Feature Cause

Donate & Help

Save a Life

Sun depression angle -20 derajat terlalu awal untuk subuh di Indonesia. Assessmen

Read More
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi. Assessmen

Read More
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Assessmen

Read More
Feature Cause

Donate & Help

To Give Them a Life

Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia. Assessmen

Read More

Let's Share Our Knowledge for Prosperity of Ummah

  • Sun depression angle -20 derajat terbukti terlalu awal untuk subuh di Indonesia

  • Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi seperti Timur Tengah, Eropa, dan Amerika

  • Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Ini terbukti dari penentuan twilight di Indonesia justru lebih panjang daripada wilayah dengan lintang lebih tinggi seperti di Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika

  • Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia karena ini menyangkut syah tidaknya ibadah umat Islam dunia

  • Penelitian selama dua tahun menggunakan lima jenis sensor pendeteksi fajar membuktikan itu

Our Latest Blog

Wednesday, December 12, 2018

Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (7)

Pada video ke 6 dari rangkaian Mengapa subuh di Indonesia terlalu Awal? telah saya tunjukkan bahwa data astronomi hasil perekaman SQM untuk evaluasi subuh daerah Labuanbajo NTT milik BHR (Badan Hisab Rukyat) Kemenag memiliki cacat yang sangat mendasar:

1) Datanya prematurely aborted (dihentikan sebelum masanya, sehingga secara matematik data tersebut cacat;

2) Lebih parah lagi, cara pemrosesannya juga highly manipulative, sehingga secara saintifik juga cacat.

Padahal, Labuanbajo adalah daerah yang sangat penting untuk memperoleh statistik angka dip awal subuh secara nasional.

Untuk itu, pada 12-13 Mei 2018, ISRN mengirimkan seorang saja (tidak perlu puluhan orang seperti BHR-Kemenag): Sdr. Adi Damanhuri, Sekretaris ISRN mengambil data astronomi di Labuanbajo. Berikut adalah analisisnya dalam: Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (7)

Artikel lain:
1) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (1)
2) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (2)
3) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (3)
4) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (4)
5) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (5)
6) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (6)
7) Analisis Iedul Adha (1)

8) Analisis Iedul Adha (2)
9) Analisis Iedul Adha (3)
10) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
11) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
12) Kalender Islam Global, imkan-rukyat lokal vs imkan-rukyat global
13) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
14) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
15) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2)
16) Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar
17) Jadwal sholat beberapa kota tahun 2018 dengan sun depression angle baru

Friday, November 16, 2018

Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (6)


Data subuh Labuanbajo, BHR Kemenag

Pada 24 April 2018, Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag mengirimkan sekitar 20 ahlinya, di antaranya, untuk mengambil data subuh di Labuanbajo NTT. Pengambilan data ini bertujuan untuk membuktikan bahwa keterlambatan awal waktu subuh hasil hitungan ISRN yang hanya sekitar -13 derajat itu adalah akibat data SQM nya yang penuh dengan polusi (cahaya dan sinar) di Pulau Jawa. BHR berpendapat, di wilayah dengan tingkat polusi yang rendah, awal subuh tetap akan terjadi pada dip -20 derajat. Itulah sebabnya BHR Kemenag berupaya mengambil sampel datanya di Labuanbajo NTT yang dianggap tingkat polusinya paling rendah di Indonesia.

Sayangnya, data yang diambil BHR di Labuanbajo itu ternyata termasuk kategori early aborted atau dihentikan sebelum masanya sehingga sedikit cacat secara saintifik. Yang lebih parah, cara menganalisis datanya juga cenderung serampangan dengan mengabaikan kaidah saintifik yang unbiased, obyektif, dan reliable. Silahkan ikuti melalui:




Artikel lain:
1) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (1)
2) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (2)
3) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (3)
4) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (4)
5) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (5)
6) Analisis Iedul Adha (1)
7) Analisis Iedul Adha (2)
8) Analisis Iedul Adha (3)
9) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
10) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
11) Kalender Islam Global, imkan-rukyat lokal vs imkan-rukyat global
12) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
13) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
14) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2)
15) Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar
15) Jadwal sholat beberapa kota tahun 2018 dengan sun depression angle baru

Tuesday, November 13, 2018

Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (5)


Video-5 dari serial Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? ini berjudul Polusi Cahaya tidak Menghambat Kehadiran Fajar. 

ISRN mengambil data astronomi dengan menggunakan alat SQM dan Kamera NIKON D5100 di Pantai Krakal dan Bukit Panguk pada 5 dan 6 Mei 2018 lalu. Pengambilan data ini dalam skema Gerakan Ummat Mencari Fajar (GUMF). Dalam misi di Yogyakarta ini, ISRN telah dibantu oleh Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta. Untuk itu, kami merasa sangat berterima kasih pada Saudara Anto dan Okkie dari Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta yang telah banyak membantu. 

Penjelasan atas hasil misi kami di Yogyakarta ini dpaat diikuti melalui: 

Artikel terkait:

Saturday, November 10, 2018

Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (4)


Gunakan gadget Anda untuk mendeteksi kehadiran fajar

Dalam Video-4 dalam serial Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? ini ISRN memverifikasi kehadiran fajar menggunakan gadget camera Lenovo. Dengan contoh video ini, umat Islam dapat melakukan sendiri perekaman kehadiran fajar di wilayah masing-2. Ada yang programnya gratis dan ada yang berbayar (lebih baik). Memang harus belajar beberapa proses image processing agar mampu memproses citra-2 yang dihasilkan. Tapi, itu dapat dipelajari dengan mudah oleh siapapun.

Silahkan ikuti melalui: