Feature Cause

Donate & Help

Save a Life

Sun depression angle -20 derajat terlalu awal untuk subuh di Indonesia. Assessmen

Read More
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi. Assessmen

Read More
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Assessmen

Read More
Feature Cause

Donate & Help

To Give Them a Life

Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia. Assessmen

Read More

Let's Share Our Knowledge for Prosperity of Ummah

  • Sun depression angle -20 derajat terbukti terlalu awal untuk subuh di Indonesia

  • Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi seperti Timur Tengah, Eropa, dan Amerika

  • Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Ini terbukti dari penentuan twilight di Indonesia justru lebih panjang daripada wilayah dengan lintang lebih tinggi seperti di Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika

  • Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia karena ini menyangkut syah tidaknya ibadah umat Islam dunia

  • Penelitian selama dua tahun menggunakan lima jenis sensor pendeteksi fajar membuktikan itu

Our Latest Blog

Wednesday, October 21, 2020

ARABIC VERSION: 3D-Surface Modeling for fajr verification in Medina


This video demonstrates the use of a gadget camera to record fajr in Medina. At the same time, it shows that the global twilight pattern can be developed through a crowdsourcing collaboration scheme. Furthermore, the 3D-Surface Modeling technique can be used to verify the birth of the fajr which occurs when the sun was at its depression angle of -10.4 degrees, not -18.5 degrees as officially stipulated. Saudi Arabia's ulemas have been correct in putting the delay about 30 minutes from the fajr call recitation to the iqamah. Otherwise, the true fajr hasn't been born when Muslims perform the fajr prayer.

Please check it out through this link:


Other relevant videos:


Wednesday, October 7, 2020

ARABIC VERSION: A gadget camera records the true fajr in Medina

This is a new development for the Islamic Science Research Network (ISRN) UHAMKA, Jakarta in disseminating out research outcomes about the True Fajr. We are presently attempting to publish the Arabic version of our existing videos. And this is the first video entitled: Arabic Version - Fajr Sodiq in Medina.

We herewith request your assistance to propagate it to our comrades and sisters who speak Arabic wherever they are. For those who are willing to offer feedback for further enhancement of our video, we highly appreciate it.

Please follow the appropriate link below:


Other videos:

Friday, August 28, 2020

Korelasi antara Polusi dan Kehadiran Fajar

 

Video kali ini menjelaskan tiga buah analisis statistik yang membuktikan bahwa polusi tidak mungkin menghambat kehadiran fajar secara signifikan. Secara teoritis, memang ada korelasi antara polusi dan kehadiran fajar. Namun, korelasi itu secara statistik tidak berarti. Sangat lemah.

Karena lemah, mungkin saja polusi akan menghambat kehadiran fajar dalam satuan detik. Atau bahkan hanya dalam fraksi detik. Tapi, apa gunanya ini didiskusikan? Jadwal sholat itu disusun dengan akurasi menit. Jadi, kalau kehadiran fajar terhambat 2-3 detik, misalnya, what is the big deal about that?

Yang tertarik, silahkan ikuti ini:


Video menarik lainnya:





Saturday, August 15, 2020

Fajar Panguk dalam polusi cahaya waning gibous 79%

 

Dua hari pengambilan data subuh di Yogyakarta (Pantai Krakal dan Bukit Panguk) adalah contoh ideal untuk membuktikan bahwa polusi cahaya tidak dapat menghambat kehadiran fajar.

Di Pantai Krakal, polusi cahaya datang dari waning gibous moon 86%. Namun, fajar justru muncul jauh lebih awal dari rerata nilai sun depression angle nasional yang -13.2 derajat. 

Di Bukit Panguk, selain polusi cahaya waning gibous 79%, ada juga kabut tebal yang memang terkenal menjadi atraksi turis di sana. Namun, fajar kembali muncul pada dip -16.8 derajat, jauh lebih awal dari rerata nasional yang -13.2 derajat. Ini berarti sekitar 15 menit lebih awal. Jadi, terbukti bahwa polusi cahaya dan udara tidak dapat menghambat kehadiran fajar.

Silahkan ikuti video berikut:


Video menarik lainnya: