Friday, December 14, 2007

June 2007

Tanggal: 23 Juni

Ustadz: Drs. Rikza Abdullah

Topik: Tafsir surat Humazah (lanjutan)

Dalam bahasa Arab sering kita mendapati kata yang berakhiran dhommah dan berakhiran kasroh, misalnya: kata khutomati dan khutomatu. Perhatikan ayat yang kita pelajari sebelumnya: وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ

1) Bila sebuah kata benda diikuti dengan subyek atau predikat maka dia akan berakhiran dhommah atau tanwin (un);

2) Bila diikuti oleh obyek atau keterangan maka akan berakhiran fathah atau tanwin (an);

3) Bila setelah kata depan atau setelah kata benda/sifat lainnya maka ditulis tanwin (in) atau kasroh.

Kita bahas ayat selanjutnya dari Al-Humazah:

إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ

8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Surga dan neraka diciptakan Allah bertingkat-tingkat. Kesenangan yang lebih besar akan diperoleh di tempat yang lebih tinggi di surga, dan siksa yang lebih pedih akan terdapat di neraka dengan tingkat yang lebih rendah.

Terdapat pintu antara padang Mahsyar dengan surga dan neraka seperti yang digambarkan dalam surat Az-Zumar: 70.

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ زُمَراً حَتَّى إِذَا جَاؤُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاء يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا بَلَى وَلَكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ

71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)." Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. (QS 39, Az-Zumar: 71).

Penghuni surga dan neraka akan saling bisa melihat. Tidak ada tabir/penutup di antara keduanya, hanya dibatasi oleh bukit-bukit batu yang mencegah kedua penghuni ini saling menyeberang. Lokasi surga berada di tempat ketinggian dibandingkan dengan neraka. Ini digambarkan dalam surat Al-A’raf: 46.

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى الأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلاًّ بِسِيمَاهُمْ وَنَادَوْاْ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَن سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf[543] itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum[544]." Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). (QS 7, Al-A’raf: 46).

Para ahli neraka akan minta makanan dan minuman pada ahli surga seperti yang digambarkan dalam surat Al-A’raf selanjutnya.

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُواْ عَلَيْنَا مِنَ الْمَاء أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: " Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (QS 7, Al-A’raf: 50)

Sekali lagi dijelaskan perbedaan akhiran dhommah dan fathah untuk kata benda yang mengikuti subyek dan obyek pada ayat di atas. Perhatikan perubahan dhommah

(وَنَادَى أَصْحَابُ النَّار) dan (أَصْحَابَ الْجَنَّةِ) karena penghuni neraka adalah subyek (yang menyeru), sedangkan penghuni surga adalah obyek (yang diseru).

Penghuni neraka akan meraung-raung (زَفِيرٌ) seperti yang digambarkan dalam surat Hud: 106.

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُواْ فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), (QS 11, Hud: 106).

Sementara itu, neraka-pun memperlihatkan kegeramannya (زَفِيراً) untuk segera membakar calon penghuninya seperti digambarkan dalam surat Al-Furqon: 12.

إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظاً وَزَفِيراً

12. Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. (QS 25, Al-Furqon: 12).

Hari pembalasan (Inggris: hereafter) berlokasi di langit ke tujuh atau Sidrathul Muntaha.

Tanggal: 24 Juni

Ustadz: Drs. Tarmizi Firdaus

Topik: Kebanggan sebagai Muslim

Taunjukkanlah bahwa kita seorang Muslim seperti yang digambarkan dalam Ali-Imran: 64.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئاً وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS 3, Ali-Imran: 64).

Hadits:

Usirlah dari rumahmu anak atau orang laki-laki yang bertingkah-laku seperti perempuan, atau perempuan yang bertingkah-laku seperti laki2.

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

25. Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. (QS 9, At-Taubah: 25).

ثُمَّ أَنَزلَ اللّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُوداً لَّمْ تَرَوْهَا وَعذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَذَلِكَ جَزَاء الْكَافِرِينَ

26. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. (QS 9, At-Taubah: 26).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّواْ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاء مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS 3, Ali-Imran: 118).

Tanggal: 30 Juni

Ustadz: H. Ilham Tabrani

Topik: Ilmu yang manfaat

Doa Nabi: Ya Allah, berikanlah padaku ilmu yang bermanfaat.

Nabi juga berdoa: Ya Allah, jauhkanlah aku dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Ilmu yang tidak bermanfaat

1) Niatnya bukan karena Allah seperti yang digambarkan dalam Ash-Shura: 20.

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ

20. Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS 42, Ash-Shura: 20).

Hadits:

Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya hanya karena Allah, dia akan memperoleh kehidupan dunia dan keuntungan di dalamnya, kemudian dia bahkan tidak akan mencium harumnya surga di hari pembalasan kelak.

Tiga kelompok yang pertama kali dihisab Allah di hari pembalasan:

a) Syuhada tapi yang melakukannya hanya karena kehormatan dan nafsu;

b) Ulama yang mengajarkan ilmu bukan kerena Allah;

c) Orang kaya yang telah dikaruniai kekayaan yang melimpah, namun memberi zakatnya hanya karena mengharapkan popularitas (riya).

2) Ilmu yang digunakan untuk melemahkan reputasi ulama lain;

3) Menyembunyikan ilmu seperti yang dijelaskan dalam Al-Baqarah: 159.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati, (QS 2, Al-Baqarah: 159).

Hak Allah adalah meminta hambanya untuk menyembah Dia, dan adalah hak seorang hamba untuk memperoleh ridho Allah jika dia hanya menyembah Allah dan tidak mengadakan tuhan sesembahan lain selain Allah.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً أُولَـئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

174. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api[109], dan Allah tidak akan berbicara[110] kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS 2, Al-Baqarah: 174).

أُولَـئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُاْ الضَّلاَلَةَ بِالْهُدَى وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ

175. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (QS 2, Al-Baqarah: 175).

Namun, menunda menyebarkan ilmu karena tingkat aspirasi umat yang belum memadai bukan termasuk menyembunyikan ilmu.

4) Bohong pada Allah seperti yang digambarkan dalam An-Nahl: 116.

وَلاَ تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَـذَا حَلاَلٌ وَهَـذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

116. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS 16, An-Nahl: 116).

0 comments: