Tuesday, December 4, 2007

January 2007

Tanggal: 21 Januari
Ustadz: Drs. Bachtiar Kartasasmita
Topik: Dasar-dasar Ubudiyah

Pilar ubudiyah terdiri atas dua hal:

  1. Mengakui dan bersyukur atas nikat Allah;
  2. Mengimani atas kemahabesaran Allah.


Selanjutnya ini hendaknya diikuti dengan tiga sifat yaitu:

Al-hubbu (mencitai Allah), sesuai dengan firman Allah dalam Al-Anfal: 2, dan Al-Maidah: 6:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS 8, Al-Anfal: 2)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيداً طَيِّباً فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـكِن يُرِيدُ لِيُطَهَّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS 6, Al-Anfal: 8)


Menurut sebuah hadits: Rasulullah akan dapat mengenal ummatnya untuk memberi syafaat di padang Mahsyar kelak dengan melihat bagian-bagian tubuh ummatnya yang bersinar akibat selalu tersucikan dengan air wudhu ini.

Al-khauf (takut pada Allah) sesuai dengan firman Allah dalam Al-A’raf: 55 dan 56:

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549]. (QS 7, Al-A’raf: 55)

وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS 7, Al-A’raf: 56)

Hadits yang sesuai dengan ayat-ayat di atas adalah doa Nabi yang artinya:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat (ilmin la yan fa’u), dan dari hati yang tidak khusyu (qolbin la yakhsya’u), dan dari nafsu yang selalu kekurangan (nafsin la tasyba’u), dan dari doa yang tidak terkabulkan (du’ain la mustajabu).

Ar-roja (penuh pengharapan pada Allah) sesuai dengan firman Allah dalam Al-Anbiya: 90 dan Al-Baqarah: 45-46 seperti berikut:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas[970]. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami. (QS 21, Al-Anbiya: 90)

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (QS 2, Al-Baqarah: 45)

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS 2, Al-Baqarah: 46)

Tanggal: 21 Januari
Ustadz: Drs. Rikza Abdullah
Topik: Tafsir surat Al-Kautsar

Dinamakan surat Al-Kautsar karena ayat pertama surat ini memuat kata ini (الْكَوْثَرَ) yang berarti: sebuah sungai di surga kelak yang penuh dengan kenikmatan dari Allah. Sebagian ulama mengkategorikan surat ini surat Makiyah namun sebagian lagi menganggap ini adalah surat Madaniyah.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Ini bermakna iqomati shalah atau mendirikan sholat. Sedangkan kata انْحَرْ berarti menyembelih (kurban) pada hari Iedul Adha. Sedang kata qurban sendiri berasal dari kata qoruba yang bermakna sesuatu untuk mendekatkan diri pada Allah.

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus,

0 comments: