Feature Cause

Donate & Help

Save a Life

Sun depression angle -20 derajat terlalu awal untuk subuh di Indonesia. Assessmen

Read More
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi. Assessmen

Read More
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Assessmen

Read More
Feature Cause

Donate & Help

To Give Them a Life

Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia. Assessmen

Read More

Let's Share Our Knowledge for Prosperity of Ummah

  • Sun depression angle -20 derajat terbukti terlalu awal untuk subuh di Indonesia

  • Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi seperti Timur Tengah, Eropa, dan Amerika

  • Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Ini terbukti dari penentuan twilight di Indonesia justru lebih panjang daripada wilayah dengan lintang lebih tinggi seperti di Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika

  • Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia karena ini menyangkut syah tidaknya ibadah umat Islam dunia

  • Penelitian selama dua tahun menggunakan lima jenis sensor pendeteksi fajar membuktikan itu

Our Latest Blog

Wednesday, September 25, 2019

Kalender Islam Global, Studi kasus: 1 Syawwal 1440-H


Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada 6 September 2019 lalu, saya diminta untuk mengisi Pengajian Bulanan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta. 

Pengajian ini diliput langsung oleh TVMu (TV Muhammadiyah) dan videonya tersedia di situs TVMu. Namun, bagi yang tidak hadir langsung dalam acara pengajian tersebut, mungkin presentasi saya kurang jelas. Oleh karena itu, kembali saya buatkan video berikut agar dapat diikuti langsung oleh yang berminat.

Video ini menjelaskan firman Allah, Al-Baqarah: 189 yang menghendaki tata-waktu ummat Islam yang dapat digunakan baik untuk keperluan muamalah maupun ibadah. Tata waktu itu ternyata berisi dua komponen besar yaitu: tata-waktu harian dan tata-waktu bulanan. Keduanya memang independen, namun keduanya harus berjalan secara harmonis dan sinkron. Jika salah satunya tidak berjalan, bukan saja akan rusak sistem tata-waktu ummat Islam, tapi mungkin rusak pula sumber kehidupan semua maskhluk.

Secara singkat, video ini menjelaskan bahwa sebagai salah satu tanda hari Kiamat nanti, dikatakan ketika Matahari terbit dari sebelah barat. Rupanya peristiwa itu akan sangat mudah bagi Allah untuk menciptakannya. Tanpa menghancurkan Bumi-pun, in syaa Allah, semua makhluk hidup tidak akan mampu bertahan hidup ketika Matahari dan Bulan telah terbit dari barat.

Silahkan ikuti penjelasan saya melalui: 



Tuesday, July 30, 2019

Less Sleep in Tacoma

Salam,

June 2019 marked a very important moment for ISRN that started GOING GLOBAL

Not only that we are commencing the collection of the world’s astronomical data for studying the global pattern for dawn and dusk, but it also started developing international collaboration.
We consider that our research on the beginning of the Fajr and Isha in Indonesia is conclusive and final. Statistically, the results have been stabilizing with high reliability. 

It is our first serial video about The Global Twilight Network and Project (GTNP) entitled Less Sleep in Tacoma. GTNP has its centers in Jakarta (Indonesia), Tacoma (USA), and Birmingham (UK). We might develop further this temporary unofficial communication group to become an official group in the future. It is a not-to-profit organization, and it will be open internationally for those who are interested in the study of the dawn and the dusk.


Tuesday, July 23, 2019

Memburu Fajar ke Seattle

Serial Global Twilight Network and Project-1

Juni 2019 ini merupakan momen penting bagi Islamic Science Research Network (ISRN) - UHAMKA karena kami mulai GO GLOBAL

Karena riset tentang awal waktu subuh dan isya di Indonesia telah kami anggap final, maka kami mulai memikirkan untuk memberikan kontribusi pada penelitian awal subuh dan isya di dunia. 


Ada dua tahapan yang kami lakukan. Pertama adalah melakukan pengamatan data astronomis perdana di sekitar Seattle antara 14-26 Juni 2019. Kedua, kami kemudian membangun kajian awal subuh dan isya dalam lingkup internasional dan kami beri nama: Global Twilight Network and Project. Pusat kajian ini ada di tiga tempat: 1) ISRN di Jakarta, 2) OpenFajr Project di Birmingham, Inggris, dan 3) Islamic Center of Tacoma, di Washington State, USA. Yang tertarik, silahkan ikuti video berikut ini: 

http://youtu.be/Sw2wcUB2jU8?hd=1 

Saturday, July 20, 2019

Premature Dawn in Indonesia

Assalamualaykum

Pada tanggal 3 Juli 2019, saya diundang sebagai salah satu Keynote Speakers dalam seminar nasional berjudul Falak Kontemporari Kebangsaan 2019 yang diselenggarakan bersama oleh Universiti Teknologi Malaysia (UTM), the Royal Institution Surveyor Malaysia (RISM), Jabatan Ukur Pemetaan Malaysia (JUPEM - semacam gabungan BIG dan BPN di Indonesia), dan Mufti Johor.

Selain saya, beberapa Keynote Speakers sebelum saya di antaranya adalah Mufti Johor (Menteri Agama di tingkat Negara Bagian Johor), Ketua JUPEM, dan Ketua Persatuan Falak Shar'i Malaysia. 

Bagi yang tertarik, ini adalah makalah asli saya dalam bahasa Inggris yang berjudul: Prematute Dawn di Indonesia. Versi cetak yang tersedia dalam proceedings resmi adalah versi Bahasa Melayu yang diterjemahkan oleh Penyelenggara karena mayoritas dari sekitar 700 peserta seminar tidak berbicara bahasa Inggris.

Makalah asli dapat diunduh di: https://drive.google.com/open?id=1XhYB2Im2QaJanKF7xSZkdA5HJSOeQtKt  

Semoga bermanfaat, salam.