2003-2007 dan menunjukkan betapa dominannya perguruan tinggi Amerika Serikat dalam membentuk khazanah pendidikan dan peradaban dunia.

Monday, February 4, 2008

Darwinian Theory: A big lie to humankind

Mengapa Teori Darwin secara saintifik bohong?

Tono Saksono, Ph.D

Kepercayaan pagan

Sebetulnya, teori evolusi telah ada jauh sebelum Darwin memperkenalkannya karena ini adalah kepercayaan kaum pagan di jaman pra moderen di Yunani. Mereka percaya bahwa kehidupan sebetulnya berasal dari air payau yang semula berupa hewan-hewan seperti kodok, tikus, dan binatang melata lainnya. Hewan-hewan ini kemudian berevolusi diantaranya menjadi manusia seperti sekarang.

Konsep teori evolusi pada peradaban moderen diperkenalkan oleh Jean-Baptiste Lamarck, (ahli biologi Perancis) pada tahun 1809, jauh sebelum Darwin. Menurut Lamarck mahluk hidup dapat berubah secara perlahan-lahan menjadi makhluk yang lebih kompleks akibat lingkungan yang memaksanya. Seekor jerapah dapat saja berasal dari binatang nenek moyangnya sebangsa kijang yang berleher pendek. Karena, hilangnya daun-daun pada pohon yang rendah, maka nenek moyang jerapah ini mencari makanan dedaunan yang terletak di dahan-dahan yang lebih tinggi dan lehernya bertambah panjang sehingga lahirlah spesies binatang baru seperti jerapah yang kita kenal sekarang. Teori Evolusi baru memiliki pengaruh yang besar ketika seorang ahli ilmu alam Inggris, Charles Darwin menerbitkan bukunya berjudul The Origin of Species pada 1859. Teorinya agak berbeda dengan teori Lamarck karena Darwin menekankan pada terjadinya proses seleksi alam (natural selection) sehingga terkenallah mottonya yang berbunyi survival of the fittest, hanya yang kuat yang bertahan hidup.

Secara saintifik lemah

Model evolusi Lamarck ini terbantahkan teori Mendel (1865) tentang genetic inheritance (warisan genetika). Tidak ada faktor genetika yang berubah dari nenek moyang jerapah di atas. Meskipun mungkin memang leher nenek moyang jerapah sedikit bertambah panjang, anak hewan ini tetap akan memiliki leher yang pendek karena secara genetika memang berleher pendek. Seorang pria juara dunia sprinter, misalnya, tidak akan otomastis melahirkan seorang anak yang akan mampu berlari sekencang bapaknya. Memang karena faktor genetika, mungkin saja si anak akan memiliki talenta untuk menjadi seorang sprinter. Namun akan diperlukan latihan yang sama keras dengan bapaknya bila si anak ingin juga menjadi seorang sprinter ulung.

Tesis tentang natural selection Darwin juga sangat absurd. Kita lihat contoh tesis yang mengatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari hewan primata (kera). Dalam alam bebas di mana teknologi belum berkembang, manusia secara fisik sebetulnya adalah yang paling lemah di kalangan hewan primata. Dengan hanya memiliki dua kaki dan kemampuan memanjat yang semakin menghilang, sebetulnya spesies manusia justru seharusnya telah menjadi korban kekerasan alam dengan hukum rimbanya yang kejam. Jadi bagaimana mungkin evolusi ini justru menghasilkan suatu spesies yang lebih lemah secara fisik? Kalau tesis seleksi alam ini memang betul-betul terjadi,, maka justru manusialah yang seharusnya telah ber-evolusi menjadi hewan berkaki empat (kera) akibat semakin langkanya makanan di darat dan yang telah memaksanya untuk memiliki kemampuan lari lebih cepat dengan menggunakan empat kaki, dan semakin terampil memanjat untuk menghindari predatornya di darat maupun mencari makanan yang ada di pucuk-pucuk pohon. Akibat lemahnya natural selection sebagai landasan utama Teori Evolusi Darwin, para ilmuwan kemudian memperkenalkan pemodelan baru yang melengkapi natural selection yang dinamakan random mutation (mutasi acak) yang menandai lahirnya Neo-Darwinism melalui tesis The Modern Synthetic Evolution Theory yang dideklarasikan pada akhir 1930-an. Intinya, selain melalui natural selection, hewan-hewan juga melakukan mutasi acak sehingga secara KEBETULAN lahirlah speies baru yang memiliki organ yang fungsinya berbeda dari hewan nenek moyangnya. Kombinasi natural selection dan random mutation inilah yang dipercaya oleh kaum evolutionists telah melahirkan manusia dari hewan primata.

Kopor yang terkunci

Apakah kita pernah frustrasi karena lupa nomor kombinasi kunci kopor yang hanya terdiri atas tiga kombinasi? Kita boleh mencoba-coba ratusan kali secara acak, tapi secara statistik untuk secara kebetulan memperoleh nomor kombinasi yang cocok dengan cara seperti ini adalah hanya 1/1.000. Ini diperoleh karena ada 10 angka pilihan (0 s/d 9) sedangkan ada 3 angka kombinasi angka.

Pernahkah kita frustrasi karena lupa angka PIN (personal identification number) untuk kartu ATM atau handphone yang memiliki enam kombinasi? Bila kartu ATM kita ditemukan oleh orang jahat, dia akan mencoba-coba membongkar tabungan kita melalui gerai ATM yang ada. Maka peluang orang ini untuk dapat membongkar tabungan kita secara statistik adalah 1:1.000.000 (1 dalam sejuta kali karena ada 10 angka pilihan dan 6 kombinasi). Orang jahat ini dapat mencoba-coba semua rangkaian kombinasi ini sebanyak 1 juta kali, namun sebelum dia mampu melakukannya, bank telah memblokir kartu ATM tersebut (lebih3 kali kesalahan).

Aekpsaf aca mmhCuk bPusEl ounggal

Apakah Anda dapat membaca message dari kalimat yang ditulis di atas? Kalimat Aekpsaf aca mmhCuk bPusEl ounggal (ditulis miring hanya agar dapat mudah dibedakan) adalah hasil simulasi dari program mutasi acak yang dibuat oleh Perry Marshal, seorang communication engineer yang menjadi seorang penginjil, pendukung berat creationism dan penentang keras evolutionism. Kalimat asli judul di atas adalah: Alkisah ada mahluk bersel tunggal (ditulis miring agar mudah dibedakan) yang setelah mengalami mutasi acak dalam komputer sebanyak 20 kali seperti terlihat dalam tabel berikut.


Sekarang, bagaimana menghitung chance (kemungkinan) kalimat mahluk bersel tunggal’ secara KEBETULAN menjadi ‘manusia’? Ada 26 huruf dan 10 angka pada papan ketik komputer kita. Bila ditambah dengan karakter-karakter lain seperti: !@#$%^ dan sebagainya, maka terdapat kira-kira 65 karakter pada papan ketik komputer kita. Sementara itu, kalimat mahluk bersel tunggal terdiri atas 21 karakter. Jadi secara statistik, kemungkinan kalimat ‘mahluk bersel tunggal’ dapat secara KEBETULAN (mutasi random) berubah menjadi kalimat ‘manusiaxxxxxxxxxxxxxx’ (x berarti spasi atau kosong) adalah 1:6521 (65 pangkat 21), atau:

1 dalam 117.809.547.936.177.000.000.000.000.000.000.000.000

Itupun bila anak kalimat ‘Alkisah ada’ pada kalimat aslinya tidak ikut berubah akibat mutasi random. Bila kita perhitungkan seluruh kalimat di atas secara sempurna berubah, maka kemungkinan (chance) kalimat ‘Alkisah ada mahluk bersel tunggal’ menjadi ‘Alkisah ada manusiaxxxxxxxxxxxxxx’ adalah 1:65 pangkat 33 (karena ada 33 karakter), atau:

1 dalam 670.101.776.381.364.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000

Jadi jelaslah random mutation yang digagas oleh kaum evolutionists adalah kebohongan saintifik atas peradaban kemanusiaan selama 150 tahun sejak Darwin, atau 500 tahun sejak kepercayaan pagan yang melahirkan ilusi Teori Evolusi ini. Baru kalimat sederhana di atas saja kemungkinan itu adalah NOL, apalagi perubahan genetika hewan primata menjadi manusia. Tidakkah itu jauh…jauh…jauh lebih kompleks?

Allah berfirman:

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجاً يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS 42, Asy-Syuura: 11)

Sungguh Allah Maha Kaya akan segala sesuatu.



Friday, February 1, 2008

Muslim Renaissance: is it feasible?

Renaisans umat Islam: mungkinkah?

Tono Saksono, Ph.D

Menurut Wikipedia, salah satu pemicu gerakan renaisans Eropa yang cukup sahih ternyata adalah timbulnya sebuah black plague theory (teori wabah kelam) yang terjadi pada abad ke 14. Wabah penyakit yang timbul pada saat itu telah menyebabkan lebih dari sepertiga penduduk Eropa mengalami kematian yang melanda semua penduduk di berbagai lapisan strata sosial. Wabah ini menyerang raja, budak, pendeta, petani, orang beriman maupun pendosa. Tak ada seorangpun, baik para pendeta Kristen maupun para pengikutnya, yang dapat melindungi dan memberikan solusi atau penjelasan atas penderitaan orang di segala strata sosial ini. Kemelut sosial inilah yang telah menyebabkan sendi-sendi kepercayaan agama Kristen menjadi sangat goyah yang menyebabkan orang untuk berfikir pragmatis tentang kehidupannya di dunia saat itu daripada memikirkan kehidupan akhirat.

Bersamaan dengan eforia Renaisans, seorang tukang besi berkebangsaan Jerman, Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg menemukan sebuah terobosan teknologi yang sangat penting bagi peradaban manusia berupa penemuan teknologi pencetakan (printing) pada tahun 1447. Gutenberg menggunakan campuran logam untuk pencetakan hurufnya, sedangkan tintanya terbuat dari bahan dasar minyak. Penemuan ini menjadikan Gutenberg sangat terkenal, maka cara-cara penyebaran ajaran filsafat kemanusiaan di era Yunani-Roma (terutama yang diajarkan oleh Aristoteles, Plato, Socrates) telah menemukan wahana yang canggih untuk penyebarannya. Ini semakin mempercepat kebangkitan dan kesadaran akan iklim pengetahuan yang lebih mengedepankan isu-isu humanisme daripada dogma-dogma keimanan dan keagamaan yang dianggap tidak lagi mampu menjawab tantangan zaman. Dampak akibat revolusi kebudayaan pada abad-abad pertengahan itu terus berlangsung sampai sekarang sehingga di sebagian besar penduduk Eropa dan Amerika, peristiwa Natal, misalnya telah kehilangan rohnya sebagai suatu peristiwa prosesi kegamaan yang sakral dan telah menjadi perayaan yang bersifat pesta berbagi hadiah (boxing day) atau malah menjadi pesta mabuk-mabukan.

Dari prinsip spirit spiritualnya, pemisahan kehidupan duniawi dari persiapan kehidupan akhirat ini sebetulnya semakin menghawatirkan. Sebagai contoh, karena semakin lemahnya kedudukan politik akidah Kristen sebagai ajaran dalam politik ketatanegaraan Amerika Serikat, misalnya, pada tahun 1987 (lihat Science and Creationism, a View from The National Academy of Science Edisi-2. hal. 29), Pengadilan Tinggi Amerika Serikat memutuskan bahwa creation science adalah agama dan bukan ilmu pengetahuan dan oleh karenanya tidak boleh diajarkan di sekolah-sekolah umum. Pengkerdilan creation science secara sitematis yang berpangkal dari sebuah pusat adidaya, teknologi, ekonomi dan militer dunia (baca: Amerika Serikat dan kemudian Eropa Barat) ini sungguh sangat dahsyat akibatnya yang selanjutnya dianut pula oleh semua negara maju lain di dunia. Contoh di Amerika Serikat ini adalah contoh yang paling buruk dari upaya-upaya untuk memisahkan agama dari politik ketatanegaraan dan kehidupan sosial masyarakat, dan tampaknya sedikit demi sedikit mulai didesakkan di Indonesia oleh para penganut sekulerisme. Umat Islam harus selalu waspada dan mengawal ini kalau tidak menghendaki seperti apa yang terjadi di Amerika.

Akibat buruknya, kini semua jurnal-jurnal ilmiah astronomi, fisika, matematika, biologi, antropologi dan lainnya (Science, Nature, Scientific American, New Scientist, National Geography, dan lain-lain) selain media elektronik terkenal (Discovery Channel, National Geographic, Animal Planet, dan lain-lain) di dunia saat ini berada sepenuhnya dalam kontrol para penganut materialist dan evolutionist dan mereka tidak akan pernah menerima artikel yang anti madzhab materialisme yang mengakibatkan semua penelitian para ahli astronomi, fisika, biologi, antropologi tersebut terperangkap dalam dominasi teori meterialisme ini. Padahal para profesor dan sarjana memerlukan karya-karya penelitian ilmiahnya dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah ini untuk mempertahankan reputasi professorship-nya. Selanjutnya, para peneliti muda juga berlomba-lomba untuk memperoleh pengakuan akademisnya juga melalui tulisan-tulisan yang harus dapat dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah seperti ini. Maka lengkaplah sudah dominasi pemuja materialisme mencekoki pemikiran umat manusia di segala strata dengan dogma-dogma materialisme yang pada dasarnya adalah penolakan akan kehadiran Sang Pencipta jagat raya dan segala isinya ini. Singkatnya: semua itu adalah skenario besar untuk menolak kehadiran Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Kejayaan peradaban Islam

Sementara itu, sejak abad ke sepuluh (1.000M), Islam telah menjadi agama penting dan dianut oleh sebagian besar penduduk di wilayah yang mencakup lebih dari separuh dunia yang beradab. Itu tersebar di lebih dari tiga benua dari Pyrenees dan Siberia di barat dan utara Eropa sampai ke Asia, China, dan New Guinea di sebelah timur. Meliputi dua pertiga wilayah Adrika dari Maroko di Afrika utara sampai ke ujung Afrika di selatan. Penyebaran Islam seperti ini tercapai hanya dalam tiga abad dengan penyebaran yang paling signifikan terjadi hanya sekitar setengah abad setelah Hijrah dengan menaklukkan seluruh Afrika utara dari Mesir, Maroko dan Transoxiana (mungkin sekarang masuk dalam teritori Afrika Selatan?), semua wilayah timur tengah bagian timur dari Yaman ke Kaukasia. Di saat pemerintahan Khalifah Usman para duta Muslim untuk pertama kali mengunjungi Kaisar China yang menandai dimulai-nya penyebaran Islam ke negeri ini. Maka lahirlah ilmuwan-ilmuwan Muslim dengan berbagai macam keahlian yang sangat menonjol pada zamannya

Yang menarik, sumber utama semua perkembangan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh ilmuwan Muslim pada saat itu adalah Al-Qur’an. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan merupakan derivasi dari naskah-naskah ilmu pengetahuan bangsa Yunani yang telah maju sebelumnya, acuan dasar yang paling penting bagi para sarjana Muslim saat itu tetap adalah kitab suci Al-Qur’an. Itulah sebabnya, ilmu astronomi yang dikembangkan oleh sarjana Muslim tidak sampai menjadikannya terseret ke arah kemusyrikan seperti yang dipraktekkan oleh bangsa Yunani yang mengenal Dewa Matahari dan semacamnya. Astrologi yang menjadi imbas negatif ilmu astronomi yang mempercayai bahwa kedudukan rasi-rasi bintang turut mengendalikan nasib manusia seperti yang dipercaya oleh bangsa Yunani, China, dan India misalnya, sama sekali tidak memiliki tempat untuk berkembang di kalangan ilmuwan Islam. Demikian juga dalam ilmu kedokteran dan biologi, mitologi-mitologi kuno bangsa Yunani (juga Babylonia, Sumeria, dan Mesir kuno) yang menganggap sumber kehidupan muncul dengan sendirinya dari air atau lumpur berupa hewan seperti cacing, katak, tikus yang kemudian ber-evolusi menjadi manusia (jadi sebetulnya ide tentang evolusi adalah kepercayaan pagan, hanya kemudian dikemas seolah-olah ilmiah oleh Charles Darwin), tetap tidak menggoyahkan keimanan para ilmuwan Muslim tentang adanya super power Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan isinya.

Dampak Renaisan Eropa bagi Islam

Kegemilangan peradaban Islam juga mengalami pasang dan surut. Secara umum, kehancuran peradaban Islam terjadi dalam tiga tahap:

1) Jatuhnya kerajaan Islam Toledo (1085), Corsica dan Malta (1090), Provence (1050), Sicily (1091) dan Jerusalem (1099). Beberapa Perang Salib telah menghancurkan sumberdaya, nyawa, harta benda, institusi dan infrastruktur Muslim yang telah terbangun sekitar seratus tahun;

2) Gelombang ke dua kehancuran sumberdaya, nyawa, properti, institusi, dan infrastruktur Muslim yang dibangun sekitar 112 tahun terjadi saat Perang Salib (1217-1291) dan serangan kerajaan Mongol (1219-1329). Perang Salib terjadi di seluruh Mediterania dari Jerusalem ke wilayah Muslim Spanyol. Jatuhnya kerajaan Islam Cordoba (1236), Valencia (1238) dan Seville (1248). Peperangan dengan kerajaan Mongol dengan wilayah pertahanan Islam di ujung Timur, Asia Tengah dan Barat, India, Persia sampai pusat wilayah Arab. Jatuhnya Baghdad (1258) dan berakhirnya Kalifah Abbasid menyebabkan dua juta Muslim dibunuh di Baghdad. Banyak institusi ilmu pengetahuan, laboratorium, dan infrastruktur yang merupakan pusat kebudayaan Muslim dihancurkan;

3) Gelombang ke tiga kehancuran sumberdaya, nyawa, properti, institusi dan ifrastruktur Muslim terjadi saat berakhirnya kerajaan Islam di Spanyol (1492). Lebih dari satu juta karya umat Islam dalam sains, kesenian, filsafat dan kebudayaan dibakar di depan lapangan umum Vivarrambla di Granada. Kolonialisasi dimulai di Afrika, Asia, dan Amerika;

Dengan kehancuran imperium-imperium Islam dalam tiga tahap di atas, maka terputuslah peradaban ilmiah di kalangan Muslim. Sayangnya, imperium Islam berikutnya yang memiliki potensi untuk mengembalikan kejayaan Islam juga malah terjebak dalam akstase kejayaan duniawi yang semu berupa pembangunan monumen-monumen. Kerajaan Mughal di India berlangsung selama 181 tahun dengan rajanya yang paling terkenal adalah Nasaruddin Humayun. Ketika dia meninggal, janda Nasaruddin Humayun yang bernama Hamida Banu Begum membangun makam raja Nasaruddin ini selama 8 tahun sejak 1562 dan dinamakan Humayun’s Tomb. Raja Shahbuddin Mohammed Shah Jahan (1592-1666) mempekerjakan 22.000 pekerja seninya dan menghabiskan waktu hingga 16 tahun (1632-1648) untuk membangun kuburan yang sangat megah, Taj Mahal, untuk mengenang istri yang sangat dicintainya, Mumtaz Mahal. Monumen itu juga merepresentasikan kebangkrutan ekonomi kerajaan karena sumberdaya kerajaan tersedot pada pembangunan monumen ini. Raja Jehangir membangun Hiran Minar yang kini terletak di Lahore, Pakistan (1606) hanya untuk me-ngenang rusa piaraan bernama Mansraj yang menjadi kesayangan sang raja yang kemudian mati. Tidak ada sama sekali upaya imperium ini untuk membangun sumberdaya manusia Muslim yang hancur sebelumnya.

Kemunduran kualitas sumberdaya manusia Muslim juga diperparah oleh imbas renaisans Eropa yang kemudian meracuni para ulama Islam yang semakin alergi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan kauniyah (duniawi: kealaman, sosial, budaya) dan hanya berkutat pada ilmu-ilmu qouliyah (ilmu tentang kehidupan akhirat). Anehnya, ketika bangsa Eropa dan Amerika memisahkan ilmu duniawi dari agama, peradaban duniawi mereka justru semakin melesat jauh meninggalkan umat Islam, sementara dengan meninggalkan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu-ilmu kauniyahnya, umat Islam semakin terpuruk.

Ranaisans dalam Islam

Tidak ada alternatif lain bagi umat Islam untuk merebut kembali kejayaan peradabannya hanya dengan kembali menggali ilmu-ilmu kauniyah dari kitab suci sumber segala sumber yaitu Al-Qur’an. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang ternyata memerlukan interpretasi yang sangat dalam dan tidak hanya dapat diinterpretasikan dengan kaidah-kaidah kebahasaan etimologi (Arab) saja. Lihatlah ayat-ayat berikut:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa ruang angkasa dan bumi adalah (semula) satu kesatuan? Kemudian keduanya Kami pisahkan. Dan dari air Kami ciptakan segala sesuatu yang hidup. Mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS 21, Al-Anbiyaa: 30)

Ayat di atas ternyata sangat cocok dengan pemodelan terbentuknya jagat raya, Big Bang, menurut ilmu astronomi moderen.

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (QS 41, Fussilat: 10)

Ilmu atronomi moderen kemudian membuktikan bahwa akibat posisi poros rotasi Bumi yang miring terhadap bidang ekliptika dengan posisi yang ideal, maka Bumi menjadi habitable dengan memiliki empat musim yang memungkinkan pertukaran udara dan sumber air akibat perubahan iklim dan cuaca.

وَجَعَلْنَا السَّمَاء سَقْفاً مَّحْفُوظاً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang aman dan terlindungi, namun mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya (Al-Anbiya: 32)

Ilmu pengetahuan moderen kemudian membuktikan bahwa lapisan ozon pada atmosfor Bumi memang melindungi mahluk hidup penghuninya dari bahaya sinar ultraviolet dan radiasi Matahari. Sementara itu, planet Yupiter telah menjadi perisai bagi Bumi dari hantaman meteor dan komet yang datang dari arah luar Matahari yang tanpa perisai raksasa ini, Bumi mungkin telah lama hancur.

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya (55, Ar-Rahman: 17)

Karena posisi sumbu rotasi Bumi yang miring terhadap bidang ekliptika pula, maka letak Matahari terbit dan tenggelam memang memiliki titik ekstrim ke sebelah utara dan ke sebelah selatan (dua timur dan dua barat) sebesar sekitar 23,5 derajat. Kondisi inilah yang telah menyebabkan Bumi memiliki empat musim dan telah menunjang habitability bagi mahluk penghuninya.

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِئَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعاً

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS 18, Al-Kahfi: 25)

Ayat ini ternyata sangat cocok juga dengan perhitungan sistem kalender manusia moderen. Tiga ratus tahun Matahari (solar system) ternyata sama dengan 309 tahun Qomariyah (lunar system). Masih banyak lagi contoh-contoh konkordansi Al-Qur’an dengan ilmu kauniyah. Renaisans dalam Islam yang menjadi visi the Center for Islamic Studies (CIS) di sini adalah menyatukan kembali spirit eksplorasi ilmiah umat Islam yang harus kembali pada sumber ilmu Allah yang ada di dalam Al-Qur’an. Hanya dengan cara itu, kejayaan peradaban Islam akan kembali dapat diraih seperti juga yang telah terjadi sebelumnya dan dilakukan oleh para ilmuwan Muslim di abad pertengahan. Umat Islam tidak boleh lagi alergi pada ilmu pengetahaun kauniyah, karena ilmu ini ternyata memilkiki konkordansi yang sangat kuat dengan Al-Qur’an. Sungguh Allah Maha Kaya.

Shipping & Distributorship

ONGKOS KIRIM

Untuk pengiriman buku, the Center for Islamic Studies (CIS) bekerjasama dengan sebuah perusahaan kurir. Biaya pengiriman buku adalah biaya at cost yang dibayar oleh pembeli buku dan harus ditransfer bersama-sama dengan biaya pembelian buku sebelum pengiriman buku. Biaya ini dapat berubah setiap saat dan di luar kewenangan CIS untuk menetapkannya. Untuk informasi lebih jauh, silahkan menghubungi langsung kurir yang bersangkutan di: 021-856-2020 (hunting).

Pembelian buku dan ongkos kirim dapat ditransfer ke rekening BCA No: 7300039311 a/n Tono Saksono. Setelah transfer diterima, buku-buku pesanan segera dikirim pada hari itu juga jika memungkinkan.

CIS memberikan diskon menarik bagi mereka yang berminat menjadi distributor di seluruh Indonesia.


Monday, January 21, 2008

Fake apostle phenomena: an antropological overview

Fenomena Nabi Palsu: sebuah kajian antropologi

Tono Saksono, Ph.D

Pendahuluan

Kisah 25 Nabi yang terekam di dalam kitab suci Al-Qur’an sebetulnya adalah sebuah potret perjalanan peradaban manusia yang sangat kompleks. Namun, banyak orang yang terjebak, hanya melihatnya dengan kacamata yang sempit sebagai potret perjalanan moral dan cara penyerahan diri (submission) pada Allah SWT. Betul yang terakhir ini memang berada pada posisi yang sangat penting sebagai pedoman bagi manusia beriman dalam mempersiapkan perjalanan panjangnya menuju kehidupan yang kekal di akhirat, namun potret perjalanan peradaban manusia yang diliput oleh kisah 25 Nabi tersebut seharusnya juga digali olah umat Islam. Kita akan lihat dalam tulisan singkat ini bahwa fenomena Rasulullah Muhammad sebagai nabi penyempurna pembawa (messenger) risalah rangkaian kitab suci Allah yang diturunkan bagi umat manusia juga ternyata merupakan fenomena antropologi yang sangat kaya luar biasa.

Kisah 25 Nabi ini sebetulnya secara lengkap telah saya tulis dalam buku yang berjudul Menembus Penjuru Langit dan Bumi yang insya Allah akan segera terbit. Dalam tulisan singkat ini, hanya beberapa Nabi saja yang kebetulan memberikan benchmark yang paling signifikan dalam perjalanan peradaban manusia di muka Bumi, yang ditulis kembali secara singkat.


Rasulullah Adam AS

Bagi ummat muslim, karena dengan sangat jelas disebutkan di dalam Al-Qur’an, maka Rasulullah Adam diimani sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Nama Rasulullah Adam disebutkan sebanyak 56 kali dalam 48 ayat Al-Qur’an. Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari ayat-ayat tersebut adalah:

1) Rasulullah Adam diciptakan dari tanah liat, merupakan karya seni yang indah dan sempurna, kemudian ditiupkan-Nya roh sehingga hidup. Ini adalah standard operating procedure (SOP) Allah;

2) Adam diciptakan langsung menjadi makhluk cerdas, bukan hasil evolusi dari hewan primata (lihat Teori Evolusi: logika kartun ala Tom Jerry di blog ini);

3) Ibunda Hawa diciptakan dari Adam (tafsir: dari tulang rusuk Adam?) yang sangat boleh jadi merupakan paradigma pemodelan rekayasa genetika seperti yang kita kenal dengan cloning sekarang ini;

4) Umat manusia yang sekarang menghuni Bumi adalah anak keturunan hasil pembuahan pasangan Adam dan Hawa, yang kemudian bertebaran di seluruh muka Bumi.

Dapatkah kita melihat antropological paradigm bagi sebuah perkembangan peradaban manusia dari kisah ini? Dunia migrobiologi moderen kini mengenal cloning sebagai rangkaian DNA, misalnya gen, yang ditransfer dari satu organisme ke organisme lain dan digandakan dengan teknik rekayasa genetika. Kemungkinan cloning pada manusia mengemuka ketika ilmuwan Skotlandia yang bekerja pada Roslin Institute melahirkan domba Dolly (Nature 385, 810-13, 1997) sebagai hasil rekayasa genetika. Dengan mempelajari Al-Qur’an secara tadabbur, kita harus bisa melihat ini sebagai kasus syariat (hukum) yang menyangkut etika kedokteran pertama. Apakah cloning untuk manusia memang halal menurut Al-Qur’an pada saat ini, adalah merupakan bahan kajian para ahli syariat Islam setelah Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam tertinggi yang disempurnakan pada misi kerasulan Muhammad.


Perintah Allah agar Nabi Adam menikahkan pasangan anak-anak kembarnya secara bersilang (Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima) adalah potret kasus syariat (hukum) tentang perkawinan yang pertama. Meskipun perkawinan antar-saudara kandung dilakukan justru atas perintah Allah pada saat itu, Allah kemudian mengharamkan perkawinan antar-saudara kandung setelah menyempurnakan Al-Qur’an sebagai sumber hukum tertinggi melalui misi kerasulam Muhammad SAW. Ini juga menjadi bukti lebih jauh bahwa Rasulullah Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah, dan memang pada saat itu belum ada manusia lain.


Ayat berikut adalah sebuah pelajaran yang sangat jelas bahwa Rasulullah Adam AS hidup di era di mana teknologi sama sekali belum dikenal (bahkan peralatan batupun belum dikenal).

فَبَعَثَ اللّهُ غُرَاباً يَبْحَثُ فِي الأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءةَ أَخِيهِ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَـذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءةَ أَخِي فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya410. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. (QS 5, A-Maaidah: 31)

Ayat di atas juga merupakan potret kasus sosial, teknologi, lingkungan dan kesehatan pertama dalam sejarah kebudayaan manusia, karena untuk menguburkan jenazah tentunya diperlukan peralatan (teknologi), untuk menghindari pencemaran (lingkungan dan kesehatan). Dengan membandingkan pemahaman teknologi yang masih sangat sederhana pada saat itu beserta bukti-bukti paleontologi yang ada, kita dapat memperkirakan bahwa peristiwa ini setidaknya terjadi pada awal-awal Paleolithic (Jaman Batu Tua) sekitar 1-1,5 juta tahun sebelum masehi.


Rasulullah Idris AS

Di dalam Al-Qur’an, Nabi Idris hanya disebutkan sebanyak dua kali. Dalam beberapa hikayat, Rasulullah Idris digambarkan telah memiliki keterampilan seni yang tinggi, pandai baca-tulis (meskipun mungkin baru berupa simbol-simbol), pandai menjahit, menguasai ilmu astronomi, terampil menunggang kuda, bahkan mengajari kaumnya tentang gunung salju sebagai sumber air bersih. Dengan demikian diduga Nabi Idris hidup di jaman neanderthal man pada sekitar 300.000 tahun sebelum masehi. Hasil penemuan paleontologi membuktikan bahwa neanderthal man telah memiliki keterampilan menjahit dengan ditemukannya jarum (mungkin terbuat dari tulang).

Bila tesis ini benar, maka diduga ada kesenjangan kerasulan selama sekitar 700 ribu - 1 juta tahun atau lebih antara Nabi Adam dan Nabi Idris. Kesenjangan ini mungkin diisi oleh 315 rasul yang diturunkan Allah, namun nama-nama mereka tidak disebutkan di dalam Al-Qur’an. Selain itu, harmonisasi dengan silsilah nabi juga cukup masuk akal karena ada enam generasi yang memisahkan Rasulullah Adam dan Idris.


Rasulullah Nuh AS

Allah menyebut Nabi Nuh sebanyak 59 kali dalam 56 ayat Al-Qur’an. Ini berarti, nama Nabi Nuh disebut bahkan lebih banyak dari Nabi Adam sebagai nenek moyang umat manusia. Sangat mungkin penyebabnya adalah:

1) Mulai dikenal komunitas umat pengikut (belum ada nama, disebut kaum Nuh saja) untuk sebuah misi kerasulan, sehingga penting dijadikan contoh problem sosial bagi umat manusia saat ini. Beberapa hikayat menyebutkan bahwa umat Nabi Nuh ini hanya sekitar 70-80 orang saja meskipun misi kerasulan Nabi Nuh hampir sekitar 500 tahun;

2) Dimulai adanya pembangkangan massal kaumnya (termasuk anaknya) atas ajaran-ajaran keimanan yang dibawa oleh Rasulullah Nuh;

3) Pertama kali teknologi tinggi (perahu) diperkenalkan dalam sejarah kebudayaan manusia. Untuk membangun sebuah perahu besar diperlukan gabungan beberapa ilmu seperti: ilmu fisika, ilmu bahan (khususnya kayu), serta ilmu rekayasa dan keteknikan meskipun masih sederhana;

4) Kasus upaya manusia melestarikan kondisi keseimbangan lingkungan dan menjaga jenis hewan tertentu dari kepunahan di muka Bumi pertama kali dalam peradaban manusia.

Betapapun kecilnya perahu yang dibuat oleh Nabi Nuh, pembuatan karya enjiniring seperti perahu tentu memerlukan craftmanship yang baik dan paralatan yang cukup memadai. Peralatan tersebut diperkirakan sudah terbuat dari logam, dan dengan demikian manusia telah mengenal api dan bahkan memiliki kemampuan teknologi pengecoran logam untuk pembuatan peralatan. Selain itu, adanya faktor air yang cukup melimpah mengindikasikan telah berakhirnya abad es (ice age) pada akhir masa cromagnon. Dengan demikian, Nabi Nuh diperkirakan hidup pada sekitar 10.000 tahun sebelum masehi.

Rasulullah Ibrahim AS

Rasulullah Ibrahim adalah nenek moyang nabi-nabi berikutnya yang selalu berasal dari etnis Yahudi dan Arab. Baru di jaman Rasulullah Ibrahimlah dikenal sistem patriarki sosial yang cukup canggih sesuai dengan peradaban manusia saat itu. Telah ada otoritas politik yang disebut sebagai raja, sementara ayah Nabi Ibrahim sendiri (bernama Azar) menjadi orang penting (pembuat berhala yang dijadikan idola dalam upacara penyembahan) di dalam sebuah sistem sosial dan politik kerajaan Babylonia, raja Namrud pada saat itu.

Kisah peradilan yang tidak adil atas Nabi Ibrahim akibat tindakan beliau menghancurkan berhala-berhala sesembahan pembesar dan rakyat Babylonia pada saat itu, dipercaya merupakan kasus hukum, alibi hukum, diplomasi dan taktik pembelaan, bukti rasionalitas untuk pembuktian atas sebuah tuduhan dalam sebuah peradilan pertama dalam peradaban umat manusia. Demikian pula kasus pernikahan beliau dengan Siti Hajar setelah pernikahan beliau dengan Siti Sarah lama tidak menghasilkan keturunan, merupakan kasus poligami pertama dalam peradaban manusia (meskipun perseliran, bahkan praktek perzinahan tanpa melalui pernikahan yang diizinkan Allah melalui ajaran rasul-rasul terdahulu telah banyak dilakukan khususnya oleh para penguasa dan raja). Dengan demikian, poligami bukanlah contoh yang diberikan oleh Rasulullah Muhammad karena telah dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Israil, Nasrani dan Islam ini.

Peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim, pencincangan burung, penghancuran berhala oleh Nabi Ibrahim dilakukan dengan menggunakan peralatan yang tajam sejenis kapak, juga peristiwa penyembelihan puteranya, Nabi Ismail (yang kemudian digantikan dengan domba), cara-cara pertanian yang bersistem, jelas menunjukkan bahwa secara teknologis pembuatan peralatan dari logam (melalui pemanasan api) telah cukup maju. Di samping itu, telah dikenal sebuah sistem patriarki sosial, otoritas politik dalam sebuah komunitas (semacam raja), bahkan sebuah sistem peradilan menunjukkan telah berkembangnya sistem sosial yang cukup maju dalam masyarakat di jaman Nabi Ibrahim. Bila dilakukan harmonisasi dengan bukti-bukti antropologi yang ada, maka diperkirakan Nabi Ibrahim hidup pada masa early civilization sekitar 3.000-2.500 tahun sebelum masehi di mana mulai dikenal pertanian bersistem, terbentuk kerajaan-kerajaan yang mengawali jaman dinasti (pre-dynastic period).

Dalam konteks ini, sangat jelas sekali betapa semuanya itu berada dalam skenario Allah yang telah menempatkan posisi Rasulullah Ibrahim AS sebagai rasul yang sangat penting dalam setiap prosesi spiritual kaum muslimin. Pada masa-masa 3.000 tahun SM juga merupakan peristiwa sejarah yang sangat penting dalam peradaban umat manusia yang mengawali kemajuan peradaban umat manusia secara teknologis maupun spiritual (kelahiran dua agama besar Hindu dan Budha terjadi setelah masa Nabi Ibrahim ini, sehingga Wikipedia berspekulasi bahwa Dewa Brahma kaum Hindu adalah sebetulnya personifikasi Nabi Ibrahim yang disebut Abraham dalam kitab Perjanjian Baru). Pada sekitar 2.500 tahun sebelum masehi juga merupakan masa kebesaran kaum beragama Majusi. Pada saat itulah diperkirakan dibangunnya pyramid agung Giza di sekitar Cairo, Mesir, yang sampai saat ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Pada periode sekitar 1.000 tahun (dari 3.500 – 2.500 tahun SM) tersebut rupanya telah terjadi sebuah kemajuan peradaban yang sangat luar biasa dalam kehidupan manusia. Nabi Ibrahim disebutkan sebanyak 66 kali dalam 52 ayat Al-Qur’an.

Rasulullah Yusuf AS

Pada masa Nabi Yusuf AS, sistem ketatanegaraan kerajaan telah sangat maju bahkan telah menyerupai sistem ketatanegaraan kerajaan masa kini. Dalam kasus hukum telah dikenal sistem rehabilitasi nama baik, sementara dalam kebijaksanaan pangan telah dikenalkan perencanaan prinsip pertanian yang berkelanjutan (sustainable) termasuk logistik pangan, dan sistem sosial yang berlaku lintas teritori politik (Mesir dan Palestina). Telah dikenal pula sistem meritokrasi dalam ketatanegaraan, sehingga di samping raja sebagai otoritas politik dan kekuasaan, dikenal pula menteri (perdana menteri) sebagai chief executive officer (CEO) atau pelaksana kebijaksanaan negara yang dianggap memiliki merit dan keahlian manajemen dan komunikasi dalam peneyelenggaraan ketatanegaraan. Di masa tersebut telah pula dikenal negosiasi bisnis lengkap dengan trik-triknya, dan telah dikenal pula spirit kampanye bagi calon pemimpin seperti yang dikatakan oleh Nabi Yusuf:

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَآئِنِ الأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan". (QS 12, Yusuf: 55)

Catatan: ayat ini sekaligus mematahkan anggapan umum di kalangan umat Islam (khususnya di Indonesia) yang menganggap seorang pemimpin yang menunjukkan ambisinya tidaklah patut dipilih menjadi pemimpin.

وَكَذَلِكَ مَكَّنِّا لِيُوسُفَ فِي الأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَن نَّشَاء وَلاَ نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. (QS 12, Yusuf: 56)

Kondisi masyarakat seperti ini diperkirakan telah terjadi pada masa Kerajaan Pertengahan (Middle Kingdom) di era Mesir kuno dalam rentang dinasti ke 11 sampai dengan akhir dinasti ke 14, yaitu sekitar 2.030–1.640 SM. Nabi Yusuf sendiri diperkirakan hidup sekitar tahun 1.700 SM. Kisah Nabi Yusuf ini tidak lagi hanya memberikan contoh tentang tauhid (keimanan) tapi sudah memberi pelajaran tentang kompleksitas sebuah masyarakat moderen. Barangkali karena sebagai contoh problem masyarakat moderen itulah yang menyebabkan Allah mengabadikan nama Nabi Yusuf menjadi nama sebuah surat dalam Al-Qur’an (surat Yusuf). Selain itu, praktis, nama Nabi Yusuf hanya disebutkan khusus dalam surat Yusuf di samping hanya dua kali pada surat yang lain yaitu pada Al-An’aam: 84 dan Al-Mukmiin: 34.

Rasulullah Musa AS

Allah menyebut nama Nabi Musa tersebar sebanyak 183 kali dalam 37 surat, atau dalam 171 ayat Al-Qur’an. Bila dalam kisah Nabi Yusuf telah digambarkan problem sosial masyarakat moderen (profesionalisme, sosial, ekonomi, perdagangan, strategi pertanian berkelanjutan dan problem logistik, politik, dan lain-lain, dalam kisah Nabi Musa ini telah dicontohkan pertentangan sebuah umat dengan penguasa. Bila pada masa Nabi Ibrahim perlawanan pada penguasa dholim dilakukan sendiri oleh Nabi Ibrahim, pada masa Nabi Musa telah terjadi pembangkangan kolektif dalam sebuah sistem sosial yang semakin kompleks. Di samping itu, diberikan contoh pula problem sosial pembinaan tauhid untuk sebuah umat yang berkembang semakin besar dan kompleks. Ada problem pangan, tempat bernaung, bahkan intrik dan benturan di dalam sebuah komunitas yang harus diselesaikan oleh seorang pemimpin umat. Rasulullah Musa diperkirakan hidup pada sekitar abad 13-12 sebelum masehi.

Rasulullah Muhammad SAW

Sebagai rasul penutup, misi, peran, dan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW sebetulnya merupakan gabungan dari semua rasul-rasul terdahulu. Semua rasul tentu saja adalah pimpinan spiritual yang telah dipilih oleh Allah SAW untuk membimbing umatnya. Namun, skala yang dibawakan oleh misi dan perjuangan kerasulan Muhammad SAW adalah sangat spesial ditinjau dari segala aspek baik magnitud maupun kompleksitasnya. Beliau adalah pemimpin spiritual umat manusia (bukan hanya etnis atau bangsa Arab atau etnis tertentu). Tidak seperti Nabi Nuh sebagai pemimpin spiritual kaum Nuh, tidak seperti Nabi Musa yang merupakan pemimpin spiritual bangsa Israil, Nabi Muhammad adalah pemimpin umat manusia.

Nabi Yusuf adalah seorang birokrat karena beliau adalah seorang CEO (perdana menteri) dari sebuah kerajaan, namun beliau bukanlah seorang kepala negara. Terlebih lagi, Nabi Yusuf bukanlah seorang pemimpin militer. Nabi Sulaiman memang seorang kepala negara (raja), tapi beliau bukan seorang panglima perang. Ayah Nabi Sulaiman, Nabi Daud, barangkali yang paling mendekati peran tiga dimensi Nabi Muhammad yaitu sebagai rasul (pimpinan spiritual), kepala negara, dan sekaligus panglima perang. Namun dalam konteks magnitudnya, jelas Nabi Muhammad memikul misi yang jauh lebih kompleks karena beliau membawa misi untuk semua umat manusia (dalam seruannya banyak sekali menggunakan: ya ayyuhannas – hai manusia, bukan ya qoumi – hai kaumku). Peran tiga dimensi Nabi Daud AS hanya berkisar di sekitar wilayah-wilayah Zobah dan Aram (sekarang Syria), Edom dan Moab (sekarang Yordania), dan Philistines (Palestina), sedangkan agama Islam sebagai risalah yang dibawa Nabi Muhammad sekarang telah diimani oleh sekitar 1,3 miliar manusia di seluruh penjuru Bumi.

Dari kisah-kisah para nabi di atas, terlihat jelas sebuah skenario Allah SWT yang mengkulminasi ke arah kesempurnaan peran, misi, dan ajaran Rasulullah Muhammad SAW dibandingkan dengan pendahulu-pendahulu beliau. Dengan demikian sudah jelaslah, bahwa pengakuan atas kenabian oleh beberapa orang tertentu akhir-akhir ini adalah merupakan penurunan fungsi kenabian yang telah mencapai puncaknya pada Rasulullah Muhammad. Bila ada manusia mengklaim sebagai seorang Nabi setelah Rasulullah Muhammad, maka ada tiga fungsi dimensi spiritual dan kemanusiaan yang harus dibuktikan lebih baik dari Muhammad, yaitu: peran spiritual (moral sebagai nabi), peran sebagai kepala negara, dan peran sebagai panglima perang. Seluruh umat manusia di Bumi ini akan menjadi saksi atas klaim orang tersebut dalam peran-peran tersebut pada peradaban kemanusiaan. Sudah dapat dipastikan bahwa orang-orang ini pasti tidak akan bahkan menyamai peran tiga dimensi Rasulullah SAW, karena semuanya itu palsu. Jadi ukuran kenabian itu sebetulnya sudah sangat gamblang, mengapa masih juga banyak orang yang tertipu oleh klaim kenabian yang palsu ini? Sesungguhnya klaim-klaim tersebut sebenarnya adalah upaya pelecehan atas peradaban kemanusiaan. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

Bekasi, 21 Januari 2008