Feature Cause

Donate & Help

Save a Life

Sun depression angle -20 derajat terlalu awal untuk subuh di Indonesia. Assessmen

Read More
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi. Assessmen

Read More
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Assessmen

Read More
Feature Cause

Donate & Help

To Give Them a Life

Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia. Assessmen

Read More

Let's Share Our Knowledge for Prosperity of Ummah

  • Sun depression angle -20 derajat terbukti terlalu awal untuk subuh di Indonesia

  • Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi seperti Timur Tengah, Eropa, dan Amerika

  • Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Ini terbukti dari penentuan twilight di Indonesia justru lebih panjang daripada wilayah dengan lintang lebih tinggi seperti di Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika

  • Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia karena ini menyangkut syah tidaknya ibadah umat Islam dunia

  • Penelitian selama dua tahun menggunakan lima jenis sensor pendeteksi fajar membuktikan itu

Our Latest Blog

Wednesday, May 13, 2020

Fajar belum muncul saat nautical dawn di Labuanbajo


Video ini sekali lagi membuktikan bahwa fajar belum muncul saat nautical dawn (-18 derajat) di Labuanbajo pada 24 April 2018 lalu. Dengan demikian, video ini membantah Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag yang mengklaim bahwa fajar hari itu muncul pada -19.5 derajat.

Data yang digunakan untuk membantah klain Tim BHR adalah foto-foto digital yang dikoleksi oleh Tim BHR sendiri. Ada 52 foto digital yang diambil pada resolusi temporal 31 detik. Dalam satu foto, ada sekitar 2.4 juta pixel, Berarti, resolusi geometrisnya juga cukup baik. Dari pemodelan matematik, diperoleh hasil fajar ternyata baru muncul saat matahari berada pada sun depression angle -17.4 derajat. Bukan pada -19.5 derajat. 

Hasil hitungan ISRN diperkuat dengan hasil analisis 3D surface modeling foto-foto digital tersebut. Silahkan ikuti melalui video berikut: 



Video lain yang terkait:





Saturday, May 2, 2020

Jadwal sholat kota-kota dunia dan konvergensi sun depression angle subuh


Meskipun ISRN telah menyatakan menghentikan pengambilan data fajar di Indonesia, beberapa keadaan telah memaksa pengambilan data subuh tetap dilakukan secara terbatas. Tanpa disadari, data kami telah 698 hari data. Itu hanya meliputi data subuh Indonesia dan Yorkshire (koreksi dari OpenFajr: bukan Birmingham) yang telah kami buktikan sebetulnya berasal dari populasi statistik yang sama. Data di atas belum termasuk 21 data subuh yang kami koleksi di Tacoma (USA), Cairo, Istanbul, dan sumbangan data Bapak Ahmad Rizal dari Madinah. Hasil hitungan sun depression angle dari 698 hari data di atas terus konvergen ke angka -13 derajat. Silahkan ikuti laporan videonya di:





Sementara itu, permintaan jadwal sholat kota-kota besar dunia berdatangan. Misalnya untuk kota Brussels, Berlin, Moscow, dll. Artikel dan video kami ini menjelaskan status data dan statistik 698 hari data di atas. Sedangkan kota-kota dunia (termasuk kota di Indonesia) yang telah kami hitung jadwal sholatnya menggunakan harga sun depression angle baru tersebut adalah:


Washington DC, USA   

Tuesday, April 28, 2020

3D Surface Modeling for fajr verification in Medina


On February 5, 2020, while performing Umrah, Mr. Ahmad Rizal collected a series of images about fajr in Medina. He used the Realme-2 gadget camera with the Lapse-It application. His data are one of the best among the 700 data that ISRN currently has.

In the previous video, ISRN has explained the detailed mathematical modeling on how to determine the presence of dawn accurately.
This video explains how the 3D-Surface Modeling technique can accurately verify the presence of the dawn.

Besides, this video also explains how to use the Lapse-It application on a gadget to obtain remote sensing data to determine the presence of dawn.

ISRN invites all Muslims in the world to take remote sensing data about fajr in their respective places for the preparation of global twilight patterns. Their contributions will be very invaluable for the development of Islamic civilization in the world. Please follow the following video:



Other videos:
8) Premature fajr in Indonesia (5).

Sunday, April 26, 2020

3D Surface Modeling fajar Madinah


Pada 5 Februari 2020 lalu, saat melaksanakan umrah, Bapak Ahmad Rizal melakukan pemotretan fajar di Madinah. Beliau menggunakan kamera gadget Realme-2 dengan aplikasi Lapse-It. Hasil beliau merupakan salah satu yang terbaik di antara 700 data yang ISRN miliki saat ini.

Dalam video sebelumnya, ISRN telah menjelaskan detil proses pemodelan matematik bagaimana kami dapat menentukan kehadiran fajar secara akurat. 

Pada video kali ini, kami akan jelaskan bagaimana teknik 3D-Surface Modeling dapat memverifikasi secara akurat kehadiran fajar tersebut. 

Video ini juga menjelaskan bagaimana cara penggunaan aplikasi Lapse-It pada gadget untuk memperoleh data remote sensing untuk menentukan kehadiran fajar.

ISRN mengundang semua ummat Islam di dunia untuk mengambil data remote sensing fajar di tempat masing-masing untuk penyusunan pola twilight global. Kontribusi Tuan-Tuan dan Puan-Puan akan sangat berguna untuk pengembangan peradaban ummat Islam di dunia. Silahkan ikuti video berikut: 


Video lain yang menarik:

7) Mendung dan polusi udara tidak menghambat kehadiran fajar;