Wednesday, November 28, 2007

Mengkompromikan Rukyat & Hisab

(Penerbit: Amythas Publicita; xxii + 276 hal; Harga: Rp 60.000 + ongkos kirim; Pemesanan ke: tsaksono@gmail.com)


Sinopsis

Tidak ada satu kitabpun di dunia ini yang setiap katanya dikaji begitu dalam oleh jutaan atau bahkan ratusan juta orang seperti Al-Qur’an. Selanjutnya, tidak ada juga perkataan, perbuatan langsung dan tindakan para pengikut dekatnya yang dibiarkan sehingga akhirnya menjadi yurisprudensi, dan menjadi bahan kajian yang dalam oleh ratusan juta manusia juga selain As-Sunnah Rasulullah Muhammad SAW. Kedua sumber syariah umat Islam tersebut terus diteliti dan dikaji. Setiap ayatnya begitu menarik untuk diteliti, didiskusikan, dan diper-debatkan namun semuanya tetap bermuara pada satu tujuan dan keinginan agar apa yang dilakukannya adalah dalam rangka memperoleh ridho Allah yang Maha Agung sebagai pemilik firman yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Implementasi ajaran tersebut dalam praktek sehari-hari seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW juga dikaji secara mendalam. Dengan demikian, pasti tersimpan suatu yang luar biasa di kedua kitab yang telah menyebabkan ratusan juta orang itu begitu tersihir untuk mengkajinya dari waktu ke waktu selama sekitar 1.400 tahun belakangan ini.

Itulah yang telah terjadi dengan kata ru’yat yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang telah diinterpretasikan sebagai melihat secara visual oleh sebagian ulama, se-mentara segolongan ulama lain menginterpretasikannya dengan melihat secara kognitif. Banyak kalangan yang mencibirkan bibir dengan nada sinis karena umat Islam Indonesia selama lebih dari lima puluh tahun selalu berselisih tentang interpretasi kata rukyat ini dalam menentukan awal bulan Islam (Qomariah) terutama pada penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Sebetulnya umat Islam harus justru bangga dengan semua perdebatan ini karena ini sekali lagi membuktikan bahwa umat Islam memang sangat hati-hati dan selalu berujung pada harapan untuk memperoleh ridho Allah SWT dalam melaksanakan perintah Allah melalui kitab suci-Nya.

Buku Mengkompromikan Rukyat & Hisab ini adalah merupakan kajian akademis dengan melakukan kajian melalui pemahaman ilmu-ilmu kauniyah (pengetahuan keduniawian seperti: sosial, politik, ekonomi, filsafat, teknologi, matematik, statistik dan ilmu kealaman lainnya). Dengan cara ini, penulis berusaha melepaskan diri dan mendudukkan dirinya menjadi seorang pengamat yang independen dari perdebatan yang ternyata sebetulnya sama-sama menggunakan dalil-dalil syariah yang sama (ayat Al-Qur’an dan Hadits) namun ternyata setelah lebih dari 50 tahun tidak pernah dapat dipertemukan. Dengan memposisikan sebagai pengamat yang independen ini, penulis berupaya melakukan kajian-kajiannya melalui ilmu-ilmu astronomi, matematik, statistik, dan sebagainya, sementara semua ilmu tersebut tetap bersumber dari Allah sebagai penguasa seluruh isi alam semesta dan sumber hakiki atas semua ilmu. Buku ini diorganisasi dalam enam bab.

0 comments: