Feature Cause

Donate & Help

Save a Life

Sun depression angle -20 derajat terlalu awal untuk subuh di Indonesia. Assessmen

Read More
Feature Cause

Feed the Poor

To Help Them Survive

Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi. Assessmen

Read More
Feature Cause

Save Humanity

To Help Them Survive

Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Assessmen

Read More
Feature Cause

Donate & Help

To Give Them a Life

Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia. Assessmen

Read More

Let's Share Our Knowledge for Prosperity of Ummah

  • Sun depression angle -20 derajat terbukti terlalu awal untuk subuh di Indonesia

  • Twilight di wilayah Equator seharusnya lebih pendek daripada di intang tinggi seperti Timur Tengah, Eropa, dan Amerika

  • Penentuan rentang twilight di dunia cenderung acak, bukan hasil penelitian astronomis. Ini terbukti dari penentuan twilight di Indonesia justru lebih panjang daripada wilayah dengan lintang lebih tinggi seperti di Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika

  • Diperlukan penelitian penentuan awal waktu subuh yang akurat di dunia karena ini menyangkut syah tidaknya ibadah umat Islam dunia

  • Penelitian selama dua tahun menggunakan lima jenis sensor pendeteksi fajar membuktikan itu

Our Latest Blog

Wednesday, November 13, 2019

Analisis statistik awal subuh di Indonesia dengan sun depression angle baru


Kerjasama ISRN-UHAMKA dengan OpenFajr Project (OFP) Birmingham tampaknya semakin berkembang. Apalagi, saat ini OFP juga telah bekerjasama dengan the Royal Observatory Greenwich untuk menempatkan beberapa sensor pendeteksi fajar di Peterborough, Yorkshire, dan London sebagai tambahan yang sudah terpasang lama di Birmingham. Selain data morning twilight untuk menyempurnakan awal subuh, akan direkam juga data evening twilight untuk perbaikan awal waktu isya.

Sementara itu, untuk data lama yang dikoleksi pada tahun 2017 dan 2018 ada sekitar 554 hari data subuh, meskipun ISRN-UHAMKA baru menyelesaikan proses sekitar 200 hari. In syaa Allah, dalam waktu dekat ISRN-UHAMKA akan melakukan anlisis statistik untuk data yang telah rampung diproses.

Untuk sementara, analisis statistik hasil perhitungan sun depression angle baru untuk wilayah Asia Tenggara (Indonesia dan sedikit Malaysia) disajikan dalam video berikut ini. Yang tertarik, silahkan mengikutinya dari:



Video menarik lainnya:
1) Catatan dari Birmingham: Menuju penyusunan pola twilight global
2) Premature dawn in Indonesia
3) Kalender Islam Global: studi kasus Idul Fitri 1440-H
4) Data subuh Labuanbajo milik ISRN dan THR Kemenag



Friday, November 1, 2019

Catatan dari Birmingham: Menuju Penyusunan Pola Twilight Global


Juni 2019 merupakan momen penting bagi kemajuan penelitian awal waktu subuh dan isya oleh ISRN-UHAMKA. Saat itulah, kami mulai Go Global. Karena hasil penelitian awal subuh dan isya di Indonesia telah mencapai statistical saturation. Artinya, untuk Indonesia sudah tidak diperlukan data lagi karena sebanyak apapun data yang ditambahkan, secara statistik, hasilnya tidak akan berubah.

Pada Juni 2019 tersebut, bukan saja ISRN mulai melakukan pengkoleksian data fajar dan syafaq  di Tacoma, WA, USA, ternyata ISRN juga menerima kiriman sebanyak 554 hari data subuh dari sebuah komunitas Muslim di Birmingham, Inggris. Datanya berupa sekitar 56,400 foto digital rekaman kamera All-Sky Camera sepanjang tahun 2017-2018. 

Bagaimana kami mengembangkan algoritma pemrosesan datanya, dan bagaimana hasilnya, dapat diikuti melalui video berikut ini.


Previous videos:

1) Premature Dawn in Indonesia (1)
2) Premature Dawn in Indonesia (2)

3) Premature Dawn in Indonesia (3)
4) Premature Dawn in Indonesia (4)

Wednesday, September 25, 2019

Kalender Islam Global, Studi kasus: 1 Syawwal 1440-H


Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada 6 September 2019 lalu, saya diminta untuk mengisi Pengajian Bulanan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta. 

Pengajian ini diliput langsung oleh TVMu (TV Muhammadiyah) dan videonya tersedia di situs TVMu. Namun, bagi yang tidak hadir langsung dalam acara pengajian tersebut, mungkin presentasi saya kurang jelas. Oleh karena itu, kembali saya buatkan video berikut agar dapat diikuti langsung oleh yang berminat.

Video ini menjelaskan firman Allah, Al-Baqarah: 189 yang menghendaki tata-waktu ummat Islam yang dapat digunakan baik untuk keperluan muamalah maupun ibadah. Tata waktu itu ternyata berisi dua komponen besar yaitu: tata-waktu harian dan tata-waktu bulanan. Keduanya memang independen, namun keduanya harus berjalan secara harmonis dan sinkron. Jika salah satunya tidak berjalan, bukan saja akan rusak sistem tata-waktu ummat Islam, tapi mungkin rusak pula sumber kehidupan semua maskhluk.

Secara singkat, video ini menjelaskan bahwa sebagai salah satu tanda hari Kiamat nanti, dikatakan ketika Matahari terbit dari sebelah barat. Rupanya peristiwa itu akan sangat mudah bagi Allah untuk menciptakannya. Tanpa menghancurkan Bumi-pun, in syaa Allah, semua makhluk hidup tidak akan mampu bertahan hidup ketika Matahari dan Bulan telah terbit dari barat.

Silahkan ikuti penjelasan saya melalui: 



Tuesday, July 30, 2019

Less Sleep in Tacoma

Salam,

June 2019 marked a very important moment for ISRN that started GOING GLOBAL

Not only that we are commencing the collection of the world’s astronomical data for studying the global pattern for dawn and dusk, but it also started developing international collaboration.
We consider that our research on the beginning of the Fajr and Isha in Indonesia is conclusive and final. Statistically, the results have been stabilizing with high reliability. 

It is our first serial video about The Global Twilight Network and Project (GTNP) entitled Less Sleep in Tacoma. GTNP has its centers in Jakarta (Indonesia), Tacoma (USA), and Birmingham (UK). We might develop further this temporary unofficial communication group to become an official group in the future. It is a not-to-profit organization, and it will be open internationally for those who are interested in the study of the dawn and the dusk.